CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Niat Buruk Yang Di Sembunyikan


__ADS_3

Setelah Pratama keluar dari ruangan Jacelyn, Pratama kembali ke dapur untuk mengambil segelas air putih dan ternyata di tengah-tengah perjalanannya menuju ke dapur, dia berpapasan dengan pria yang akan berinvestasi di perusahaan Jacelyn.


Kedua pria itu tidak ada kontak mata sama sekali, mengingat Pratama hanya seorang cleaning servis dan pria itu selalu memandang penampilan orang lain jika dia ingin berbicara dengan orang itu.


Di tempat Jacelyn yang duduk di kursinya dengan mengamati laptopnya mempersiapkan dirinya menghadapi pria itu.


Ketika Jacelyn tengah berfokus mengamati laptopnya, fokusnya terpecah dengan suara ketukan pintu yang di ketuk bertahap.


" Tok.. tok.. tok.."


" Silahkan masuk." ucap Jacelyn mempersilahkan orang yang mengetuk pintunya untuk masuk.


Suara pintu terbuka, ketika Jacelyn melihat siapa orang yang datang seketika Jacelyn dengan orang itu, mata yang membulat sempurna menandakan dia sedang terpesona dengan pria yang tinggi sekitar seratus tujuh puluh tiga senti meter.


" Selamat pagi.." ucap pria itu.


" Iya.. silahkan duduk." Jawab Jacelyn dengan tegas.


Pria itu pun langsung duduk di sofa ruangannya.


Di lihat dari cara duduknya saja sudah seperti orang yang berpendidikan tinggi, badan yang tegap menunjukkan pria itu adalah seorang yang terpandang.


Jacelyn menghampiri pria itu dan duduk di depannya sembari membawa laptopnya.


" Selamat datang, perkenalkan nama saya Jacelyn CEO dari perusahaan ini." ucap Jacelyn tanpa basa-basi.


" Perkenalkan juga, nama saya Andre dari perusahaan Proly Group." jawab pria itu sembari menjabat tangan Jacelyn.


Jacelyn langsung menunjukkan layar laptopnya dan mempresentasikan sebuah cara kerja perusahaannya dan bisnisnya.


Andre hanya menganggukkan kepalanya pertanda dia mengerti, di saat Jacelyn mulai bicara Andre tidak lagi berfokus pada layar laptop tetapi dia berfokus kepada Jacelyn yang menjelaskan.


Memang kecantikan Jacelyn tidak bisa di tolak, melihat Jacelyn yang sekarang, pria normal mana yang tidak tertarik kepadanya.


Pratama yang sekaya itu saja bisa tertarik kepada Jacelyn.


Setelah selesai Jacelyn menjelaskan semuanya dia kembali duduk.


Andre yang yang melihat Jacelyn sudah selesai berbicara, dia langsung menyetujui untuk berinvestasi di perusahaan Jacelyn itu.


" Setelah saya mendengar data dan cara kerja perusahaan ini, saya langsung tertarik, saya akan berinvestasi di perusahaan ini." ucapnya.


Jacelyn menghela nafas lega, karena dia pikir pria itu akan bermacam-macam dengannya, tetapi pria itu langsung mau berinvestasi di perusahaannya itu.

__ADS_1


" Baiklah, silahkan menandatangani kontrak kerja ini, jika ada yang perlu di pertanyakan silahkan." ucap Jacelyn tanpa basa-basi, Jacelyn memang tipe orang yang langsung pada intinya dia tidak suka dengan orang yang banyak berbicara mengenai hal yang tidak penting.


" Baiklah, sebelum itu, apakah kamu malam ini ada acara?" Tanya Andre.


" Kenapa?" jawab Jacelyn penasaran.


" Aku akan menandatangani surat kerja ini, tetapi kamu harus datang malam ini di hotel nanti untuk acara makan malam." jelas Andre.


" Sore ini aku ada acara dengan teman-teman ku." jawab Jacelyn.


" Baiklah, saya bisa menandatangani surat ini jika kamu bisa datang hari ini, tetapi jika kamu tidak bisa datang mungkin saya akan membatalkan investasi saya di perusahaan ini." Ancam Andre, sedikit memaksa Jacelyn untuk ikut acara makan malam dengan Andre.


Jacelyn berfikir keras waktu itu, dia kembali teringat dengan perkataan ibunya dan dia juga teringat dengan janjinya dengan Pratama jika hari ini akan datang ke apartemennya.


Jacelyn mendadak pusing, akhirnya dia memutuskan jika dia akan ikut bersama dengan Andre, karena dia pikir Pratama akan mengerti jika Jacelyn menjelaskan situasinya.


" Baiklah saya akan ikut denganmu, jam berapa? dan di mana tempatnya?" Jawab Jacelyn.


" Nanti saya akan memberi kabar kepadamu lewat chat, aku juga sudah dapat nomor telepon kamu dari orang tua kamu." jawab Andre.


Jacelyn terpaksa mengikuti ajakan Andre, karena dia mengingat jika dia tidak mengikuti pria itu, nyawa Pratama akan menjadi pertaruhan.


Jacelyn lebih mementingkan nyawa Pratama saat ini, dia akan berkata kepada Pratama nanti jika pria itu sudah pergi.


Sudah sekitar dua jam pria itu di ruangan Jacelyn, jam menunjukkan hampir waktunya makan siang, Andre mencoba mengajak Jacelyn untuk makan siang bersama dan membahas lagi tentang bisnis.


Tetapi kata bisnis itu hanya sebuah alasan saja untuk membuat Jacelyn ikut bersamanya.


" Sebentar lagi jam makan siang, bagaimana kalau kita makan siang bersama? Sekalian melanjutkan pembicaraan tentang bisnis ini." Ucap Andre.


Jacelyn menghela nafas panjang. " Baiklah, saya akan memesan tempat yang tidak jauh dari sini."


Andre hanya tersenyum mendengar jawaban Jacelyn, karena dia pikir semua rencananya untuk lebih dekat lagi dengan Jacelyn berhasil.


Sampai di waktu dimana Andre dan Jacelyn hendak pergi makan siang. Di tengah perjalanan menuju restoran yang di pesan Jacelyn, Jacelyn melihat Pratama yang sedang membersihkan lantai di tempat resepsionis karena ada air yang tumpah karena kecerobohan seseorang karyawan.


Jacelyn hanya melirik ke arah Pratama tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun dan langsung melewatinya.


Pratama yang melihat Jacelyn dengan Andre yang melewati dirinya hanya bisa tersenyum.


" Apa sudah selesai?" tanya karyawan resepsionis itu menyadarkan Pratama dari lamunannya.


" Su.. sudah sudah" jawab Pratama kembali mengambil lap dan kain pel.

__ADS_1


Pratama pun langsung beranjak pergi dan kembali lagi ke tempatnya.


Sampai di sore harinya Pratama sengaja pulang terlebih dahulu untuk mempersiapkan makan malamnya bersama Jacelyn nanti.


Dan sedangkan Jacelyn masih berada di ruangannya memikirkannya bagaimana memberitahu Pratama jika dia tidak bisa pergi ke apartemennya hari ini.


" Apa yang harus aku lakukan? bagaimana caranya aku memberi tahunya jika aku tidak bisa ke tempatnya sore ini karena ada makan malam bersama Andre." Ucap Jacelyn dalam hati.


Tiba-tiba suara handphonenya berbunyi dan menyadarkan Jacelyn dari pikirannya itu.


Terlihat dari layar handphone ada notifikasi pesan dari seseorang.


" Aku akan menunggumu di hotel jam enam, aku juga sudah mengirimkan lokasi hotel ini. Andre" isi pesan yang setelah di buka oleh Jacelyn.


Jacelyn langsung mengambil tasnya bergegas pulang mempersiapkan dirinya untuk makan malam itu.


Di tempat Pratama yang belum mengetahui Jacelyn yang tidak bisa ke apartemennya kini telah mempersiapkan makan malam juga.


" Aku harus memberikan kesan terbaik untuknya hari ini." ucap Pratama yang tengah menata meja untuk makan malamnya nanti.


Pratama yang tengah bernyanyi dan berjoget untuk mengekspresikan dirinya saat ini kalau dia memang terlihat sangat senang.


Di tempat Jacelyn sekarang, dia tengah mencari gaun untuk makan malam bersama Andre, dia lupa bahwa dia juga memilki janji dengan Pratama hari ini.


Sampai di mana makan malam bersama Andre itu di mulai, mereka mengobrol seperti biasa, Andre yang mencoba menanyakan tentang Jacelyn tetapi hal itu gagal karena setiap pertanyaan Andre yang di luar dari urusan bisnis selalu di potong oleh Jacelyn.


" Sepertinya tidak semudah yang aku bayangkan." ucap Andre yang menatap Jacelyn dengan senyuman iblis seperti ada yang di rencanakan Andre.


Di tempat Pratama sekarang, Pratama menunggu kehadiran Jacelyn tetapi belum juga datang.


Pratama sudah menunggu sekitar dua jam kedatangan Jacelyn tetapi Jacelyn tetap tidak kunjung datang ke apartemennya.


Sudah sampai larut malam Pratama menunggu Jacelyn tetapi tetap saja dia tidak menemukan tanda-tanda bahwa Jacelyn akan datang.


Akhirnya Pratama sudah putus asa dia tidak lagi ingin menunggu Jacelyn mengabarinya kalau Jacelyn tidak bisa datang.


Pratama langsung mengambil handphonenya dan menelepon seseorang untuk mencari keberadaan Jacelyn.


Sampai beberapa saat setelah menelepon seseorang itu, Pratama mendapatkan pesan dari orang itu bahwa Jacelyn tengah makan malam bersama seseorang di salah satu hotel.


Pratama yang melihat pesan itu pun hanya tersenyum, dia tidak ingin mengganggu Jacelyn dengan mengabari Jacelyn lewat chat atau meneleponnya.


Pratama memiliki rencana sekarang, apa yang akan di katakan Jacelyn nanti itu akan menentukan hidup Jacelyn kedepannya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2