CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Balas Dendam


__ADS_3

Sampai beberapa saat Jacelyn menangis di pelukan Pratama, kini dia sudah sedikit merasa tenang.


Pratama melepaskan pelukannya, kini dia beranjak mengambil piring dan mencucinya.


" Kamu sudah makan?" Tanya Pratama.


Jacelyn hanya menggelengkan kepalanya, seharian ini dia belum makan sama sekali.


" Ya sudah kamu makan dulu, aku tadi membuat makanan untuk kamu juga." Ucap Pratama lagi.


Walaupun Pratama sedang marah kepada Jacelyn, tetapi tetap saja Pratama peduli dengan Jacelyn.


" Kenapa kamu masih membuatkan aku makan? Padahal aku belum menjelaskan apapun kepadamu, dan sedangkan kamu juga masih marah kepadaku." Tanya Jacelyn penasaran.


Pratama tersenyum. " Walaupun aku marah kepadamu, aku tidak setega yang kamu pikirkan, memang aku masih marah kepadamu, tadinya aku sudah mau meninggalkanmu lagi setelah aku tahu kamu berada di sini, tetapi ketika aku sudah mau pergi kamu memanggil namaku, melihatmu selalu memanggil namaku akhirnya aku tidak jadi meninggalkan mu." Jelas Pratama.


Mendengar penjelasan Pratama, Jacelyn langsung melotot bengong, wajah yang memerah menyelimutinya.


" Kenapa kamu bengong begitu? Wajahmu juga memerah." Tanya Pratama setelah melihat ekspresi Jacelyn.


Jacelyn menggeleng cepat. " Ti.. tidak, aku tidak apa-apa."


Jacelyn sedikit malu dengan Pratama karena dia merasa saat dia tidur tadi sedang bermimpi bersama Pratama.


Apa yang Jacelyn mimpikan? Kenapa dia harus malu dengan mimpi itu, sedangkan Pratama sendiri juga kekasihnya.


" Aku mau ke kamar mandi dulu." Ucap Jacelyn.


Jacelyn tidak bisa meneruskan pembicaraan itu, jadi Jacelyn mencoba untuk mengganti topik pembicaraan tersebut dengan beralasan ingin ke kamar mandi.


" Wanita yang aneh." Ucap Pratama dalam hati, melihat tingkah Jacelyn yang seperti menghindari tatapan Pratama.


Setelah Jacelyn masuk ke dalam kamar mandi.


" Tetapi kenapa aku bisa jatuh cinta dengannya? Kalau aku tahu dia wanita yang aneh." Pratama menghela nafas berat. " Berarti aku juga sudah aneh bisa jatuh cinta dengannya." Ucap Pratama dalam hati senyum-senyum sendiri.


Setelah Jacelyn keluar dari kamar mandi, kini Pratama sudah menyiapkan makan untuk Jacelyn.


" Kamu makan dulu, akan aku buatkan teh untukmu." Ucap Pratama.


" Iya, terimakasih." Jawab Jacelyn.


Setelah itu Jacelyn langsung menuju meja makan dan menyantap makanannya dengan lahap.


Sampai beberapa saat kemudian Jacelyn telah selesai makan, dan Pratama juga sudah selesai membuatkan teh untuk Jacelyn.


" Setelah ini kamu pulang atau mau kemana lagi?" Tanya Pratama.


" Aku tidak mau pulang, aku mau disini saja." Jawab Jacelyn tegas.

__ADS_1


" Jika kamu tidak pulang bagaimana dengan ibumu? Pasti dia akan khawatir jika kamu tidak pulang." Jelas Pratama.


" Aku tidak mau tahu, yang penting aku ingin disini, dan jangan memaksa ku untuk pulang." Jawab Jacelyn dengan tegas.


Pratama menghela nafas berat mendengar penjelasan Jacelyn. " Baiklah terserah kamu saja."


Pratama menyerah jika berdebat dengan Jacelyn, karena Pratama merasa tidak akan pernah bisa mengalahkan Jacelyn.


***


Sampai keesokan harinya Pratama terbangun dari tidurnya sekitar jam lima pagi, dia sedang membersihkan wajahnya di kamar mandi.


Sedangkan Jacelyn yang belum terbangun karena dia tidur sampai larut malam, karena kemarin Jacelyn sudah tidur dan dia terbangun ketika mendengar suara Pratama.


Kini Pratama tengah mempersiapkan sarapan untuk Jacelyn, setelah Pratama selesai membuatkan sarapan untuk Jacelyn dia berangkat bekerja.


Dia tidak berpamitan dengan Jacelyn Karena Pratama tahu jika Jacelyn baru saja tertidur dan Pratama tidak ingin mengganggu Jacelyn.


Setelah sampai di tempat kerjanya, seperti biasa Pratama langsung membersihkan setiap ruangan di perusahaan Jacelyn.


Sampai ketika Pratama membersihkan tempat ruangan Jacelyn, Pratama melihat ada seseorang berada di dalam ruangan itu.


Seorang pria yang duduk di kursi Jacelyn, pria itu adalah Andre, orang yang sempat ingin mencium Jacelyn.


Pratama yang melihat Andre di ruangan itu, langsung bertanya maksud dari Andre berada di sana.


" Maaf apa yang anda lakukan di sini? Sedangkan ini masih pagi dan anda tidak berhak di tempat ini sebelum Bu Jacelyn datang." Jelas Pratama.


" Benar saya memang tidak ada hak untuk menanyakan kenapa anda berada di sini, tetapi saya punya hak untuk berada di sini, karena ini pekerjaan saya." Jelas Pratama lagi.


Andre tertawa mendengar perkataan Pratama. " Hanya seorang cleaning servis saja berani menantang ku, aku bisa saja menyuruh bos mu untuk memecat mu." Jawab Andre dengan menyombongkan diri.


Pratama hanya tersenyum mendengar itu.


" Baiklah terserah kau saja, kau menunggu Bu Jacelyn datang, tetapi dia tidak akan datang hari ini." Jawab Pratama langsung berbalik dan membersihkan meja di ruangan itu.


Andre yang mendengar itu langsung berdiri dan menghampiri Pratama.


Andre menarik kerah baju Pratama. " Apa maksudmu tidak akan datang?" Andre penasaran.


" Dia tidur di apartemen ku malam tadi, kini dia masih tertidur pulas di sana." Jawab Pratama.


Andre yang mendengar itupun langsung tertawa lepas. " Bagaimana bisa orang seperti dirimu bisa mempunyai apartemen?" Andre kembali tertawa merendahkan Pratama.


" Kalau kau tidak percaya, coba saja kau telepon langsung Bu Jacelyn, dia tidak akan mengangkat telepon mu." Jawab Pratama dengan senyum kemenangan.


Andre langsung mengambil handphonenya dari saku celananya, mencoba menghubungi Jacelyn.


Sampai beberapa kali Andre mencoba menghubungi Jacelyn tetapi tetap saja panggilannya itu di tolak oleh Jacelyn.

__ADS_1


" Mungkin dia sedang sibuk jadi dia tidak mau mengangkat telepon dariku." Ucap Andre.


Andre tetap mencoba untuk tidak percaya kepada Pratama.


" Kalau kau masih tidak percaya dengan ku, aku akan meneleponnya sekarang." Jawab Pratama.


Andre tersenyum sombong. " Coba saja, jika kau bisa menelepon Jacelyn."


" Jika aku bisa meneleponnya akan ku pastikan perusahaan mu akan mengalami kebangkrutan hari ini." Jawab Pratama dengan tegas.


Pratama benar-benar serius kali ini, Pratama dengan wajah yang serius tidak ada senyum sedikitpun dari wajahnya, membuat Andre sedikit panik.


Tetapi Andre tetap mencoba untuk tetap tenang, dia pikir mana mungkin cleaning servis seperti Pratama bisa membuat perusahaannya bangkrut, untuk bisa menelepon Jacelyn saja sudah tidak mungkin rasanya.


Pratama langsung mengambil handphonenya dari saku bajunya, Pratama membuka password ponselnya, setelah beberapa saat menunggu.


" Halo.. kenapa sayang, aku masih mengantuk." Ucap Jacelyn dengan suara yang mengantuk dari seberang telepon.


" Maafkan aku, aku cuma ingin bilang kalau sarapan mu sudah aku siapkan." Jawab Pratama.


" Baiklah. Terimakasih, mungkin nanti saja aku memakannya, aku masih mengantuk." Jawab Jacelyn langsung menutup teleponnya.


Andre yang mendengar pembicaraan Pratama dengan Jacelyn kini wajahnya berubah menjadi pucat pasih.


Pratama kembali menelepon seseorang.


" Halo. Carikan saya informasi tentang perusahaan milik Andre, setelah mendapatkan informasi, tarik semua investor yang bekerja sama dengan perusahaannya, buat perusahaannya bangkrut sekarang juga." Ucap Pratama dengan orang yang tengah dia telepon.


" Baik bos." Jawab seorang pria dari seberang telepon.


Pratama ternyata sedang menelepon sekertarisnya yang bernama Rio.


Setelah Pratama selesai berbicara dan mematikan teleponnya.


" Tunggu selama lima menit kau akan mendapatkan telpon." Ucap Pratama.


Andre masih tidak percaya dengan perkataan Pratama, sampai setelah lima menit berlalu.


Benar saja handphone Andre kini berdering, setelah Andre mengangkat telepon itu, wajahnya semakin memucat.


Kini dia bersujud kepada Pratama, Andre langsung meminta maaf dengan Pratama.


" Maafkan aku, aku tidak tahu kalau kamu adalah seseorang yang berpengaruh, aku mohon tuan maafkan aku, aku tidak akan pernah lagi datang ke sini lagi." Ucap Andre memohon ampun.


" Baiklah saya akan mengampuni mu untuk kali ini, tetapi kamu harus menyembunyikan identitas saya dari semua orang termasuk Jacelyn dan orang tuanya." Jawab Pratama.


" Baiklah saya akan menyembunyikan identitas tuan Pratama, saya sangat berterimakasih atas keringanan ini tuan." Ucap Andre.


Kemudian Andre pun langsung keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Kini Pratama sudah lega, karena dia sudah membalaskan dendam dendamnya, membuat Andre ketakutan saja sudah membuat Pratama menjadi sedikit lebih lega.


...----------------...


__ADS_2