CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Malam Pertama


__ADS_3

Setelah obrolan mereka, Jacelyn pun langsung melompat dari tempat duduknya menuju ke arah Pratama.


Pratama berteriak kaget karena tingkah Jacelyn yang melompat ke arahnya.


Jacelyn mencoba untuk merayu Pratama dengan membuka kancing kemeja milik Pratama.


Tetapi Pratama menahan Jacelyn.


" Ayo lah sayang, padahal kita sudah sah menjadi suami istri, tetapi kenapa kamu menahan ku?" Ucap Jacelyn yang sedikit kesal.


" Maaf, tapi aku mau kita melakukannya di tempat favorit ku." Jawab Pratama.


Jacelyn pun menyerah, dia tidak lagi memaksa Pratama untuk melakukannya.


Pratama sebenarnya mempunyai alasan tertentu menolak Jacelyn melakukan malam pertama mereka.


Karena Pratama ingin melakukan itu di salah satu vila miliknya, dia ingin mengajak Jacelyn ke vila itu untuk melakukan malam pertama di sana.


Sebenarnya vila itu adalah hadiah dari Pratama untuk Jacelyn, atas nama dari pemilik vila itu juga sudah menjadi nama Jacelyn.


Tetapi Pratama tidak memberitahu tentang itu, dia tetap ingin menyembunyikan identitasnya dari Jacelyn meskipun Pratama sudah menikah dengannya.


***


Sampai keesokan harinya, Jacelyn yang sudah bersiap untuk menuju bandara dengan menaiki taxi.


" Sebenarnya kamu ingin mengajak aku kemana?" Tanya Jacelyn penasaran.


" Ke tempat favorit ku." Ucap Pratama kekeuh dengan jawabannya.


" Iya, tapi seperti apa tempatnya? Aku penasaran."


" Nanti kamu juga akan tahu sendiri seperti apa tempatnya jika sudah sampai, dan aku yakin kamu pasti menyukai tempat itu." Jelas Pratama.


Jacelyn menghela nafas berat. " Baiklah terserah kamu saja." Jawab Jacelyn pasrah.


Sampai beberapa saat kemudian Jacelyn dan Pratama sampai di bandara, mereka berdua pun langsung cek in.


Setelah cek in, mereka berdua menunggu kedatangan pesawat yang akan mereka tumpangi.


Setelah pesawat mereka yang akan mereka tumpangi sudah sampai mereka berdua pun langsung masuk kedalam.


Perjalanan menuju ke kota itu sangat lancar, sampai mereka mendarat dengan selamat, kini mereka tidak lagi menaiki angkutan umum.


Karena Pratama sudah mempersiapkan orang untuk menjemput dirinya dan Jacelyn dengan menaiki salah satu mobil mewah miliknya.


" Selamat datang pak." Ucap supir itu.


" Iya." Jawab Pratama singkat.


Jacelyn semakin heran, karena dia di jemput mengendarai mobil mewah dan di sambut dengan baik.


Setelah mereka menaiki mobil itu.

__ADS_1


" Ini mobil siapa?" Tanya Jacelyn.


" Ini fasilitas dari tempat yang aku bicarakan dengan mu." Jawab Pratama.


Jacelyn menghela nafas berat, dia semakin bingung dengan Pratama, seperti apa sebenarnya Pratama ini, kata itu selalu menghantui pikiran Jacelyn.


Perjalanan menuju ke vila itu lumayan cukup lama, karena jarak dari bandara menuju vila lumayan cukup jauh, membuat Jacelyn yang capek di perjalanan tertidur.


***


Sampai beberapa saat kemudian, Jacelyn dan Pratama sampai di vila itu, Jacelyn yang masih tertidur pun langsung di bangunkan oleh Pratama.


" Sayang, kita sudah sampai." Ucap Pratama membangunkan Jacelyn dengan perlahan.


Jacelyn pun langsung bangun dan keluar dari mobil, dia belum sadar dengan vila itu, ketika dia sepenuhnya sadar.


Jacelyn melihat pemandangan indah yang berada di atas bukit, pantai dan banyak pepohonan terlihat dari atas bukit itu.


Ketika Pratama dan Jacelyn masuk ke dalam vila dan sampai di kamarnya, pemandangan itu jauh lebih indah dari kamar itu.


Kamar yang bertembok kaca dengan ranjang yang langsung menghadap ke arah pemandangan itu, membuat Jacelyn terpana dengan pemandangan yang membiusnya.


" Apakah ini tempat yang kamu maksud?" Tanya Jacelyn.


" Iya, kamu suka?" Tanya balik Pratama.


Jacelyn menganggukkan kepalanya, Jacelyn sudah tidak bisa berkata-kata lagi, melihat pemandangan itu saja membuatnya terpaku.


Tiba-tiba Jacelyn tersadar kembali dari lamunannya mengagumi keindahan pemandangan di vila itu.


" Ini adalah hadiah dari temanku, dia tahu bahwa aku sudah menikah, karena itu dia memberiku hadiah untuk pernikahan ku, dia membelikan tiket kita dan vila ini untuk malam pertama kita." Jelas Pratama.


" Bukankah tadi kamu bilang bahwa ini adalah tempat favorit mu?" Tanya Jacelyn yang masih tidak percaya.


" Iya ini memang tempat favorit aku, dulu aku sering ke tempat ini bersama temanku itu, dia juga yang memiliki apartemen yang kita tinggali." Jelas Pratama lagi.


" Terus kenapa kamu tidak bekerja dengan temanmu saja? Kamu kan bisa mendapatkan jabatan tinggi di perusahaannya? Kenapa kamu memilih tempat kerja bersamaku dan menjadi cleaning servis di perusahaan ku?" Tanya Jacelyn.


Pertanyaan itu menjadi titik awal dari kecurigaan Jacelyn terhadap Pratama, Jacelyn mulai menggabungkan beberapa kejadian aneh yang menimpa mereka.


Menurut Jacelyn bahwa Pratama sendiri lah orang yang di maksud teman Pratama itu, walaupun itu semua masuk akal dan menjadi sedikit bukti untuk Jacelyn, Jacelyn tetap mencoba untuk tidak mempercayai pikirannya itu.


" Karena aku ingin bersamamu." Jawab Pratama.


Jawaban yang membuat Jacelyn sedikit lebih lega, karena bisa saja orang yang jatuh cinta merelakan apapun itu demi orang yang dia cintai.


Seperti Jacelyn sendiri, yang merelakan apapun demi menikah dengan Pratama.


" Jika kamu ingin sesuatu kamu tinggal meminta sama pembantu, temanku membuat fasilitas ini hanya untuk ku dan dirimu." Ucap Pratama.


" Baiklah, sepertinya aku harus bertemu dengan temanmu." Jawab Jacelyn.


" Kenapa kamu ingin bertemu dengan temanku itu?" Tanya Pratama sedikit panik.

__ADS_1


" Aku harus berterimakasih karena sudah mempersiapkan ini semua untukmu dan aku." Jawab Jacelyn.


" Ohh, kalau itu gampang, aku akan mengabari dirinya jika kamu ingin berterimakasih dengannya." Ucap Pratama.


" Aku ingin bertemu dengannya langsung, entah itu kapan? Aku berharap secepatnya." Jawab Jacelyn.


Kini giliran Pratama yang pusing dengan keinginan Jacelyn, karena dia berbohong tentang temannya itu.


Tetapi Pratama mencoba untuk tetap tenang menjaga Jacelyn supaya tidak semakin curiga dengan dirinya.


***


Sampai sore harinya, kini Jacelyn dan Pratama menyantap makana malam yang sudah di siapkan untuk mereka.


Sampai mereka berdua selesai makan malam kini mereka kembali ke kamarnya lagi.


Pratama duduk di kursi rotan yang ada di balkon kamarnya, dan sedangkan Jacelyn duduk di samping Pratama.


Mereka berdua menikmati pemandangan itu, bintang-bintang yang gemerlapan di atas langit menghiasi pemandangan itu.


Lampu kota yang semakin memperindah pemandangan pada malam itu.


Kini Jacelyn beranjak pergi dari tempat duduknya.


" Kamu mau ke mana?" Tanya Pratama.


" Tunggu sebentar, aku akan kembali sebentar lagi, aku mau ke kamar mandi." Jawab Jacelyn yang berlalu pergi.


Pratama tak menghiraukan Jacelyn, kini dia sedang menikmati pemandangan itu.


" Akhirnya, keinginan ku untuk pergi ke tempat ini bersama Jacelyn tercapai juga, sudah dari awal aku membeli vila ini aku ingin bersamanya, kini tercapai sudah keinginan itu." Ucapnya dalam hati sembari tersenyum.


Lamunannya itu di sadarkan Jacelyn yang sudah berada di sampingnya dan langsung duduk di pangkuan Pratama.


Ternyata Jacelyn pergi untuk mengganti pakaiannya, kini dia memakai long dress lengan pendek berwarna putih menerawang, dan tanpa memakai Daleman apapun.


Keadaan itu membuat Pratama menjadi tidak berdaya, padahal dia menginginkan hal itu tetapi setelah ada di depan matanya malah Pratama tidak bisa apa-apa.


Wajah yang memucat menandakan bahwa Pratama baru pertama kali mengalami hal ini.


" Kamu kenapa? Sepertinya kamu sedang tidak enak badan." Ucap Jacelyn di pangkuan Pratama.


" Aa.. aku baik-baik saja." Jawab Pratama dengan gugup.


" Benarkah?" Ucap Jacelyn sembari menggoda.


Jacelyn langsung melayangkan ciuman di bibir Pratama, Jacelyn berusaha menguasai diri Pratama.


Jacelyn memberikan pelayanan terbaik untuk Pratama, ujung hidung Jacelyn yang menelusuri seluruh tubuh milik Pratama.


Membuat Pratama tidak bisa menahannya lagi, kini Pratama langsung menggendong Jacelyn, Pratama tidak ingin malam pertamanya ini menjadi milik Jacelyn saja.


Malam yang penuh dengan gairah, dan keringat yang membanjiri tubuh mereka berdua.

__ADS_1


Di tambah pemandangan yang indah membuat suasana seromantis itu membuat semua orang ingin merasakannya.


...----------------...


__ADS_2