Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Ungkapkan saja Adrian bag 2


__ADS_3

Pagi telah datang, mentari seakan malu-malu untuk menunjukan sinarnya yang bersembunyi di balik awan.


Sinar hangat yang terpancar terasa lamban menyuntuh lembutnya permukaan bumi.


Seperti hal nya Aya yang masih ingin terlelap tak mau untuk segera bangun terlebih hari libur seperti ini, jiwa rebahan dan mode malas pun sudah aktif sedari pagi.


Berbeda dengan Adrian yang sejak pagi sudah mencari keringat dengan jogging mengelilingi komplek perumahan tempat ia tinggal.


"Mah, masak Apa?" Tanya Adrian seraya menyeka keringatnya


"Omelette sama nasi goreng" seru Mama maracik masakan


"Mau dong mah, aku laper nih" kata Adrian yang duduk di ruang makan


"Bentar, sedikit lagi matang nasi goreng nya"


"Lyli belum bangun mah?"


"Udah,lagi mandi dia, kamu mandi dulu aja sana, Udah keringetan gitu, bau asem sampe kesini" Ejek Mama Niken


"Emang bau asem ya mah? asem juga seger" Gurau Adrian


"Jorok ih, Udah sana mandi, nanti mama siapin sarapan" Titah mama

__ADS_1


"Ok deh mam"


Kemudian Adrian pergi menuju kamarnya yang terletak di lantai dua, lalu Adrian mandi setelah rapih ia kembali ke meja makan untuk sarapan bersama, seluruh keluarga sudah berada di sana dan Mama Niken pun sudah selesai menyiapkan hidangan pagi ini.


****


"Aya bangun.. sarapan dulu" Seru ibu yang memanggil Aya dari balik pintu


"Iyaa buu" jawab Aya dengan mata setengah terbuka


"Sarapan udah siap, ibu sama Ayah tunggu, ayo kita makan bareng"


"Iya bu, nanti Aya nyusul"


Pagi berganti siang dan berlalu begitu saja hingga petang mulai datang, Adrian mencoba menghubungi Aya, ia ingin mengajak Aya untuk jalan-jalan sore seperti yang telah ia sampaikan tadi malam kepada Aya, kali ini ia akan memastikan apakah Aya setuju atau tidak.


Adrian yang sedang santai di balkon rumah dengan secangkir kopi lengkap dengan cemilan mulai mengetik pesan untuk Aya


"Assalamualaikum Aya, lagi apa?" Pesan Singkat via WhatsApp dari Adrian


Pesan terkirim kemudiam centang dua menandakan pesan telah masuk namun belum terbaca mengingat centang tersebut belum berubah warna menjadi biru, Adrian terus mengecek chat tersebut berharap ada balasan dari Aya.


Lama tak ada balasan Adrian mulai gusar dengan perasaannya sendiri, Adrian berfikir Aya mungkin tak ingin menemuinya lagi karena peristiwa tadi malam Adrian telah mengungkapkan perasaanya.

__ADS_1


*kling....!!!


(suara pesan masuk)


Adrian dengan sigap merain ponsel yang berada di atas meja, ia berharap dan yakin pesan masuk itu dari Aya.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, Pesan tersebut benar dari Aya yang memang sedang Adrian nantikan.


"Wa'alaikumsalam, Aku lagi gak ngapa-ngapain. kenapa Adrian?


Begitu membaca balasan chat dari Aya, Adrian langsung membalasnya


"Gimana tawaran aku semalam,Mau gak jalan sore?"


Aya tak langsung membalas ia sedikit menimbang apa yang akan ia jawab.


Kalau Gue tolak... dia pasti mikir kalo Gue berubah karena ungkapan perasaannya semalam pasti dia mikir Gue menghindar dari dia.... tapi kalo Gue mau,, sejujurnya Gue emang mau menghindar karena Gue bingung jawaban apa yang mesti Gue kasih, kira-kira dia bakal bahas atau nanyain jawab gak yaa??? aaahhhh bingungg...." gerutu Aya dal hati


"Boleh deh" jawab Aya yang akhirnya menyetujui tawaran Adrian


"Aku jemput satu jam lagi"


"Ok"

__ADS_1


Mereka kemudian pergi ke taman yang memang selalu ramai di kunjungi pada saat weekend terlebih jika sore hari banyak muda mudi menghabiskan waktu petang dengan sekedar duduk berbincang dan melihat suasana senja yang begitu indah terlihat di sana.


__ADS_2