CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Datangnya Sekertaris Pratama


__ADS_3

Melihat sekertaris dan salah satu bawahannya itu Pratama hendak mengusir mereka berdua tetapi di hentikan dengan suara Jacelyn yang menanyakan siapa yang datang.


" Siapa yang datang Pratama?" tanya Jacelyn dari meja makan.


" Ini teman ku datang." jawab Pratama seadanya.


" Ya sudah suruh masuk saja!" terus Jacelyn.


Pratama menghela nafas berat, dia benar-benar pusing dengan kehadiran dua orang ini.


" Kalian jangan panggil saya seperti biasanya, panggil saja Bro, kalian paham!" bisik Pratama yang tetap ingin menyembunyikan identitasnya.


" Ok siap Bos." jawab mereka berdua serentak.


Pratama menghela nafas lega sekarang, tetapi tetap panik karena kedua bawahannya ini sering keceplosan jika berbicara.


Akhirnya Pratama menyuruh masuk kedua bawahannya itu.


Ketika sampai di meja makan, Pratama juga mengajak mereka untuk makan.


" Sini silahkan duduk, kalian ikut makan malam." Ucap Pratama.


Jacelyn yang melihat temannya Pratama itu hanya tersenyum lembut.


" Baik, terimakasih" jawab sekertarisnya.


Sekertaris Pratama yang melihat ada Jacelyn di sana melirik ke arah Pratama dengan senyuman seperti mengetahui sesuatu maksud dari bosnya.


Mereka makan bersama dengan tenang dan sampai dimana Jacelyn menanyakan identitas sekertaris dan bawahannya itu.


" Oh iya, ngomong-ngomong kalian berdua namanya siapa?" tanya Jacelyn sembari mengunyah makanannya.


" Nama saya Rio, saya se... aaww."

__ADS_1


Belum selesai mejelaskan Rio (sekertaris) yang tengah duduk di samping Pratama langsung di injak sekuat tenaga oleh Pratama.


Jacelyn pun langsung menatap wajah Rio yang tengah kesakitan karena kakinya diinjak oleh Pratama.


" Kamu kenapa? Tadi juga kamu bilang se.. sekertaris atau apa sih?" tanya Jacelyn yang bingung melihat tingkah kedua orang itu.


" Tidak apa-apa kaki saya tadi sedikit keram, karena perjalanan jauh." jawab Rio..


" Ohh" jawab Jacelyn cuek, tetapi dia tetap menaruh rasa curiga dengan gelagat mencurigakan dari mereka berdua.


" Pantas saja bos tidak mau pulang ke kantor lagi, ternyata ada wanita secantik ini, jadi tau juga alasan bos beli apartemen ini." Bisik Rio sekertaris ke Pratama.


" Ssttt, jangan bicara lagi! Atau gak ada gaji selama satu bulan untuk kamu." jawab Pratama dengan nada pelan.


" Siap.." jawab Rio seadanya.


Jacelyn yang sedari tadi menikmati makan malam mata Jacelyn tidak tidak lepas dari Pratama dan Rio.


Sampai beberapa saat kemudian mereka selesai makan, Rio sekertaris dan bawahannya pergi dari apartemen Pratama itu.


Rio dan bawahannya hanya menahan tawa dan langsung pergi dari apartemen.


Pratama pun langsung kembali ke meja makan untuk membereskan semua piring kotor dan sisa-sisa makanan tadi, setelah sampai di dapur ternyata Jacelyn sudah dulu membereskan semua piring yang ada di meja makan dan sekarang Jacelyn tengah mencuci piring-piring itu.


Pratama yang mengetahui itu pun langsung mengganti alih Jacelyn yang tengah mencuci piring.


" Jacelyn, sudah biarkan aku saja, kamu duduk manis saja di sofa depan TV itu." ucap Pratama serta mengambil piring yang tengah di pegang oleh Jacelyn.


" Udah, aku disini numpang sama kamu, jadi biarkan aku saja, aku juga malu kalau tidak melakukan apa-apa." jawab ketus Jacelyn.


" Tidak apa-apa, kamu kan tetap bos aku jadi ini hal yang biasa buat aku."


Pratama tetap memaksa Jacelyn untuk duduk di sofa, tetapi Jacelyn tetap tidak mau dengan penjelasan Pratama.

__ADS_1


Pratama yang melihat Jacelyn dengan kekeh dengan ucapannya, membiarkan Jacelyn melakukannya dan di bantu oleh Pratama.


***


Jacelyn yang mengingat perkataan Pratama sebelum pindah ke apartemen ini mencoba menanyakan kepada Pratama.


" Tadi kamu di samperin sama siapa? Orang yang menanyakan keberadaan ku.?" tanya Jacelyn penasaran.


" Saya tidak tau pasti, yang pasti itu orangnya seperti suruhan orang tua kamu, dua orang memakai baju serba hitam badannya besar-besar semua." jawab Pratama dengan mempraktekkan orang yang telah menghampiri Pratama tadi.


Jacelyn yang melihat tingkah konyol Pratama itu hanya bisa tertawa lepas.


Baru kali ini Jacelyn bisa tertawa lepas, sedari dulu Jacelyn terlihat dingin walaupun kadang-kadang terlihat seperti orang yang penuh kasih sayang.


Pratama yang melihat Jacelyn tertawa juga merasa senang di hatinya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Besok saya akan keluar sebentar, saya juga mau menyuruh orang untuk mengambil HP dan dompet yang tertinggal di rumah saya." ucap Jacelyn yang telah selesai membersihkan semua piring itu.


" Oh ya udah, mau saya temani?" jawab Pratama sembari menawarkan diri untuk ikut menemani Jacelyn.


" Kalau kamu mau silahkan, tapi jangan mengacau ya!" Jawab Jacelyn ketus.


" Siap." jawab Pratama dengan mengangkat tangannya seperti memberi hormat.


" Tapi gimana pekerjaan saya?" lanjut Pratama sedikit lemas.


" Sudah jangan di pikirkan, kamu lupa kalau aku bisa kamu yang sebenarnya." jawab Jacelyn menjelaskan.


Pratama yang mendengar penjelasan Jacelyn kembali tersenyum lagi yang sebelumnya mengerutkan keningnya.


Tujuan Pratama dari awal memang ingin mendekati Jacelyn, dia mengingat bahwa dulu dia pernah di bantu oleh Jacelyn dan ayahnya, oleh karena itu Pratama mencoba menyembunyikan identitasnya dan ingin menguji Jacelyn, dengan keadaan Pratama yang seperti sekarang apakah Jacelyn bisa menerimanya.


Dan Jacelyn yang penasaran dengan Pratama tetap mencoba mencari tau tentang Pratama tetapi usahanya tetap sia-sia orang yang di suruhnya dulu tetap memberikan informasi kalau memang Pratama adalah seorang pria miskin yang menjadi cleaning servis.

__ADS_1


Seperti dua orang yang tengah beradu berapa besarnya nama mereka, walaupun Jacelyn tidak akan pernah bisa untuk membongkar identitas Pratama dan tak akan mungkin, sedangkan Pratama adalah pewaris tunggal dari keluarga kaya raya dengan memiliki aset sebanyak tiga puluh persen di dunia itu tengah berakting menyembunyikan identitasnya.


__ADS_2