
Bulan berikutnya sehabis gajian Adrian mengajak Aya lagi untuk nonton film kali ini Adrian memilih film yang bergendre komedi, Adrian juga membeli banyak camilan dan minuman agar Aya bisa menonton film tanpa di gelayuti rasa kantuk
Aya menikmati cerita dari film tersebut Adrian pun merasa bahagia melihat Aya tertawa lepas, sepertinya Adrian memilih film yang tepat sehingga Aya tak tertidur lagi saat menonton film.
Setelah film selesai mereka memutuskan makan malam Aya mengajak Adrian makan nasi goreng seafood yang memang menu itu kegemaran Aya kali ini Aya yang ambil alih untuk membayar makanan yang mereka santap
"Adrian biar aku aja yang bayar" seru Aya seraya membuka dompet
"Gak usah aku aja yang bayar" jawab Adrian
"kamu tadi bayar nonton aku yang bayar makan,gantian"
"Udah aku aja, masa cowok di bayarin makan sama cewek"
"Anggap ini patungan ..hihihi" jawab Aya tertawa yang kemudian berlalu menuju kasir
Makan malam sudah selesai keduanya sangat menikmati hari ini, Aya yang mendapat angin segar setelah beberapa bulan silam mengalami hal buruk berada di dekat Adrian membuat Aya merasakan suasana hati yang lebih baik
Adrian pun mengantar Aya pulang kerumah lalu Adrian mampir sejenak karena tak enak hati dengan ibu Aya yang memaksanya untuk singgah dulu, tak lama Adrian pun pulang kerumah dengan hati yang berbunga-bunga Adrian membawa senyuman yang mengembang sepanjang jalan.
Adrian Tiba di rumah ia duduk di sofa ruang tamu untuk istirahat sejenak ia mengambil ponselnya dalam saku lalu membaca pesan masuk dari Aya
*Adrian kamu udah sampe rumah?
Adrian langsung membalas pesan Aya
Udah Aya baru aja sampe
Ok, yaudah istirahat
Aya, besok makan siang bareng ya, Ada yang mau aku omongin
Oke siap*
Adrian mengajak Aya makan siang esok hari, Adrian ingin berbicara kepada Aya, entah apa yang ingin Adrian sampaikan kepada Aya
Adrian masih terniang di benaknya melewati hari ini bersama Aya begitu bahagia saat melihat Aya tersenyum lepas seperti tak ada beban namun hatinya sudah tak sabar menanti hari esok yang ia yakini akan menjadi hari bersejarah untuk Adrian
(Pagi hari)
"Semalam itu siapa Aya?" Tanya Ibu yang mulai penasaran dengan Sosok Adrian
"Temen bu,Adrian namanya" Jawab Aya yang duduk di meja makan
"Yang waktu itu ke rumah kan?"
__ADS_1
"Iya Dia temennya Putra juga satu tempat kerjaan sama Aya"
"Anaknya baik, sopan juga" seru Ibu
"Iya begitulah"
"Ibu panggil Ayah dulu ya buat sarapan, kamu abisin makannya" ucap ibu yang kemudian pergi
"Iya bu"
Hubungan mereka semakin intens hingga isu kedekatan mereka tercium oleh teman kantor Aya, Aya dan Adrian sering istirahat bersama jika Aya tak membawa bekal Adrian selalu menawarkan diri untuk menemaninya makan di luar mereka memang tak hanya berdua Kinanti dan Putra juga selalu bersama
Lucy yang masih menaruh harapan kepada Adrian mendengar bahwa Aya dan Adrian semakin dekat meski mereka berbeda kantor dan divisi namun nama Aya sangat lah familiar di perusahaan tersebut membuatnya kehabisan cara untuk mendekati Adrian yang tak pernah memberi harapan kepada Lucy
Hari ini Aya akan makan siang dengan Adrian karena Ada hal yang ingin Adrian sampaikan, Aya memberitahu Kinanti bahwa ia tak bisa makan siang dengannya
"Kak, aku istirahat di luar bareng Adrian, aku udah janji semalam sama dia" seru Aya
"Iya.. iyaa... lagi PDKT ya ?Aku liat kamu makin deket sama dia" Goda Kinanti
"Gak kok kak, cuma temen biasa aja"
"Masa sih?"
"Kamu sering godain, becandain dia"
"Kalau nanti kamu suka gimana?"
"Gak mungkin kak,aku gak ada perasaan apa-apa ke dia"
"Yaa siapa yang tahu kalau perasaan bisa berubah"
"Isshh udah ah aku duluan ya kak"
"Kabarin kalau udah jadian" ejek Kinanti
"Iya nanti di kabarin kalau mau nikah sekalian" celetuk Aya seraya tertawa lepas
Aya menunggu Adrian di luar kantornya cukup lama ia menunggu namun Adrian tak kunjung datang, sesekali Aya melihat jam di tangannya sudah 10 menit ia menunggu, Aya memutuskan masuk kantor Adrian dan menunggunya di lobby namun Adrian tak terlihat batang hidungnya, Aya mengirim pesan dan menelpon tak ada jawaban Aya dengan sabarnya menunggu Adrian
Diaz menghampiri Aya yang tampak sibuk memainkan ponselnya, OB yang satu ini memang begitu jahil ia lantas merampas ponsel Aya
"Diaazzz......balikin HP Gue" Seru Aya
"Pinjem doang"
__ADS_1
"Balikin cepet" ucap Aya yang mulai geram
"Ngapain Lo di sini bukannya istirahat sana" Tanya Diaz seraya memberikan ponsel
"Nunggu Adrian"
"Masuk aja ke ruanganya dari pada lama nunggu di sini Lo ajak langsung orangnya kalo perlu Lo seret dia keluar" Seru Diaz yang memberi ide gila kepada Aya
"Emang boleh?"
"Ya boleh, udah ah Gue masih Ada urusan"
"Urusan apa ?" Ucap Aya penasaran
"Urusan perut ni udah merintih" Gurau Diaz lalu pergi meninggalkan Aya
Dengan sedikit keraguan Aya memberanikan diri menuju ruangan Adrian ia menyusuri tiap ruangan yang tampak sepi penghuni karena jam istirahat karyawan sudah meninggalkan kantor untuk makan siang
Tiba di depan ruangan Aya tak berani melanjutkan langkah,kakinya mematung melihat Adrian sedang duduk berdua dengan Lucy mereka terlihat dari depan pintu yang memang sudah terbuka sejak Aya datang
Aya hanya diam saja tak mengetuk pintu atau memanggil Adrian
"Adrian ini gimana sih aku gak ngerti deh, aku udah input tapi kenapa datanya gak masuk ya" ucap Lucy mendayu-dayu
"Di lanjut nanti aja, udah istirahat ini" Seru Adrian yang begitu gelisah
"Gak bisa Adrian ini datanya di tunggu sekarang" jawab Lucy yang sengaja mengulur waktu
"Tapi ....
"Udah cepet kamu input ini .. ini..ini.. juga ini" kata Lucy yang memberikan berkas kepada Adrian
Adrian terus menatap layar computernya ia mengerjakannya begitu fokus agar cepat selesai
Lucy membuat Adrian sibuk hingga tak sempat mengecek ponselnya sendiri
Lucy memberi minuman dan bermacam-macam buah telah di potong yang sengaja ia siapkan dari rumah, Lucy mencoba menyuapi Adrian yang di tolaknya mentah-mentah
"Adrian ini makan buah buat ganjal perut" seru Lucy yang hendak menyuapi buah
Tanpa pikir panjang Aya kemudian pergi dan meninggalkan kantor Adrian seorang diri, perut yang sejak tadi lapar tiba-tiba terasa kenyang dan hilang selera untuk makan melihat Lucy yang hendak menyuapi Adrian
"Gak usah makasih"
"Ini ayo makan" seru Lucy yang kali ini memaksa
__ADS_1
"Gak makasih" jawab Adrian yang mulai jengkel