CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Acara Balas Dendam


__ADS_3

Setelah itu mantan pacarnya Jacelyn berlalu pergi, situasi di meja Jacelyn dan Pratama duduk menjadi semakin memanas.


Jacelyn yang sudah tidak kuat lagi dengan pembicaraan orang-orang di sekitarnya, dia pun berinisiatif untuk pergi dari sana.


" Tunggu sebentar, aku ingin ke kamar mandi lebih dulu." Ucap Jacelyn dengan tatapan mata berkaca-kaca.


Pratama hanya mengangguk pelan. " Kamu tidak apa-apa kan?"


" Tenang saja, aku tidak apa-apa." Jawab Jacelyn.


" Baiklah."


Setelah itu Jacelyn beranjak pergi dari tempat duduknya menuju ke toilet untuk mencuci wajahnya.


Andre yang mengetahui itu pun langsung berbicara dengan Pratama.


" Kenapa anda tidak melakukan apapun? Sedangkan orang-orang di sini sudah terpengaruh oleh omongan mantan pacarnya itu?" Tanya Andre penasaran.


" Saya tidak akan melakukan itu sekarang, tetapi nanti akan ku pastikan perusahaannya hancur hari ini juga." Jawab Pratama.


Andre tersenyum, Andre sepertinya tahu tentang rencana Pratama yang akan merubah hidup dari mantan pacar Jacelyn.


" Aku ingin menunggu saat itu tiba." Ucap Andre yang tertarik dengan pertunjukan yang akan menarik semua orang yang berada di acara itu.


Beberapa saat kemudian mantan kekasihnya Jacelyn kembali dari kamar mandi, dia tersenyum merekah karena bisa merendahkan Pratama dan Jacelyn di depan banyak orang.


Setelah beberapa saat kemudian Jacelyn juga kembali dari kamar mandi.


Jacelyn tampak lebih sekarang, di lihat dari raut wajah yang pucat sebelum pergi ke kamar mandi, setelah dia kembali kini terlihat lebih fresh.


Sampai beberapa saat Jacelyn duduk acara itu di mulai.


Beberapa orang dari pembisnis itu mulai memperkenalkan dirinya satu persatu, mereka saling bertukar ide dalam mempromosikan setiap bisnis yang mereka jalani.


Sampai beberapa saat kini giliran Jacelyn dan Pratama yang naik di atas panggung, Jacelyn memperkenalkan diri dan memperkenalkan Pratama sebagai suaminya.


Banyak orang yang kecewa dengan itu, sebenarnya banyak pembisnis lain yang menyukai Jacelyn dan ingin menikahinya.


Tetapi Jacelyn selalu menolak semua itu.


Sebelum Jacelyn turun dari panggung, terlihat dari kejauhan di pintu masuk itu terlihat ada lima orang yang berpakaian rapi.


Satu orang yang berada di tengah-tengah lima orang itu terlihat sedang menuju ke arah panggung.

__ADS_1


Setiap orang yang ada di dalam ruangan itu memberi hormat kepada lima orang yang masuk itu.


Tidak ada satu orang pun yang berani menatap wajah dari kelima orang itu.


Ketika Jacelyn dan Pratama turun, acara itu di ambil alih oleh pria itu.


" Kedatangan saya kemari, karena saya ingin memberi tahu kepada kalian semua bahwa bos besar kami berada di sini." Ucap pria itu.


Setelah mendengar itu, semua orang yang berada di sana mencari tahu tentang di mana bos besar itu.


Mereka bertanya-tanya karena tidak ada satu orang pun mengetahui secara langsung bos besar itu.


Jangankan bosnya sekertarisnya saja mereka semua belum pernah ada yang tahu.


Setelah beberapa saat kemudian pintu terbuka lagi, kini terlihat satu orang yang masuk kedalam acara itu.


Semua orang bertanya, siapa sebenarnya orang itu, tetapi beda dengan Jacelyn, Jacelyn mengetahui siapa pria tersebut.


Pria itu tidak asing baginya, setelah Jacelyn mengingat, ternyata pria itu adalah Rio, orang yang menjadi wali dari Pratama waktu pernikahannya.


Jacelyn pun heran, kenapa Rio berada di sana, Rio berjalan menuju panggung.


Yang membuat Jacelyn lebih terkejut lagi lima orang tadi hormat kepada Rio.


Semua orang yang melihat ke lima orang yang hormat kepada Rio pun langsung mengikuti hormat dengan membungkuk.


Setelah itu Rio berbicara, dia menjelaskan bahwa bosnya berada di ruangan ini.


Ketika Rio turun dari panggung dan di ikuti kelima orang tadi, Rio menghampiri Pratama.


Setiap orang mengira bahwa Jacelyn terkena masalah bersama Pratama, tetapi semua dugaan itu salah, setiap orang terbelalak kaget melihat Rio dan kelima orang tadi membungkuk kepada Pratama memberi hormat.


" Apa ini yang bos inginkan?" Ucap Rio kepada Pratama.


Pratama tertawa, " Walaupun ini tidak sesuai dengan rencana, tetapi saya sudah puas dengan pertunjukan ini." Jawab Pratama.


Jacelyn tidak bisa berkata-kata lagi, banyak hal yang dia pikirkan sekarang.


" Bos, anda bisa menuju ke panggung untuk membeli salam kepada orang yang berada di sini." Ucap Rio lagi.


" Saya rasa sudah tidak perlu lagi, sepertinya mereka semua sudah mengenal saya." Jawab Pratama.


Mantan pacarnya Jacelyn pun kini ketakutan, dia tidak bergerak sedikitpun, tadinya wajah yang sombong terlihat dari wajahnya, kini hanya bisa menunduk menahan rasa malu.

__ADS_1


" Aku hanya ingin satu orang berdiri di tengah-tengah ruangan ini." Ucap Pratama.


" Siapa bos orangnya?" Tanya Rio.


Pratama langsung menunjuk mantan kekasihnya Jacelyn itu, kini badannya merasa gemetar semua.


Mantan pacarnya itu memohon ampun untuk di maafkan dari perbuatannya.


Tetapi Pratama tidak menghiraukan semua itu.


Keempat orang itu langsung menyeret mantan pacarnya Jacelyn dengan paksa.


Kemudian Pratama langsung berdiri menuju mantan pacarnya.


Setelah sampai, Pratama langsung menampar keras wajah mantan pacar Jacelyn itu.


" Plakkkk."


" Tamparan ini untuk kau yang menghina Jacelyn." Ucap Pratama.


" Plakkkk.."


" Tamparan yang kedua ini untukmu yang pernah memukul wajah Jacelyn."


Untuk pukulan yang terakhir Pratama memukul perut dari mantan pacar Jacelyn itu dengan keras, sampai-sampai mantan pacarnya itu tidak sadarkan diri.


" Ini untuk mu yang berani mencoba memperkosa Jacelyn." Ucap Pratama.


Sebenarnya Pratama sudah bersiap memukul lagi, tetapi Jacelyn langsung berlari ke arah Pratama dan menahan tangan Jacelyn.


" Sayang.. sudah dia sudah tidak berdaya." Ucap Jacelyn sembari memelas.


Melihat wajah Jacelyn yang penuh air mata pun langsung luluh, emosinya Pratama menurun.


" Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu ketika kita sampai di apartemen." Ucap Pratama.


Jacelyn hanya mengangguk, Pratama dan Jacelyn pun langsung berlalu pergi di ikuti sekertarisnya dan wakil sekretaris itu.


Sebelum mereka pergi, Rio bilang kepada semua orang yang hadir di sana untuk tetap menyembunyikan identitasnya.


Bahkan Rio mengancam kepada semua orang yang berada di sana jika mereka membuka mulut nasib mereka akan sama seperti mantan pacar Jacelyn.


Walaupun Pratama sudah menyiksa orang itu, Pratama tetap bertanggung jawab untuk membawa pria itu ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2