
Setelah mendapatkan restu dari ayahnya Jacelyn, mereka berdua merasa senang, sekarang tinggal Pratama yang sedang memikirkan bagaimana caranya mencari saksi untuk pernikahan mereka.
Sedangkan orang tua Pratama sudah tidak ada semua, Pratama hanya seorang yang tinggal sendiri sejak kecil, dia sudah di tinggal orang tuanya dari dia kecil.
Ayah dari Jacelyn sedang menikmati tehnya, dan sedangkan Pratama yang masih bingung memikirkan cara untuk mencari saksi, tiba-tiba ayah Jacelyn berbicara.
" Kapan kalian akan menikah?" Tanya ayahnya.
" Seminggu setelah ini yah bagaimana?" Jawab Jacelyn.
" Baiklah, bagaimana dengan Pratama? Orang tua mu apa sudah setuju dengan pernikahan ini?" Tanya ayah Jacelyn kepada Pratama.
" Saya tinggal sendiri dari kecil om, orang tua sudah tidak ada sedari saya masih umur lima tahun." Jawab Pratama.
" Maafkan saya, saya tidak tahu tentang itu." Ucap ayahnya.
" Iya om tidak apa-apa." Jawab Pratama.
" Terus bagaimana jika kalian menikah, apakah kamu tidak mempunyai saudara untuk menjadi saksi, jika tidak pernikahan ini tidak akan bisa berjalan." Jelas ayah Jacelyn.
Seketika itu pikiran terlintas dari dalam otak Pratama, kini dia tahu siapa yang akan menjadi saksi pernikahannya.
" Saya ada saudara om, tetapi bukan saudara kandung, karena saya hidup sendiri dari dulu." Jawab Pratama.
Yang di maksud Pratama adalah Rio sekertarisnya itu.
" Baiklah jika sudah selesai, aku akan pulang, ibumu pasti curiga nanti." Ucap ayahnya kepada Jacelyn.
" Baik yah, terimakasih ayah." Jawab Jacelyn.
" Iya, ingat Pratama kamu harus jaga Jacelyn dengan baik, dia anak satu-satunya yang aku punya, aku tidak akan mengampuni dirimu jika kamu menyakiti perasaan Jacelyn." Ucap ayahnya.
" Baik om, aku akan mencoba semaksimal mungkin menjaga Jacelyn." Jawab Pratama.
" Mulai sekarang panggil aku ayah, bukan om." Ucap ayah Jacelyn.
" Baik om.. eh ayah." Jawab Pratama sedikit gugup.
Setelah itu ayah Jacelyn pun langsung berpamitan pulang, jika tidak ibunya akan mencari tahu tentang keberadaan ayahnya itu.
Setelah kepulangan ayah Jacelyn, kini Pratama dan Jacelyn sedang membicarakan pernikahan mereka.
Mereka ingin pernikahan ini di sembunyikan dari publik, mereka mencoba untuk menyembunyikan pernikahan itu dari perusahaan, hanya orang dari pihak keluarga saja yang mengetahui itu.
***
Sampai di acara pernikahan mereka berdua, pernikahan itu berjalan lancar sesuai rencana mereka.
__ADS_1
Hanya ada beberapa orang di acara itu untuk menjadi saksi, Jacelyn membayar beberapa orang untuk menjadi saksi umum.
Acara pernikahan itu di laksanakan di apartemen Pratama.
Sampai acara pernikahan mereka selesai, dan ayah dari Jacelyn juga sudah pulang, dan sedangkan Rio sekertarisnya Pratama masih tetap di apartemen.
" Bro, selamat ya atas pernikahan mu." Ucap Rio.
Sebenarnya Rio agak sedikit canggung jika dia memanggil Pratama dengan panggilan bro, rasanya sedikit aneh di dengar oleh Rio sendiri.
" Baik terimakasih sudah menjadi saksi pernikahan ku dan Jacelyn." Jawab Pratama.
Jacelyn sudah merasa lega karena dia sudah benar-benar menikah dengan Pratama.
" Aku akan ke kamar dulu untuk membersihkan sisa makeup ini." Ucap Jacelyn.
" Baiklah, nanti aku akan menyusul mu." Jawab Pratama.
Jacelyn pun langsung berlalu pergi ke kamarnya.
Sebenarnya Pratama mengharapkan hal itu, karena dia bisa berbicara dengan Rio dengan bebas tanpa ada sesuatu yang di sembunyikan.
Setelah Jacelyn sudah memasuki kamar dan menutup kamar, Pratama dan Rio bernafas lega.
" Aku ingin besok kamu mengurus tiket pesawat ke vila tempat favorit ku, aku ingin malam pertama dengan Jacelyn di sana." Ucap Pratama.
Bisa saja Pratama menaiki pesawat pribadinya tetapi Pratama tidak menginginkan itu, jika Pratama menaiki pesawat pribadinya justru bisa membuat Jacelyn menjadi lebih curiga.
Alasan itulah yang membuat Pratama untuk mengajak Jacelyn menggunakan pesawat umum.
" Bagus, itu yang membuat aku memilih mu untuk menjadi sekertaris ku." Jawab Pratama.
Rio tersanjung dengan perlakuan Pratama terhadapnya.
" Bos, saya ingin memberi tahu bos, jika minggu depan bos harus mengunjungi pertemuan dengan pembisnis lain, termasuk Bu bos harus mewakili perusahaannya itu." Ucap Rio.
" Aku sudah merencanakan sesuatu untuk itu, jadi persiapkan saja untuk membuat acara kejutan di pertemuan itu." Jawab Pratama.
" Apa yang bos rencanakan?" Tanya Rio penasaran.
" Itu rahasia, sekarang kamu pulang dulu aku mau menyusul istriku di kamar." Jawab Pratama.
Rio tersenyum jahil melihat tingkah Pratama, Rio pun paham maksud dari pengantin baru itu.
" Baik bos aku mengerti." Ucap Rio dengan senyum jahil yang menyelimuti wajahnya.
" Jika kau sudah mengerti, sana cepat pergi." Ucap Pratama sembari mendorong Rio menuju pintu keluar.
__ADS_1
" Pergi.. pergi.. pergi.." ucap Pratama.
Senyum jahil yang terus keluar dari mulut Rio.
Setelah Rio pergi meninggalkan apartemen, kini Pratama masuk ke dalam kamar untuk memberitahu tentang tiket yang di bawanya saat ini.
" Sayang..." Ucap Pratama sembari membuka pintu.
" Apa?" Jawab Jacelyn cuek.
Jacelyn tetap sibuk membersihkan makeup yang tersisa di wajahnya.
" Aku pernah bilang kepadamu jika aku akan mengajakmu ke tempat favorit untuk melakukan malam pertama." Ucap Pratama dengan senyum merekah.
" Lalu? Kapan kamu akan mengajak aku kesana?" Tanya Jacelyn.
" Besok, dan aku juga sudah membeli tiketnya." Jawab Pratama sembari menunjukkan tiket itu.
Jacelyn hanya melirik dari pantulan cermin yang ada di depannya.
" Sebenarnya kemana kamu akan mengajak ku? Sampai-sampai kamu membeli tiket untuk pergi kesana." Tanya Jacelyn yang masih penasaran.
" Kamu juga akan tahu sendiri besok." Jawab Pratama.
Kini Jacelyn sudah selesai membersihkan sisa makeup-nya, dia kini berbalik ke arah Pratama yang sedang duduk di ujung ranjang.
" Tapi ngomong-ngomong kamu dapat uang dari mana bisa membeli tiket itu?" Tanya Jacelyn.
Pasalnya Jacelyn tidak pernah mengeluarkan uang sedikitpun selama dia tinggal bersama Pratama, dan semua yang membayar adalah Pratama.
Wajar saja jika Jacelyn curiga dengan Pratama, karena dia hanya bekerja sebagai cleaning servis di perusahaannya.
" Ini adalah hadiah dari temanku." Jawab Pratama.
Jacelyn semakin penasaran siapa sebenarnya teman Pratama itu.
" Siapa sebenarnya teman mu itu? Aku jadi penasaran." Tanya Jacelyn.
" Kamu akan tahu nanti setelah dia pulang dari luar negri." Jawab Pratama.
Jacelyn hanya diam setelah mendengar jawaban dari Pratama, kini dia sudah merasa lega dengan pernikahan ini.
Pikir Jacelyn setelah pernikahan ini situasinya akan semakin mudah, justru malah sebaliknya.
Setelah pernikahan itu membuat masalah dengan ibunya semakin banyak dan semakin berat.
Maaf ya jika update episodenya terkadang lambat, karena untuk novel ini setiap episodenya instan dari inspirasi yang ada di otak, sekali mendapatkan ide hari ini, ya hari ini juga ada update 😅😅 maaf ya 🙏🙏🙏
__ADS_1