CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Di dalam perjalanan pulang menuju ke apartemen, tanpa Jacelyn dan Pratama sangka, ada dua orang memberhentikan paksa mobilnya.


Melihat dua orang itu membuat Pratama memberhentikan mobilnya ke pinggir jalan raya.


" Berhenti kau!" Ucap pria itu memberhentikan Pratama.


Kemudian Pratama berhenti.


" Ada apa ya, mas?" Tanya Pratama yang bingung.


" Kau ikut dengan ku." Ucap pria itu.


" Saya tidak tahu maksud mas, saya juga tidak kenal dengan mas, karena itu kenapa saya harus ikut dengan mas?" Jelas Pratama.


Pratama yang masih di dalam mobil itu pun langsung di seret ke luar dengan paksa oleh kedua pria itu.


Jacelyn yang melihat itu pun langsung panik, Jacelyn tidak berani keluar dari mobil, melihat Pratama yang sedang di seret dan di pukuli oleh kedua pria itu.


Jacelyn langsung mencoba membuka ponsel Pratama dan langsung menelpon sekertaris Pratama yang bernama Rio.


Belum juga Jacelyn berhasil menelepon Rio, sudah ada lima orang yang membantu Pratama.


Jacelyn yang melihatnya pun langsung keluar dari mobil dan menghampiri Pratama yang masih tergeletak di pinggir jalan dengan menahan rasa sakit.


" Sayang.. ayo kita ke rumah sakit." Ucap Jacelyn yang panik.


" Tidak. Tidak perlu, aku juga tidak kenapa-kenapa." Jawab Pratama.


Kemudian Pratama mencoba berdiri dan di bantu Jacelyn yang membopong tubuh Pratama.


Setelah Jacelyn membopong Pratama ke dalam mobilnya, Jacelyn semakin panik ketika Pratama batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


" Ayo kita ke rumah sakit. Itu kamu sampai batuk berdarah, kita cek ke rumah sakit apa ada luka dalam." Ucap Jacelyn dengan panik.


" Aku tidak apa-apa sayang serius, lebih baik kita ke apartemen aja, dari pada nanti ada orang suruhan ibu kamu lagi." Jelas Pratama.

__ADS_1


Mendengar itu Jacelyn akhirnya paham, memang benar apa yang dikatakan Pratama, jika nanti ada seseorang lagi dan kejadian ini terulang kembali, lebih baik mereka berdua pergi ke apartemen.


Kemudian Jacelyn turun dari mobil dan hendak menghampiri orang yang membantu Pratama tadi.


Pratama yang melihat itu pun langsung mencegah Jacelyn.


" Kamu mau kemana?" Tanya Pratama.


" Aku mau mengucapkan terima kasih untuk orang yang membantu mu tadi." Jelas Jacelyn.


" Tidak perlu." Jawab Pratama.


" Bukankah sebaiknya kita mengucapkan terima kasih terlebih dahulu jika kita hendak pergi? Itu lebih sopan." Jelas Jacelyn.


Pratama pun tersenyum. " Tidak perlu sayang, orang itu adalah bawahan ku semua, mungkin tadi kamu sempat membuka ponsel ku yang membuat orang-orang itu datang kemari." Jelas Pratama.


Jacelyn kembali bingung, padahal dia belum menelepon seseorang sama sekali dari ponsel Pratama.


Tetapi bagaimana bisa orang-orang itu datang ke sana dengan tepat waktu? Jacelyn hanya melongo dan kembali masuk kedalam mobil.


Sesampainya di apartemen Jacelyn langsung mengambil air hangat dan kain untuk mengompres luka lebam yang ada di wajah Pratama.


" Sini aku obati dulu wajah mu." Ucap Jacelyn yang langsung duduk di samping Pratama.


Sampai beberapa saat Jacelyn mengompres luka lebam Pratama.


" Di suruh ke rumah sakit tidak mau." Ucap Jacelyn menggerutu.


" Aku tidak apa-apa sayang, cuma luka luar saja ini." Jelas Pratama.


" Ya." Jawab Jacelyn singkat.


Pratama mengetahui jika Jacelyn sedang ngambek, wajah yang muram terlihat jelas di wajah Jacelyn.


Pratama mencoba untuk membujuk Jacelyn supaya tidak marah lagi.

__ADS_1


" Sayang. Alangkah baiknya kamu tersenyum jika mengobati luka ku? Jangan cemberut begitu." Ucap Pratama.


" Kamu mau aku tersenyum? Kita ke rumah sakit sekarang aku akan tersenyum untukmu." Jawab Jacelyn ketus.


Pratama langsung tersenyum melihat Jacelyn yang sedang marah.


" Aku tidak ingin ke rumah sakit sayang, tapi bagaimana jika aku saja yang memanggil dokter untuk ke sini?" Ucap Pratama.


" Bagaimana bisa tahu jika hanya Dokter yang datang, setidaknya kamu harus cek tubuhmu, sedangkan alat untuk mengecek kondisi tubuh hanya di rumah sakit." Jelas Jacelyn.


" Baiklah aku akan pergi ke rumah sakit nanti. Jangan sekarang, karena aku ada urusan sebentar lagi." Jawab Pratama.


" Baiklah."


Setelah itu Jacelyn kembali mengompres wajah Pratama.


***


Setelah beberapa waktu berlalu, Pratama yang sudah siap untuk pergi bersama Jacelyn ke suatu tempat yang sempat di bilang Pratama tadi.


Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan berangkat menuju ke tempat yang di maksud Pratama.


" Sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Jacelyn penasaran.


" Nanti kamu akan tahu sayang." Jawab Pratama.


Jacelyn menghela nafas berat. " Aku merasa seperti mempunyai dua suami, yang satu suami miskin dan satunya lagi suami yang sangat kaya raya." Ucap Jacelyn.


Pratama pun tertawa mendengar ucapan Jacelyn.


" Kenapa kamu tertawa?" Ucap Jacelyn ketus.


" Tidak sayang. Lucu aja kamu bilang kalau punya dua suami." Jawab Pratama.


" Iya memang aku punya dua suami kan? Terkadang aku berpikir jika kamu di siksa, kamu seperti orang yang yang miskin, begitu juga sebaliknya." Jelas Jacelyn.

__ADS_1


Pratama hanya tersenyum mendengar penjelasan dari Jacelyn itu.


__ADS_2