CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Kekhawatiran Jacelyn


__ADS_3

Jacelyn tetap menangis di pelukan Pratama, pikir Jacelyn apa salah dia sampai dia di perlakukan seperti ini, niatnya untuk ke perusahaan cabang ini cuma ingin mengucapkan terima kasih karena telah membantu perusahaannya yang di ambang kebangkrutan.


Pratama yang sedari tadi memeluk Jacelyn yang tengah menangis, sekarang dia mengulurkan tangannya menyentuh pipi kanan dan kiri Jacelyn menatapnya dengan tajam dan bertanya kepada Jacelyn.


" Mau di apakan orang itu?" Tanya Pratama.


Jacelyn hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Pratama.


" Akan aku lakukan apapun untuk membalas perbuatan orang itu terhadapmu, sekalipun kamu bicara ingin membunuh orang itu, akan aku lakukan demi kamu." Terus Pratama.


" Tidak.. tidak perlu dia sudah tidak berdaya, lagi pula kantor ini yang membantu aku."


Akhirnya wanita itu berbicara juga walaupun dengan nafas yang tersengal-sengal menahan sesak tangisnya.


" Tapi bukan dia yang membantumu, yang membantumu adalah putra pewaris tunggal di perusahaan Prama Group." Tegas Pratama.


Jacelyn menjauhkan wajahnya yang berhadapan langsung dengan Pratama.


Jacelyn juga bingung dengan Pratama, kenapa dia bisa tau kalau yang membantu perusahaannya adalah pewaris tunggal dari perusahaan Prama Group, sedangkan dia belum memberi tahu tentang semua itu kepada Pratama.


Untuk saat ini Jacelyn tidak terlalu memikirkan tentang kecurigaan terhadap Pratama, sekarang dia tengah memikirkan dirinya yang hampir di perkosa oleh manager kantor itu.


" Tidak.. kamu tidak perlu melakukan apa-apa, kita pulang saja, tetapi jika kita pulang bagaimana dengan orang ini?" Ucap Jacelyn.


" Bilang saja kalau dia mau menyetubuhi mu, semua juga sudah ada buktinya dan rekaman cctv di ruangan ini bisa menjadi bukti nyata orang itu yang bersalah." Jelas Pratama.


" Baiklah.. kita pulang saja." Jawab Jacelyn dengan suara yang terbata-bata karena sesak nafas setelah dia menangis.


Jacelyn pun langsung mengambil tasnya dan menggandeng tangan Pratama berjalan menuju pintu keluar.


Di dalam perjalanan menuju apartemen Jacelyn hanya mengingat kejadian hina yang menimpa dirinya tadi.


Jacelyn sedikit trauma dengan kejadian yang sudah dua kali menimpanya, yang pertama mantan kekasihnya yang ingin menyetubuhi dirinya, ke dua manager kantor cabang yang hampir menyetubuhinya.

__ADS_1


Di dalam perjalanan itu pun tidak ada obrolan sama sekali, Pratama dengan pikirannya ingin membalas perbuatan bawahannya dan Jacelyn dengan pikiran trauma yang menimpa dirinya.


***


Setelah beberapa menit Jacelyn dan Pratama sampai di apartemen, Jacelyn langsung menuju ke kamarnya untuk mandi membersihkan sentuhan fisik yang Sempat menempel kepadanya.


Dan Pratama langsung menuju kamarnya untuk menelepon sekertarisnya, setelah masuk kedalam kamar dan menguncinya dengan rapat, Pratama mengambil handphonenya dari saku celananya, kemudian dia memencet nomor sekertarisnya.


Setelah panggilan itu terhubung.


" Halo Rio." Ucap Pratama dengan nada tegas.


Mendengar perkataan Pratama Rio tahu kalau Pratama sedang serius saat ini.


" Iya pak saya sendiri." Jawab Rio dengan tegas juga.


" Saya ingin manager kantor cabang yang ada di kota ini kamu siksa seberat mungkin, saya tidak ingin orang itu cuma masuk ke dalam penjara." Jelas Pratama.


" Terus bos mau saya apakan orang itu?" Tanya Rio.


" Baik bos." Ucap Rio seakan sudah mengerti tentang apa maksud dari Pratama.


Setelah obrolan itu Pratama langsung mematikan handphonenya, dan langsung mandi karena ada bercak darah yang tertinggal di lengan bajunya setelah perkelahian antara Pratama dan manager kantor cabang.


Di lain tempat di kamarnya Jacelyn yang membersihkan dirinya tetap tidak bisa menahan tangisnya setelah kejadian tadi.


Sudah beberapa menit Jacelyn di kamar mandi dan shower tetap di nyalakan dan air shower membasahi tubuhnya, Jacelyn tetap saja mengingat kejadian itu walaupun dia ingin melupakan kejadian tetap saja kejadian itu masih terngiang-ngiang di ingatannya.


Setelah sampai satu jam dia dikamar mandi dan selesai berganti pakaian, dia keluar kamar untuk menemui Pratama.


Sampai dia keluar dari kamarnya dia mencari Pratama, ternyata Pratama sudah tidak ada di apartemen itu, sampai dia mencari di penjuru ruangan apartemen itu tetap tidak ada.


Langkah Jacelyn terhenti di sebuah meja makan, di atas meja makan sudah tersaji makanan dan segelas susu hangat.

__ADS_1


Bukan itu yang membuat Jacelyn berhenti, yang membuat Jacelyn berhenti di meja makan karena di samping makanan yang sudah tersaji ada selembar kertas.


Jacelyn kemudian menghampiri meja makan dan membuka selembar kertas itu yang bertuliskan " Maaf ya.. aku tidak bilang kalau aku mau pergi, soalnya aku ingin bilang sama kamu, takutnya kamu nanti terganggu, jadi aku pergi ke sesuatu tempat karena ada sedikit urusan yang mendadak, ini sudah aku siapkan makanan untuk kamu dan segelas susu untuk membuatmu lebih relaks, kamu tetap di apartemen saja, apartemen itu aman untuk kamu, tidak ada orang yang berani masuk di apartemen itu."


Pesan itu tidak membuat Jacelyn bingung ataupun memikirkan hal apapun, dan Jacelyn pun langsung memakan makanan itu.


Sampai dia selesai makan dia memikirkan kejadian tadi, walaupun kejadian tadi membuat Jacelyn merasa di rendahkan tapi dari semua kejadian itu ada sedikit hal yang mengganjal di pikiran Jacelyn.


" Kok aneh ya, bukanya tadi manager itu bilang kalau pintu kantor itu cuma bisa di buka oleh kartu akses kantor dengan jabatan terendah yaitu manager kantor, lah terus kenapa Pratama bisa membuka pintu itu... Bentar-bentar kenapa semua ini menjadi sangat sulit untuk aku pikirkan." Umpatnya dengan lirih.


Jacelyn semakin pusing dengan kejadian ini, rasa penasarannya terhadap Pratama sekarang menjadi lebih tinggi, tetapi kejadian itu membuat Jacelyn tidak berfikir lagi.


" Sampai Pratama nanti pulang, akan aku tanyakan langsung dengannya, apa yang akan dia jawab setelah ini." Ucap Jacelyn dengan nada kemenangan karena bukti itu bisa membuat Pratama mengakui identitas aslinya.


***


Jacelyn menunggu Pratama sampai sore, dia berharap pria itu pulang saat itu juga karena ada banyak hal yang ingin dia katakan dengan pria itu.


Sampai waktu menjelang malam Pratama belum juga menunjukkan kedatangannya, Jacelyn mulai khawatir dengan Pratama yang tak kunjung datang.


" Kemana dia? Sampai sudah mau malam tetap belum pulang juga, tadi bilangnya cuma ada urusan sebentar, tapi sudah sampai malam belum juga kembali, jika terjadi apa-apa padanya." Ucapnya dalam hati dengan wajah yang panik.


Pikiran Jacelyn mulai kemana-mana, sebenarnya dia tidak ingin memikirkan pria itu, akan tetapi rasa yang ada di hatinya tidak bisa di bohongi, kalau Jacelyn memang punya rasa terhadap Pratama.


Waktu berjalan cukup panjang sampai sekitar tengah malam belum juga sampai pria itu.


Sampai Jacelyn terfikir kan untuk mencari pria itu, Jacelyn sudah bersiap-siap untuk pergi mencari Pratama.


Sampai Jacelyn sudah berada di depan pintu dan meraih gagang pintu untuk membukanya.


Jacelyn langsung mematung kaget melihat Pratama yang berdiri berdiri di depan pintu dengan keadaan yang tidak wajar, dengan wajah babak belur bibir dengan mulut yang mengeluarkan bekas darah dan hidung mimisan, baju yang lusuh dan robek-robek banyak darah menempel di bajunya itu.


****

__ADS_1


Apa yang sebenarnya terjadi dengan Pratama? Kenapa dia sampai seperti itu.. nantikan kelanjutan ceritanya di episode selanjutnya ya..


__ADS_2