CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Hari Pertama Jadian


__ADS_3

" Tapi kamu juga menginginkan ciuman itu kan?" Ucap Jacelyn mencari pembelaan diri.


" Tidak sama sekali." Jawab Pratama dengan menjulurkan lidahnya ke arah Jacelyn.


" Ya sudah." Kata Jacelyn kesal dengan menangkup kedua tangannya menyilang.


Pratama yang mengetahui sikap Jacelyn itu langsung tertawa lepas.


" Ternyata bos besar kalau marah seperti ini ya, hahaha." Ucap Pratama dengan tertawa lepas yang tidak bisa dia tahan.


" Biarin." Jawab Jacelyn singkat.


Melihat Jacelyn yang semakin marah Pratama pun langsung menghampirinya.


" Kenapa sih marah begitu? Kan cuma bercanda." Ucap Pratama merayu Jacelyn dan memeluk Jacelyn dari belakang.


Jacelyn tidak menjawab apapun dan langsung menepis tangan yang memeluknya.


" Ohh ternyata tidak mau aku peluk, ya sudah kalau begitu, aku mau kerja dulu." Ucap Pratama.


Pratama langsung berbalik dan meninggalkan Jacelyn yang duduk sendiri di meja makan.


Jacelyn yang melihat Pratama pergi meninggalkannya, dia langsung berdiri dan langsung berlari memeluk Pratama dari belakang.


" Aaaaa... Gak mau, aku mau kamu tetap di sini." Ucap Jacelyn dengan manja.

__ADS_1


Pratama tersenyum melihat Jacelyn dengan sifat manjanya, Pratama langsung berbalik menghadap ke arah Jacelyn dengan senyum merekah.


" Tadi aku peluk kamu, tapi kamu lepaskan pelukan ku, tetapi sekarang kamu justru lebih manja dari aku tadi." Ucap Pratama.


" Kamu aja yang gak peka, orang ngambek malah di tinggal pergi." Jawab Jacelyn kesal dengan sikap Pratama.


" Aku? Gak peka? Aku sudah memeluk mu, tapi kamu melepaskannya." Tanya Pratama heran.


" Usaha lagi dong, cuma satu kali di tolak masa langsung menyerah begitu saja?" Ucap Jacelyn dengan manja.


Mendengar perkataan Jacelyn itu membuat Pratama menghela nafas berat, dia menggandeng tangan Jacelyn menuju meja makan.


Setelah duduk di kursi yang bersebelahan Pratama memegang tangan Jacelyn dengan lembut dan menjawab perkataan Jacelyn dengan nada yang di sukai banyak wanita.


" Sayang.. dengerin ya, seorang pria itu harus mempunyai prinsip." Jawab Pratama


" Begini ya.. pria itu adalah calon kepala rumah tangga, dia juga mempunyai hati layaknya wanita, ketika seorang pria sudah mencintai seorang wanita yang mereka pilih, pria itu akan memakai hatinya untuk mencintai wanita itu, bukan lagi memakai logika seperti pria pada umumnya." Jelas Pratama.


" Oke aku paham sekarang... Tetapi apa hubungannya dengan merayu ketika wanitanya berada dalam mood yang tidak baik?" Tanya Jacelyn lagi.


Pratama kembali menghela nafas berat, dan meminum kopinya yang masih hangat.


" Hmmm,,, ketika dua orang lawan jenis menjalin sebuah hubungan itu memiliki komitmen untuk saling menjaga dan menghargai satu sama lain, bukan untuk menuntut menjadi yang terbaik di antara mereka, ketika salah satu dari mereka sedang marah, alangkah baiknya mereka membicarakannya? bukan menuntut untuk mengerti, ketika di tanya kenapa? Jawab lah pertanyaan itu, misalnya apa masalahnya, bukan jawab dengan gak kenapa-kenapa, justru itu membuat masalah itu menjadi rumit, jangan utamakan gengsi. Mengerti sekarang apa maksudku?" Jelas Pratama.


" Baiklah aku mengerti sekarang, tetapi apakah kamu akan memperjuangkan seseorang yang benar-benar kamu cintai dan sekalinya kamu memperjuangkannya tetapi kamu di tolak, dan kamu akan mundur begitu saja?"

__ADS_1


" Iya.. aku akan mundur." Jawab Pratama singkat.


" Berarti kami tidak benar-benar mencintai wanita itu?" Jacelyn menerka jawaban Pratama.


" Aku mundur bukan berarti aku tidak mencintainya, tetapi lebih tepatnya sadar diri, aku juga mempunyai harga diri, terus buat apa aku memperjuangkan wanita yang tidak menginginkan aku? Bukankah lebih baik aku mengikhlaskan dia?" Jelas Pratama.


Jawaban itu membuat Jacelyn menjadi terdiam sejenak, dan menghela nafas berat.


" Baiklah sekarang aku mengerti semua maksudmu." Jawab Jacelyn.


" Syukurlah kalau kamu sudah mengerti maksudku." Ucap Pratama lega.


Akhirnya wanita itu bisa mengerti maksudnya.


" Tetapi aku tidak mengizinkanmu untuk bekerja sekarang, lukamu saja masih seperti itu, mau bekerja?" Sahut Jacelyn.


" Terus kalau aku tidak bekerja aku tidak makan." Jawabnya.


" Aku sebagai bos mu menyuruhmu untuk istirahat di rumah dulu, sampai benar-benar lukamu sudah sembuh, dan aku akan tetap memberi gaji padamu utuh tanpa ada potongan sedikitpun." Jelas Jacelyn


" Siap Bu bos." Jawab Pratama mengangkat tangannya seperti memberi hormat kepada Jacelyn.


Akhirnya Pratama memutuskan untuk tidak pergi bekerja karena paksaan dari Jacelyn.


Setelah kejadian malam itu membuat Jacelyn semakin khawatir dengan Pratama, pasalnya dia tahu sifat dari ibunya, ibunya tidak akan mengampuni orang yang menyembunyikan keberadaan Jacelyn, walaupun ibunya tidak mengetahui apakah Jacelyn benar-benar di sembunyikan Pratama.

__ADS_1


Tetapi Pratama lah yang terakhir bersama Jacelyn, jadi ibunya berfikir Jacelyn bersamanya.


...----------------...


__ADS_2