
"Ray ....sini bentar deh" panggil Hanna
" Iyaa kak kenapa??
" Ray tolong buatin minum buat kak Aya, Es jeruk sama cemilan yang di kulkas bawa sini "
" Iya kak"
" Ada apa si Ay? Kaya nya Lo beneran ada masalah berat?
" Iya Na, Gue baru putus dari pacar Gue"
"Lo punya pacar? Gue gak tau!!
"Belum sempet Gue kenalin ke Lo dia Udah nyakitin Gue Duluan"
" Yudah cerita dari awal Gue siap jadi pendengar yang baik
"Kak ini minumnya" kata Ray yang membawa minum dan snack
"Makasih ya dek"
"Ayo Ay cerita , apa yang terjadi sama Lo?"
" Dimas, Dia temen kerja Gue di tempat yang sekarang, awalnya Gue anggap Dia temen Aja, Tapi sikapnya ke Gue bikin hati Gue luluh Dia lindungin Gue dari sahabatnya yang suka sama Gue juga tapi cara nya salah, dia jahat sama Gue , dia psikopat , maka nya Dimas lebih memilih Lindungin Gue dari pada membela sahabatnya, mereka sampe ribut pun karena Gue, Gue udah pasrah dan gak mau ada urusan sama mereka, Tapi tiba2 Dimas dateng lagi ke kehidupan Gue, entah gimana cara Gue nolak tapi gue gak bisa pungkiri kalo perasaan Gue memang ada buat dia, setelah Gue sayang dan bener percaya dia khianat sama mantannya, di depan mata Gue dia ciuman, Gue sakit banget han.. sakit..." Seketika air mata pun jatuh,
" Sini... Sinii... Peluk Gue" titah Hanna yang meraih kedua bahu Aya
"Hikss...hikkss... "
Hanya isakan tangis yang terdengar dari bibir mungilnya.
Sakit yang begitu dalam di rasakan Aya hingga ia tak bisa meneruskan curahan hatinya, Aya hanya menangis di pelukan sahabatnya Hanna
"Lo tenang yaa, Lo kuat Ay" ucap Hanna yang terbawah lirih tak sadar menggenang air di tepi matanya
Aya tak bisa bergumam hanya menangis sejadi-jadinya
"Oke, keluarian semua sedih Lo bahu Gue selalu ada buat Lo" seraya mengusap punggung Aya
"Thanks yaa..." Ucap Aya dengan suara parau
Aya pun melepas pelukan yang sekarang ia merasa lebih ringan setelah menumpahkan rasa duka kepada sahabatnya
"Ay minum dulu, tenangin diri Lo"
"Iyaa , makasih han"
Suasana haru pun menyelimuti ruangan Hanna yang sulit untuk menangis kali ini ikut menitikan air mata, Ia begitu iba dengan apa yang di alami sahabatnya
Hingga akhirnya Aya pun lelah dan mulai terasa pegal di mata ia pun memilih untuk tidur di ranjang milik Hanna, sementara Hanna pergi ke dapur untuk menyiapkan menu makan siang ,tak lama kemudian Aya terbangun dan melihat Hanna baru saja selesai sholat dzuhur
"Han Gue mau numpang sholat" seru Aya seraya mengusap wajah sendunya
"Iya, mukena di lemari pake yang baru di cuci Aja, Gue ke dapur dulu, abis ini kita maksi (makan siang) "kata Hanna dengan senyuman
" Oke"
__ADS_1
Selesai sholat di susulnya Hanna yang sedang merapihkan piring di meja makan, Disana hanya Ada Rayhan
" Hanna, Ibu sama Ayah Lo kemana?"
"Mereka lagi kerumah Om Gue ada acara, Anaknya tunangan "
"Lo sama Ray gak ikut?"
" Gak males ,. Lagi juga Ray Ada les bahasa inggis nanti jam 3"
"Hmmmmm"
Makan siang selesai Ray masuk kamar dan mengemas buku serta alat tulis dan bergegas untuk berangkat les bahasa inggris
Aya membantu Hanna mencuci piring kotor dan membereskan meja makan.
"Kak Ayo anter aku les" panggil Ray yang sudah siap untuk berangkat
"Oke Ray bentar kakak beresin ini dulu"
"Gue gimana han??"
" Gimana apanya??"
"Lo nganter Ray terus nasib Gue??"
"Lo tunggu disini, Gue cuma bentar"
" Ogahh.. Gue balik Ajah "
" iyaudahh .... Ehhh tapii Gue pulang Aja dehh"
" Ihhh... Dasar plin plan"
Hanna mengantar Ray sementara Aya jalan pulang menaiki transportasi umum
Aya menunggu bus tiba di halte terasa haus ia pun pergi untuk membeli air mineral di minimarket yang letaknya di sebrang jalan.
Rupanya Aya kurang hati-hati ia yang berjalan dengan sedikit melamun.
"Aya Awas.....!!!!
Ssssiiiitttttt..,....Bruggkkk ..
"Aaaaaaa"
Tersungkur Aya dengan lutut dan lengannya penuh luka lecet
Adrian lari secepat mungkin tapi tak sempat ia mengahalau Aya karena posisi Adrian baru saja keluar dari minimarket, Pelaku pun melarikan diri setelah menyerempet Aya
"Aya kamu gak apa-apa??"
"Awwhh.. sakit" ucap Aya merintih
Orang-orang mulai berkerumun melihat dan memastikan keadaan Aya sebagian mengejar pelaku yang berhasil lolos
"Sini aku bantu berdiri"
__ADS_1
Di rangkul lengan Aya namun ia tak mampu berdiri dan malah meringis kesakitan
"Adrian kaki aku sakit banget"
"Yaudah Kamu tunggu di sini aku ambil motor dulu"
Duduklah Aya di tepi terotoar yang masih ada beberapa orang hendak membantu,
Aya memastikan mereka bahwa dirinya baik-baik saja sampai tiba Adrian dengan motornya memapah Aya naik motor dan pergi dengan Adrian
Di bawa Aya ke rumah Adrian dan di obati oleh adik nya yang memang sekolah jurusan perawat
Sampai di gerbang Adrian memanggil seseorang siapa saja yang mendengar seruannya meminta bantuan
"Mahh..... Pahh..... Lili.., cepet keluar ?!!..."Panggil Adrian Teriak
Adrian Terus memanggil keluarganya hingga membuat panik se isi rumah,
Orang tua Adrian serta Lili Adik perempuannya berhamburan keluar menghampiri Adrian
"Ya ampunnm Kenapa ini??" seru Niken yang ternyata ibu dari Adrian
Melihat keadaan Aya mereka tambah panik
"Ayo Bantu Ian bawa Aya masuk!!" titah Adrian yang masih Duduk motor memegang tangan Aya
Tanpa ragu Adrian dan keluarga membawa Aya masuk kedalam rumah mereka, Aya yang lemas hampir tak sadarkan diri karena shock di papah masuk oleh Adrian dan Haris ayah Adrian.
Aya Duduk dan bersandar di sofa ruang tamu, isi rumah yang kental nuasa tionghoa teras jelas disana.
Segera Lili mengabil kotak P3K dengan cekatan ia merawat luka Aya begitu teliti penuh kesabaran karena Aya terus saja menangis menahan rasa sakit
" Tahan ya kak, ini mungkin Akan terasa sedikit sakit" ucap Lili
" Pelan-pelan....." jawab Aya meringis
" Aya ini kamu minum dulu nak" seru Niken dengam membawa segelas air putih dari dapur
"Mamah kenal Aya??" Tanya Adrian heran
"Iya, Mama ketemu Aya di masjid waktu itu"
"Ni nak minum"
" Makasih tante"
" Adrian apa yang terjadi sampe Aya luka-luka begini?" Tanya mama Niken
"Aya keserempet motor mah tadi di jalan pas mau nyebrang"
"Terus pelakunya gak tanggung jawab?"
"Kabur, udah di kejar tapi lolos,
"Kak ini udah selesai , Luka memarnya di kompres pake air dingin Aja nanti " kata Lili
" Makasih yaa, Maaf jadi ngerepotin kalian semua" jawab Aya menatap semua orang
__ADS_1