CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Menginap


__ADS_3

Jacelyn mencoba untuk menenangkan dirinya, dia mencoba untuk menahan tangisnya.


Setelah mendengar perkataan Pratama dan kembali mengingat percakapan dengan ibunya, Jacelyn kembali terisak mengingat semua itu, tangisnya pun tidak bisa di tahan lagi, air matanya jatuh tanpa ada suara dari mulutnya.


" Kenapa kamu menangis?" Tanya Pratama yang melihat Jacelyn.


" Tidak apa-apa, aku hanya rindu padamu." Jawab Jacelyn.


" Tetapi kenapa harus menangis, kamu ada masalah, cerita kepada ku, siapa tahu aku bisa membantu." Ucap Pratama yang tidak percaya dengan jawaban Jacelyn.


" Tidak, aku tidak ada masalah, aku hanya rindu kepadamu." Jacelyn tetap kekeh dengan ucapannya.


Pratama pun tidak memaksa Jacelyn untuk cerita kepadanya, Pratama mencoba menghampiri Jacelyn dan mencoba menenangkan Jacelyn dengan cara memeluknya.


" Sudahlah, semua pasti akan berlalu, aku yakin kamu pasti bisa." Ucap Pratama yang mencoba menenangkan Jacelyn.


Setelah Jacelyn mendengar itu, tangisnya pun semakin menjadi-jadi, hatinya semakin sakit.


" Maafkan aku Pratama, aku tidak tahu apa yang terjadi dan betapa sakitnya hatimu jika mengetahui kebenarannya." Ucap Jacelyn dalam hati yang berada di dalam pelukan Pratama.


" Sudah-sudah.. kamu sebentar lagi akan pulang, ini sudah tengah malam, biar aku saja yang mengantarmu pulang, nanti setelah sampai, aku akan mencari ojek online." Pratama tetap mencoba untuk menenangkan Jacelyn.


Jacelyn menggelengkan kepalanya. " A..ku Ti..dak ingin p...ulang." jawab Jacelyn dengan menangis.


" Bagaimana jika ibumu tahu kalau kamu tidak ada di rumah? Lagian kita bisa ketemu lagi di kantor besok." Ucap Pratama.


" Aku tidak ingin pulang, aku ingin di sini!" Jawab Jacelyn dengan tegas.


" Baiklah jika itu mau kamu."


Pratama tetap mencoba menenangkan Jacelyn, sampai beberapa saat Jacelyn tertidur di dalam pelukannya.


Mengetahui itu, Pratama mencoba menggendongnya masuk ke dalam kamar.


Pratama pun menyelimuti tubuh Jacelyn dan mengecup keningnya dengan perlahan supaya tidak menggangu tidurnya.


Setelah itu Pratama hendak pergi meninggalkan Jacelyn dan kembali ke kamarnya, tetapi Jacelyn yang sedikit sada menahan lengan Pratama.


" Kamu mau kemana?" Ucap Jacelyn.


" Aku akan kembali ke kamarku, aku ingin tidur, besok aku kerja dan kamu juga cepat istirahat, ini sudah malam." Jelas Pratama.


" Aku ingin kamu tidur bersamaku, jangan menolak tawaran ku, jika kamu menolak aku akan meninggalkan mu!" Jawab Jacelyn dengan tegas.


Pratama juga tidak bisa menolak permintaan Jacelyn.


" Baiklah." Jawab Pratama yang kembali dan dan tidur di samping Jacelyn.

__ADS_1


Setelah Pratama tidur di samping Jacelyn, Jacelyn mencoba untuk menggoda Pratama, memasukkan tangannya ke dalam baju milik Pratama.


Sampai tangan Jacelyn hampir mencapai dada Pratama, tangan itu di tahan oleh Pratama.


" Apa yang kamu lakukan?" Tanya Pratama.


" Aku menginginkan mu." Jawab Jacelyn.


" Aku tidak ingin melakukannya, setelah kita menikah saja, aku akan mengajakmu kesana dan kita akan melakukannya di sana." Jelas Pratama yang tidak mau melakukan hubungan sesaat dengan Jacelyn.


Sebenarnya Pratama juga ingin melakukan itu, tetapi untuk saat ini Pratama menolaknya, dia ingin melakukannya setelah dia menikahi Jacelyn dan mengajaknya di suatu tempat.


****


Setelah kejadian malam itu Jacelyn akhirnya menyerah dan tidak akan memaksa Pratama, mereka berdua pun tertidur dengan pulas.


Sampai di pagi harinya Putra terbangun dari tidurnya, Pratama tersadar bahwa Jacelyn sudah tidak ada di sampingnya.


Pratama mencoba mencari Jacelyn dengan kesadaran yang belum terkumpul.


Sampai Pratama sudah mencari-cari Jacelyn di setiap ruangan di apartemen itu tetapi tidak juga di temukan.


Pratama langsung melihat handphonenya, setelah membuka password mobilnya diapun sadar setelah ada notifikasi pesan dari Jacelyn yang terpampang di layar ponselnya.


" Maaf aku tidak berpamitan kepada mu, aku lihat kamu tidur dengan terlelap, aku tidak mau mengganggumu, aku langsung pulang karena hari ini aku ada tamu yang akan berinvestasi di perusahaan ku, dia datang pagi ini sekitar jam delapan pagi, jika kamu ingin bertemu dengan ku sebaiknya kamu datang sebelum jam delapan itu." Pesan dari Jacelyn.


Waktu itu masih sekitar jam setengah enam pagi, setelah Pratama tersadar dia pun langsung mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja.


Setelah Pratama selesai mandi, dia pun langsung berangkat bekerja dengan menggunakan motor kesayangannya.


Setelah sampai di kantor itu terlihat masih sepi dan belum ada karyawan yang bertugas, seperti biasanya Pratama juga selalu datang lebih awal dari karyawan lain.


Pratama pun langsung melakukan pekerjaannya dengan cepat, karena dia pikir dia akan bisa bertemu dengan Jacelyn lebih lama setelah pekerjaannya selesai.


Setelah pratama selesai menyelesaikan pekerjaan dan tinggal satu ruangan yang belum Pratama bersihkan, dan ruangan itu adalah ruangan Jacelyn.


Secara perlahan dia membuka ruangan itu, setelah membukanya terlihat dari sudut ruangan itu, seseorang yang telah menunggu Pratama masuk.


Benar wanita itu adalah Jacelyn, Jacelyn sebenarnya datang lebih awal dari biasanya, sebelum Pratama sampai di kantor sebenarnya Jacelyn sudah sampai lebih dulu di kantor.


Wanita itu duduk dengan tangan terangkat menopang dagunya seperti telah menunggu kedatangan Pratama.


Setelah orang yang di tunggunya datang dia pun berdiri, Jacelyn terlihat lebih cantik hari ini dengan memakai pencil skirt berwarna putih dan di padukan dengan blazer yang berwarna serupa.


Wanita itu pun menuju ke tempat Pratama yang tertegun melihat kecantikan Jacelyn.


" Hari ini kamu terlihat sangat cantik." Ucap Pratama yang masih mengamati Jacelyn dari bawah hingga atas.

__ADS_1


" Iya, karena hari ini ada orang penting yang akan berinvestasi di perusahaan, jadi aku harus terlihat elegan dan berwibawa." Jawab Jacelyn sedang berjalan mendekati Pratama.


Setelah Jacelyn sampai di tempat Pratama berdiri, dia pun meraih bahu Pratama dan langsung menciumnya.


Sampai beberapa saat kemudian Jacelyn melepaskan ciumannya.


" Maaf, tadi aku tidak berpamitan denganmu." Ucap Jacelyn sembari mengusap lembut bibir Pratama yang meninggalkan bekas lipstik Jacelyn.


" Tidak apa-apa." Jawab Pratama.


Pratama kembali mencium bibir Jacelyn dengan lembut.


" Sudah, sebentar lagi tamu itu datang." Jawab Jacelyn sembari melepaskan ciumannya.


" Baiklah. Aku juga harus cepat menyelesaikan pekerjaan ku sebelum orang itu datang." Ucap Pratama kembali mengambil kemoceng dan lap yang dia jatuhkan.


" Tidak perlu, aku sudah membersihkan sendiri ruangan ku sebelum kamu datang, aku juga sudah menunggu mu dari tadi, aku hanya ingin bersamamu sebelum orang itu datang." Jawab Jacelyn.


" Baiklah aku mengerti maksudmu."


Pratama dan Jacelyn langsung duduk menuju sofa yang ada di ruangan itu.


" Aku ingin menjelaskan sesuatu kepadamu." Ucap Jacelyn yang sudah duduk di sofa dan disusul Pratama yang duduk di sampingnya.


" Menjelaskan tentang apa?" Jawab Pratama penasaran.


" Setelah orang itu datang, kamu jangan masuk dulu ke ruangan ku, aku ada presentasi dengan orang yang akan berinvestasi itu." Jelas Jacelyn.


" Baiklah aku tidak akan mengganggumu sampai kamu selesai presentasi, tetapi ada yang harus kamu ingat." Jawab Pratama.


" Apa yang harus aku ingat?" Tanya Jacelyn penasaran.


" Aku tidak suka di bohongi, itu saja." Jawab Pratama singkat.


Seperti ada petir yang sedang menyambar dirinya sekarang, mendengar perkataan Pratama membuat Jacelyn kaget, " Apa dia tahu yang sedang aku sembunyikan darinya?" Ucap Jacelyn dalam hati.


" Kenapa kamu hanya diam." Ucap Pratama menyadarkan Jacelyn dari pikirannya.


" Tidak apa-apa, aku mengerti, aku tidak akan membohongi mu, nanti setelah pulang kerja aku akan ke apartemen mu." Jawab Jacelyn.


" Akan aku tunggu kedatangan mu di sana." Ucap Pratama.


Setelah beberapa saat waktu juga berjalan dengan cepat, jam sudah menunjukkan pukul delapan kurang lima menit tanda orang itu akan datang.


Pratama pun keluar dari ruangan Jacelyn, tak lupa sebelum Pratama keluar dari ruangan itu mereka sempat berciuman sampai akhirnya Pratama pergi.


Pratama pergi menuju ke dapur untuk mengambil segelas air karena dia merasa haus, tak lama keluar dari ruangan itu Pratama berpapasan dengan seorang pria yang sangat tampan dan berwibawa, orang itu yang di maksud Jacelyn yang akan berinvestasi di perusahaannya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2