CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Siksaan


__ADS_3

Setelah kejadian Pratama yang menakuti Andre, kini Pratama sedang membersihkan ruangan Jacelyn.


Sampai beberapa saat berlalu Pratama yang sudah selesai dengan kini tengah berada di dapur.


Ketika Pratama sedang asik menikmati kopinya tiba-tiba saja ada orang yang menghampiri dirinya.


Dua orang berpakaian rapi serba hitam dengan badan berotot seperti layaknya body guard.


Pratama tetap santai dengan keadaan itu, dia tetap menikmati kopinya dengan hati-hati agar tidak tumpah.


Ketika dua pria berotot itu sampai di hadapannya, pria itu langsung menarik kerah baju Pratama dengan kasar sampai-sampai Pratama tersungkur di lantai.


" Apa maksudnya ini?" Tanya Pratama yang langsung berdiri merapikan bajunya yang sedikit berantakan.


" Kami di suruh untuk menemui dirimu, bos kami bilang kalau kamu yang menyembunyikan anaknya bernama Jacelyn." Ucap pria itu.


Ternyata pria berotot itu adalah suruhan dari ibu Jacelyn.


" Saya tidak tahu apa-apa tentang anaknya, bagaimana mungkin saya membawa anak yang seorang bos di perusahaan ini, saya hanya seorang cleaning servis di perusahaan ini." Jelas Pratama dengan tenang.


Kedua pria itu sedang berfikir setelah mendengar jawaban Pratama, apa yang di bilang Pratama memang masuk akal.


Kedua pria itu pun langsung menghubungi bosnya, bosnya itu tak lain ibunya Jacelyn.


Ketika mereka berdua menghubungi bosnya mereka hanya mengangguk dan mengucapkan kata ' baik ' tanda mereka berdua mematuhi perintah bosnya itu.


Setelah pria itu selesai menelepon.


" Kau tidak akan bisa kemana-mana, bos kami sedang menuju ke sini, sebelum bos kami sampai di sini, nikmatilah hidupmu dengan baik." Ancam dua pria itu.


Pratama hanya tersenyum mendengar perkataan mereka berdua itu, kini Pratama kembali duduk dan menikmati kopinya lagi.


Pratama menyesap kopinya dengan sangat menikmati kopi itu, membuat pria berotot itu menelan ludahnya.


Pratama melihat kedua pria berotot itu seperti orang yang ingin menikmati kopi seperti Pratama.


" Kalian mau? Kalau kalian mau saya akan membuatkan untuk kalian." Ucap Pratama.

__ADS_1


Kedua pria itu saling bertatapan, tatapan yang bertanya-tanya.


" Bagaimana? Sepertinya kopinya enak, sudah lama aku tidak menikmati kopi." Ucap pria berotot itu kepada temannya dengan berbisik.


" Selagi kita menunggu bos datang tidak apa-apa kita menerima tawaran itu." Jawab teman pria berotot itu.


Pratama yang melihat mereka berdua pun langsung berdiri menuju ke rak kecil.


" Mau pergi kemana kau?" Tanya pria berotot itu melihat Pratama yang pergi.


" Aku akan membuatkan kopi untuk kalian, kalau kalian melarang ya sudah aku kembali menikmati kopi ku lagi." Jawab Pratama.


Pratama kembali lagi ke tempat duduknya, ketika Pratama hendak duduk dia di tahan pria itu.


" Baiklah, jangan anggap aku mau di buatkan kopi darimu, aku akan mengampuni mu." Ucap pria berotot itu.


" Baiklah terserah kalian saja mau bilang apa." Jawab Pratama.


Pratama langsung membuatkan kopi untuk kedua pria itu, Sampai beberapa saat Pratama selesai membuatkan kopi untuk kedua body guard itu.


Kini kedua pria itu dan Pratama sedang menikmati kopi bersama, kedua pria itu sudah lupa dengan tugasnya saat ini.


Setelah selesai menikmati kopinya kedua body guard itu kembali menjalankan tugasnya.


Tidak berselang lama bos dari kedua body guard itu datang yang tak lain adalah ibunya Jacelyn.


Semua orang di perusahaan itu menunduk melihat ibunya Jacelyn yang datang, sampai ibunya itu di tempat Pratama.


Ketika ibunya itu tepat berada di depan Pratama, Pratama langsung menunduk menghadap ibunya Jacelyn itu.


Ibunya itu menatap Pratama dari bawah hingga atas, tatapan tajam yang di tunjukkan ibunya itu tidak lepas tatapan kebencian.


" Selamat pagi Bos besar." Ucap Pratama.


Ibunya itu diam saja, sampai beberapa saat kemudian ibunya itu berbicara.


" Di mana Jacelyn?" Ucap ibunya ketus menanyakan keberadaan Jacelyn.

__ADS_1


" Saya tidak tahu bos, saya hanya cleaning servis di perusahaan ini." Jawab Pratama.


Tiba-tiba satu pukulan melayang ke arah perutnya.


" Di mana Jacelyn?" Tanya ibunya lagi.


" Saya tidak tahu, saya hanya seorang cleaning servis di sini, kalau bos bertanya tentang Jacelyn, bertanya kepada orang yang bernama pak Andre, dia pagi-pagi sudah berada di sini, suruh dia datang ke sini." Jelas Pratama.


Ibunya Jacelyn itu langsung menghubungi Andre untuk menuju ke perusahaan milik Jacelyn lagi.


Setelah ibunya menghubungi Andre tidak berselang lama Andre pun datang.


Andre yang memasuki dapur itu, melihat Pratama yang sedang berdiri wajah datar menatap Andre.


Andre yang melihat Pratama itu wajah ketakutan nampak di wajah Andre, mengingat kejadian pagi tadi yang membuat perusahaannya hampir bangkrut.


" A..aada apa Bu?" Tanya Andre kepada ibunya Jacelyn.


" Apakah Jacelyn bersamamu semalam?"


Mendengar itu Andre menatap wajah Pratama dengan ketakutan yang nampak jelas di wajahnya.


" Ii..yyaa Bu.. semalam Jacelyn bersama saya." Jawab Andre dengan gugup.


" Baiklah.. tapi kenapa kamu seperti orang panik?" Tanya ibunya.


" Tidak Bu, aku sedang tidak enak badan saja." Jawab Andre.


Setelah percakapan itu, akhirnya Pratama lolos dari penyiksaan ibunya Jacelyn, Pratama cukup puas dengan akting Andre di depan ibunya Jacelyn.


Mereka semua pun pergi, kecuali kedua body guard itu.


" Makasih kopinya ya, enak kopi buatan mu." Ucap pria berotot itu sembari menepuk pundak Pratama.


" Maaf tadi sudah memukulmu, kalau tidak begitu aku akan di pecat dari pekerjaan ku." Ucap pria satunya.


" Baik-baik aku bisa mengerti keadaan mu." Jawab Pratama dengan tersenyum.

__ADS_1


Walaupun pria berotot itu sempat kejam dengan memukul Pratama, tetapi mereka tidak lupa meminta maaf atas tindakan yang salah.


__ADS_2