CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Kepulangan Jacelyn


__ADS_3

Setelah satu minggu mereka berpacaran, mereka terlihat sangat bahagia karena perasaan mereka bisa terungkap dan bisa di terima satu sam lain.


Pagi itu ketika Jacelyn dan Pratama mempersiapkan sarapan, mereka berdua sedang bercanda sembari menata makanan dan piring di meja makan.


Senyuman mereka menandakan bahwa mereka sangat bahagia saat ini.


Setelah mereka selesai mempersiapkan sarapannya, mereka berdua pun langsung menyantap sarapan mereka dengan lahap sampai Jacelyn membuka pembicaraan lagi.


" Mungkin aku hari ini akan pulang ke rumah lagi." Ucap Jacelyn.


" Apa tidak apa-apa kamu pulang sekarang?" Tanya Pratama.


" Aku sudah baik-baik saja, aku juga sudah melupakan masalah ku dengan ibuku." Jawab Jacelyn sembari melahap sarapannya.


" Ohh syukurlah kalau kamu memang sudah baik-baik saja." Jawab Pratama datar.


" Kamu kenapa sih?" Tanya Jacelyn sedikit kesal dengan sikap Pratama.


" Tidak apa-apa sayang.." jawab Pratama dengan senyum terpaksa.


" Kalau kamu nggak bilang kamu kenapa? Sendok ini akan aku pastikan melayang di muka mu!" Jawab Jacelyn yang sudah benar-benar kesal dengan Pratama.


" Hehehe.. iya iya sayang, ampun.." jawab Pratama dengan menangkup tangannya meminta ampun.


" Jawab tidak!" Suruh Jacelyn.


" Iya.. iya.. jangan marah-marah terus, jadi takut aku." Jawab Pratama menyembunyikan wajahnya di balik lengannya.


" Cepat!"


" Iya.. kalau kamu pulang aku jadi sendiri, sepi kalau nggak ada kamu di sini." Jawab Pratama memelas.


" Kan kita bisa ketemu di kantor?" Ucap Jacelyn


" Benar kita memang ketemu di kantor, tapi ketika kamu tidak ada ketika aku bangun tidur itu serasa ada yang kurang, karena aku sudah terbiasa dengan mu." Jawab Pratama dengan wajah yang memelas.


" Iya aku tahu itu, aku pulang juga karena ada yang ingin aku bicarakan dengan orang tua ku." Jelas Jacelyn.


" Apa yang ingin kamu bicarakan dengan orang tuamu?" Tanya Pratama penasaran.

__ADS_1


" Aku ingin meminta restu untuk hubungan kita, akan jauh lebih baik jika kita menikah saja."


" Aku setuju." Jawab Pratama dengan cepat.


" Tapi tidak akan semudah itu, mengingat ibu menyuruh orang untuk menyiksamu, itu saja sudah memperlihatkan kalau ibu tidak suka kepadamu." Jawab Jacelyn lelah memikirkan hal ini.


Mendengar itu Pratama ingin memberitahu tentang identitasnya kepada Jacelyn.


Ketika Pratama sudah mulai berbicara untuk mengungkap identitas aslinya tiba-tiba Jacelyn berbicara kembali yang membuat Pratama mengurungkan niatnya untuk bicara.


" Tetapi aku akan berusaha meyakinkan ibuku, dan mencari cara agar aku mendapatkan restu orang tua ku, terutama ibu ku, untuk hubungan kita." Jelas Jacelyn dengan semangat.


Pratama yang mendengar penjelasan Jacelyn itu langsung tersenyum manis.


" Memang benar-benar wanita yang pantang menyerah." Ucap Pratama dalam hati dan tersenyum.


Mereka berdua pun menyelesaikan sarapannya, setelah itu Jacelyn bersiap-siap mengemas barang-barangnya dengan di bantu Pratama.


Setelah beberapa menit mereka selesai mengemas barang-barang Jacelyn, Pratama bertanya kepada Jacelyn.


" Apakah perlu aku antar kamu pulang?" Tanya Pratama.


" Kamu mau di bunuh ibuku? Sedangkan kamu berbohong bahwa kamu tidak menyembunyikan aku, tiba-tiba aku pulang dengan di antar sama kamu." Jawab Jacelyn.


" Iya.. tidak perlu, aku akan memesan taksi untuk pulang." Jawab Jacelyn.


" Iya udah.. hati-hati di jalan, kalau sudah sampai di rumah cepat kabarin aku ya." Ucap Pratama sembari mengecup kening Jacelyn.


Jacelyn tersenyum lembut. " Iya sayang.. makasih ya, kita akan ketemu di kantor besok."


" Iya, sampai ketemu di kantor ya." Jawab Pratama dengan melambaikan tangan.


Hari itu Jacelyn pulang ke rumahnya dengan menaiki taxi.


***


Sampai beberapa jam perjalanan Jacelyn menuju rumahnya, akhirnya Jacelyn sampai di rumah.


Sampai Jacelyn memasuki rumahnya, dari balik pintu Jacelyn melihat orang tuanya yang sudah menunggu kedatangan Jacelyn di sofa ruang tamu.

__ADS_1


Jacelyn di sambut hangat oleh ayahnya, tetapi berbeda dengan ibunya.


" Dari mana saja kamu?" Ucap ketus ibu Jacelyn.


" Aku pergi ke suatu tempat." Jawab Jacelyn.


" Sudahlah, Jacelyn juga baru pulang kenapa harus bertengkar, harusnya di sambut dengan hangat bukannya bertengkar." Sahut ayah Jacelyn.


Ibu Jacelyn menghela nafas berat. " Ya sudah kamu pergi ke kamar beresin semua barang-barang mu itu, setelah itu kamu ke sini, ada yang ingin ibu bicarakan dengan mu."


" Iya.." jawab Jacelyn.


Jacelyn pun langsung pergi menuju kamarnya, sampai dia di kamarnya, dia berfikir, " Apa yang ingin ibu bicarakan? Mungkin tentang pekerjaan." Ucapnya dalam hati.


Setelah Jacelyn selesai membereskan semua barang-barangnya, dia kembali ke tempat ibunya menunggu Jacelyn.


Jacelyn langsung duduk tanpa ibunya menyuruhnya untuk duduk.


" Ada apa? Apa yang ingin ibu bicarakan dengan ku?" Ucap Jacelyn penasaran.


" Sebelumnya kamu kemana saja selama ini?" Tanya balik ibunya.


" Ke sesuatu tempat, aku cuma ingin menenangkan pikiran dan hati ku." Jawab Jacelyn.


" Kamu pergi dengan cleaning servis mu itu?" Ucap ketus ibunya.


" Ti.. tidak, aku tidak pernah bertemu dengannya, kenapa tiba-tiba ibu menanyakan tentang itu, atau jangan-jangan ibu menyuruh orang untuk menyiksa cleaning servis itu?" Jawab Jacelyn yang mengingat kejadian malam itu.


" Iya, ibu menyuruh orang untuk mencari mun dan menyiksa cleaning servis itu." Jawab ibu Jacelyn tanpa dosa.


" Kenapa? Sudah ku bilang ini semua tidak ada hubungannya dengan dia, kenapa ibu selalu mengurus hidup aku, aku sudah besar dan aku bisa memilih sendiri siapa yang akan menjadi suami aku." Ucap Jacelyn dengan nada meninggi.


" Baiklah, ibu minta maaf karena ibu salah menyuruh orang, tetapi kali ini kamu harus menuruti semua perkataan ku, kalau tidak aku akan menyuruh orang untuk membunuh cleaning servis itu." Ancam ibunya.


" Apa hubungannya dengan dia?" Tanya Jacelyn penasaran.


" Walaupun tidak ada hubungan dengan cleaning servis itu, aku tahu kalau kamu sedang dekat dengannya, jika kamu menolak perintah ku, akan ku pastikan cleaning servis itu tidak bernyawa lagi." Jawab ketus ibunya.


Jacelyn tidak bisa berkata-kata lagi, dia bingung sekarang apa yang seharusnya dia lakukan saat ini? Menurut perintah ibunya nyawa Pratama selamat, dan mengabaikan perintah ibunya Pratama akan meninggal.

__ADS_1


Apa yang harus di lakukan Jacelyn saat ini? Apa keputusan yang akan di ambil oleh Jacelyn.


...----------------...


__ADS_2