Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Adrian & Lyli


__ADS_3

Hari berganti malam Putra dan Kinanti berniat ke rumah Aya, dengan berboncengan motor Kinanti dan Putra berhenti di sebuah toko dan membeli makanan untuk Aya, Sampailah mereka di rumah Aya yang di sambut bahagia dengan keluarga Aya ,ini kali pertama mereka kerumah Aya, Ibu Aya mengenal sosok mereka lewat cerita yang di sampaikan Aya namun kali ini Ibu dan mereka bertatapan langsung.


Aya dan Kinanti serta Putra duduk di ruang tamu, Ayah dan Ibunya juga ada disana


" Kalian ngobrolnya terusin aja ya, Ibu sama Ayah mau sholat isya dulu" seru Ibu Aya


" Iya Bu..


Orang tua Aya pun meninggalkan ruangan


"Aya Adrian udah kesini?" Tanya Putra


"Belum,


" Dia udah minta nomer Lo kemaren, mau tanya kabar katanya"


"Tapi kaya nya gak ada pesan masuk dari dia" ucap Aya


Tak lama kemudian datang Adrian dan Lyli, Pintu yang terbuka lebar membuat Adrian sedikit merasa canggung karena ada Putra yang terlihat di dalam, Adrian menghentikan langkah sejenak


"Kak ko berhenti sihh..... ayo masuk" seru Lyli


"hmmm iya.."


"Ayo kak issshhh,.." ucap Lyli yang menarik lengan Adrian


"Assalamualaikum.."


"Wa'alaikumsalam..." jawab mereka serempak


"Lyli, Adrian Sini masuk... " seru Aya sumringah


"Iya kak" jawab Lyli di ikuti Adrian yang mulai melangkah masuk


Mereka pun bersalaman satu sama lain, Kinanti yang melihat Adrian pun mulai meraba ingatnnya ,seperti ia mengenal dengan sosok yang baru saja tiba


"Kaya pernal Liat kamu deh, Tapi dimana ya?" Tanya Kinanti seraya bersalaman dengan Adrian


"Adrian kak, Temen aku, adik kelas kaka juga" potong Putra yang duduk di samping Kinanti


Adrian hanya membalas dengan senyuman karena ia tak merasa kenal dengan Kinanti


" Adrian ini Kinanti, Lo lupa???"


" Siapa yaa???"


"Eh Lo gak inget ini Kinanti kakak kelas kita dulu" Tegas Putra


"Masa?? yang mana yaa Lupa Gue?? Jawab Adrian binggung


"Ahh Dasar pikun.....!!!


"hahaa... Sumpah Gue gak inget"

__ADS_1


"Iya udah jangan di paksa nanti juga inget sendiri, Kamu juga gitu kan Putra" kata Kinanti menyela obrolan mereka


"kak gimana keadaan kakak?? " Tanya Lyli


"Baik Ly... Udah jauh lebih baik" Jawab Aya


"Syukur deh, kak ada salam dari mama"


"Iya,. Mama sehat Ly?"


"Sehat kak , Nanti kalo kaka udah sehat banget maen kerumah ya"


"Iyaa Ly"


Kinanti Pun mendapat telpon dari kekasihnya seperti biasa ia harus pulang dan di jemput oleh Haikal, selang beberapa menit Haikal tiba di depan rumah Aya ,


"Aya aku pulang dulu yaa .. Haikal udah jemput dia di luar"


"Ajak masuk dulu kak"


"Gak usah, dia pasti gak mau" ucap kinanti


" Udah ajak masuk dulu bentar kenapa sih?! pasti mau dia??? Bujuk Aya


"Gak dehh, yang lain Aku duluan yaa" ucap Kinanti kepada semua orang


Mereka lalu melanjutkan obrolan, Aya merasa terhibur dan sedikit melupakan sakit hatinya, keberadaan temannya malam itu membuat Aya semangat dan merasa bahwa dirinya tak sendiri dan harus bangkit dari luka hati untuk melanjutkan hidup yang bukan hanya memikirkan tentang cinta


Malam semakin larut mereka memutuskan untuk pulang, Adrian dan Lyli berpamitan di ikuti Putra, Mereka memberi semangat untuk kesembuhan Aya, terlebih Putra yang merasa kehilangan jika Aya tak masuk kerja,.


"Kak bengong Ayo pulang" Celetuk Lyli yang sudah menaiki motor Adrian


"Ehh . ..Iyaa Ayo,,"


"Ishh kaka ini dari tadi gak fokus dahh, Awas bawa motornya ngelamun !!! aku turun di jalan aja kalo gitu...?!! Gerutu Lyli


". Engga.. enggaaa"


"Kak Aya kita pulang yaaa..." teriak Lyli seraya melambaikan tangan


"iya hati-hati " balas Aya dengan senyuman


Kembali Aya masuk dan memberesakan sisa jamuan malam ini, Orang tua Aya sudah terlelap di kamar, Aya merasa lelah ingin beristirahat dan merebahkan tubuhnya di kasur yang dilapisi seprai bergambar hello kitty, memang Aya sangat menggemari kucing kartu itu, nuansa kamar bercorak merah muda tak luput dari pandangan, matanya hanya melihat ke langit kamar yang kosong sejenak fikirannya teringat Dimas namun Aya langsung menepis lamunannya dan meraih ponsel yang berada di samping tangannya,


Karena ia terlalu sibuk dengan Hanna sampai lupa dengan ponselnya yang baru ia pegang,


Aya melihat pesan masuk dan beberapa panggilan tak terjawab dari nomer yang tak di kenal,


Setelah ia cermati dugaannya mengarah kepada Adrian, Aya mencoba menghubungi nomer tersebut namun tak ada jawaban, ingin hati mengirim pesan tapi di benak Aya dirinya memutuskan untuk saat ini tak ingin dekat dengan seorang laki-laki dahulu,


ia menaruh ponsel dan menarik selimut mencoba memejamkan mata dan beralih dari alam nyata ke alam mimpi yang ia harap lebih indah,


"kak Aku suka deh sama kak Aya" ucap Lyli yang masih dalam perjalanan pulang dengan Adrian

__ADS_1


"Suka apanya?" jawab Adrian yang mengurangi kecepatan kendaraannya


"Iya,.. Kak Aya tuh apa adanya banget beda sama cewek- cewek lain, Aku sedikit banyak udah ngobrol sama dia, " seru Lyli yang mulai mengagumi Aya


"Emang ??? kak belum banyak bicara sama dia"


"Kaka kan temennya..Masa kalah sama aku yang baru kenal aja udah akrab" ejek Lyli


"Ini kali ke tiga kaka ketemu dia, jadi kaka belum begitu akrab" ucap Adrian santai


"Payahh nihh"


"Kamu ini.....


"Deketin aja kak, aku setuju kalo kaka sama dia"


" Apaan kamu ada-ada aja"


"Yaaa dari pada kaka sendiri terus, kalo malem minggu jiwa jomblo kaka meronta..hahaha" Ejek Lyli


"Wah ngeledek ...nyari gara-gara nih..."


" Hihihiii..... Aku bicara fakta lho"


"Awas kamu liatin nanti dirumah" Ancam Adrian yang mulai gemas dengan tingkah Adiknya itu


Tiba Di rumah mereka, Lyli ambil langkah seribu dan berlari meninggalkan Adrian yang memarkirkan motor di garasi rumah, karena Lyli tahu kakak-nya akan menjahili dirinya


Adrian yang semakin di buat gemas oleh adiknya mempercepat gerakannya dan mengejar masuk kedalam


"maaaammaaaaa " teriak Lyli yang menghampiri mama Niken di dapur


" Ya ampun Ly.... mama kaget hampir mama kedesak air minum" jawab mama Niken seraya mengatur nafas


"Ly... Lyliii.... mana dia, kalo ketemu aku jitak dia" Gerutu Adrian melepas mata keseluruh ruangan


"Mam ada kaka,.. ?!! aku mau ngumpet" seru Lyli lalu berdiri di balik Mama Niken


"Kalian ini udah besar juga tetap aja kaya anak kecil, becanda mulu kerjaannya" ucap mama Niken menggelengkan kepala


"huusssttt mama jang berisik nanti aku ketahuan" Bisik Lyli


" Nahh... kalo gitu disini dia,.... Cari perlindungan rupanya" Seru Adrian yang mendapati Lyli di balik badan mama Niken


"Udah Adrian,... Godain Lyli terus"


"Kenaa......!!! ucap Adrian seraya meraih tangan Lyli dan menggelitikinya tanpa ampun


"hahaaa... Udah kaakk... !!ampunn.. !!stoppp..!!! teriak Lyli


" hahhaaa...bodo biarin..."


"ok..okk... aku minta maaf udah ngeledek kaka... "

__ADS_1


" Adrian udah... kasian Lyli muka nya sampe merah gitu " ucap mama Niken


Suara mama Niken pun akhirnya melerai mereka


__ADS_2