CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Pelecehan


__ADS_3

Setelah mereka selesai sarapan, mereka pun berangkat menuju kantor cabang di perusahaan Pratama, walaupun itu kantor cabang milik Pratama semua karyawan di kantor cabang itu tidak mengetahui tentang CEO Mereka yaitu Pratama sendiri.


Perjalanan menuju kantornya itu tidak jauh dari apartemen milik Pratama, cuma butuh waktu beberapa menit sudah sampai di kantor cabang itu.


Jacelyn yang melihat kantor cabang sebesar itu sedikit kaget, kantor pusat milik Jacelyn saja jauh dari kata mewah untuk di bandingkan dengan kantor cabang milik Pratama.


Jacelyn mengagumi setiap sudut di kantor itu, matanya berkaca-kaca.


" Kantor cabang semewah ini? Apa lagi dengan kantor pusatnya?" Gumamnya dalam hati dengan mata berkaca-kaca.


Jacelyn yang tengah mengagumi keindahan pemandangan di kantor itu di sadarkan oleh seseorang yang menyambut mereka.


" Selamat pagi, ini pasti Bu Jacelyn CEO dari perusahaan Silabec Group.. perkenalkan nama saya Bimo saya manager di kantor ini." Ucap Bimo manager kantor cabang tersebut.


" Oh iya pak.. tepat sekali nama saya Jacelyn CEO dari Silabec Group, kedatangan saya kesini ingin memberikan ucapan terimakasih kepada CEO Prama Group, karena telah membantu perusahaan saya yang di atas ambang kebangkrutan." Jawab Jacelyn dengan ramah dan menjelaskan tujuan kedatangannya ke kantor cabang itu.


" Silahkan masuk ke ruangan saya, mohon maaf tapi ini.. siapa?" Jawab Bimo dengan nada merendahkan Pratama.


Pratama menyadari tentang penampilannya waktu itu, dia juga mengerti kalau manager perusahaan manapun akan memandangnya rendah, Pratama tidak mau ada keributan di tempat itu, karena dia pikir melawan orang yang jauh di bawahnya akan membuang-buang waktunya saja.


Pratama hanya menjawab dengan nada datar. " Kenalin, nama saya Pratama, saya adalah supir dari Bu Jacelyn dan bodyguard Bu Jacelyn."


Jacelyn yang mendengar penjelasan Pratama memicingkan matanya dan keheranan.


" Sejak kapan orang ini menjadi supir saya dan bodyguard saya?" Umpatnya dalam hati.


Tetapi Jacelyn hanya diam dan mengiyakan perkataan Pratama, mengingat Pratama telah banyak membantunya sampai sekarang.


" Oh cuma bodyguard Bu Jacelyn, tapi mohon maaf orang seperti anda tidak bisa masuk di ruangan saya, tidak sembarang orang masuk kedalam ke ruangan saya." Jelas Bimo.

__ADS_1


Pratama yang mendengar penjelasan itu mulai curiga dengan gelagat yang di perlihatkan oleh Bimo.


Pratama juga sedikit tersinggung dengan perkataan Bimo yang merendahkannya.


" Maaf pak, saya sebagai bodyguard Bu Jacelyn harus berada di dekatnya, itu sudah kewajiban saya, kalau bapak tidak mengizinkan saya untuk ikut masuk ke dalam ruangan bapak saya juga tidak akan mengizinkan Bu Jacelyn untuk masuk ke dalam ruangan bapak." Jelas Pratama dan mencoba untuk membela dirinya.


" Kamu siap berani-beraninya menyuruh saya..! Kamu.." Ucap Bimo, sebelum selesai berbicara perkataan itu di potong oleh Jacelyn.


Karena Jacelyn melihat mereka berdua, sudah mulai adu mulut, Jacelyn mengiyakan ajakan Bimo dan menyuruh Pratama untuk menunggunya di ruang tunggu di kantor itu.


" Baiklah saya akan ikut dengan pak Bimo, dan kamu tunggu di sini saja, saya yakin tidak apa-apa." Jawab Jacelyn dengan tegas.


Mendengar jawaban dari Jacelyn Pratama semakin khawatir dan dia juga tidak bisa menahan Jacelyn, bisa saja Pratama melawan Bimo tetapi itu juga tidak bisa dia lakukan, mengingat dia sedang menyembunyikan identitasnya.


Akhirnya Pratama mengalah dan mengiyakan perkataan Jacelyn itu.


****


" Bu Jacelyn tadi bilang ingin mengucapkan terimakasih kepada CEO Prama Group ini, sedangkan ini hanya sebuah kantor cabang di perusahaan Prama Group, untuk pusatnya itu berada di luar negri Bu, dan untuk identitas CEO Prama Group di sembunyikan dengan ketat, kantor cabang ini saja tidak ada yang tau dengan CEO nya." Bimo menjelaskan kepada Jacelyn betapa tertutupnya identitas CEO Prama Group.


" Tidak apa-apa, terpenting saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada CEO Prama Group ini, dan ucapan itu saya perantarakan lewat pak Bimo." Jawab Jacelyn.


" Baik, nanti saya akan memberitahukan kepada bawahan sekertaris CEO Prama Group." Jawab Bimo.


" Niat saya datang ke sini tadi cuma untuk mengucapkan terimakasih, sedangkan urusan saya sudah selesai oleh karena itu saya akan kembali lagi ke perusahaan untuk meneruskan pekerjaan saya." Jelas Jacelyn.


Mendengar penjelasan dari Jacelyn, Bimo langsung berdiri dan berjalan mendekati tempat duduk Jacelyn.


" Kenapa terburu-buru, kamu di sini dulu untuk bersenang-senang dengan saya, itu juga bisa menjadi ucapan terimakasih mu." Jawab Bimo dengan menggoda Jacelyn.

__ADS_1


Jacelyn mulai panik waktu itu karena tangan Bimo sudah membelai rambutnya dan mengebelakangkan beberapa helai rambut Jacelyn yang menutupi sedikit wajahnya.


" Ma.. maksudnya?" Jawab Jacelyn dengan gugup.


" Kamu sudah mengerti maksudku bukan?, di dunia ini tidak ada yang gratis Jacelyn, semua itu ada imbalannya." Jelas Bimo dengan mendekatkan wajahnya ke telinga kiri Jacelyn.


Jacelyn yang tau maksud dari Bimo, Jacelyn langsung berdiri dan menjauh dari Bimo, yang mencoba untuk mencium aroma dari tubuh Jacelyn.


Jacelyn mencoba meminta tolong dengan berteriak, tetapi Bimo hanya tersenyum licik melihat Jacelyn. " Tidak ada gunanya kamu berteriak, dan kamu tidak akan bisa keluar dari ruangan ini, pintu itu hanya bisa terbuka dengan kartu akses tinggi kantor ini, karyawan biasa saja tidak akan bisa membuka pintu itu."


Mendengar perkataan itu tangis Jacelyn pecah, dia tetap berusaha untuk membuka paksa pintu itu dan berteriak sekencang mungkin sampai suara itu serak tetapi usahanya sia-sia, benar yang di katakan Bimo, kalau ruangan itu kedap suara, tidak ada yang bisa menolongnya saat ini.


Jacelyn hanya bisa pasrah waktu itu, dia cuma bisa berharap ada orang yang membantunya.


Di lain tempat, Pratama mulai khawatir dengan Jacelyn yang tidak kunjung keluar dari ruangan itu, dia mencoba untuk memasuki ruangan itu.


Pratama juga tau kalau pintu itu tidak akan bisa terbuka tanpa ada kartu akses.


Dengan rasa khawatirnya yang tinggi, Pratama terpaksa untuk membuka pintu itu dengan kartu aksesnya, walaupun resiko identitasnya terbongkar sangatlah tinggi.


Pratama tidak lagi memikirkan hal itu, yang saat ini dia pikirkan adalah keselamatan Jacelyn.


" Tit.."


Suara pintu itu terbuka, Pratama melihat Bimo yang sudah bersiap untuk melecehkan Jacelyn, dengan posisi Jacelyn di bawah dan Bimo berada di atasnya dengan tangan Bimo yang memegang pinggang Jacelyn.


Pratama yang melihat kejadian itu langsung berlari dan menarik rambut Bimo sampai terbalik ke belakang, setelah itu Pratama langsung memberikan tendangan telak ke dagu Bimo yang membuat Bimo langsung pingsan seketika.


Jacelyn yang melihat itu langsung memeluk Pratama dan tangis yang pecah di dada Pratama.

__ADS_1


" Sudah tidak apa-apa, sebentar lagi orang ini akan masuk di dalam penjara dan akan di pecat, kamu jangan khawatir lagi." Ucap Pratama mencoba menenangkan Jacelyn dan menepuk-nepuk punggung Jacelyn.


...----------------...


__ADS_2