
Sementara Aya di tengah kesibukan pekerjaanya mendapat panggilan dari Bos besar yang tak lain adalah pak Wirawan
Ponsel Aya berdering ia melihat panggilan masuk atas nama Big boss dengan cekatan ia menerima panggilan tersebut
"Hallo pak ada apa?"
"Aya kamu ke ruangan saya sekarang"
"Iya baik pak"
Tanpa basa basi Bos menyuruh Aya menemuinya saat ini, Aya bergegas meninggalkan semua aktifitasnya dan meminta Kinanti untuk menghandle sementra pekerjaannya
"Kak tolong handle dulu ya,,Aku di panggil Pak Wir" seru Aya
"Iya Ay"
"Thanks kak"
" Oke"
Menuju Ruang ganti Aya melepas pakaian kerjanya dan merapihkannya dengan cepat menuju kantor yang dirinya sudah di tunggu oleh pak Wirawan
"Permisi pak" ucap Aya seraya mengetuk pintu yang memang sudah sedikit terbuka
"Masuk Rifaya"
"Ada apa pak?"
"Tiga hari lagi ada audit dari salah satu customer kita,ini infonya dadakan jadi tolong kamu cek laporan lagi ya, kalo ada yang kurang langsung kamu handle gak banyak cuma satu minggu terakhir berkas yang perlu kamu cek, ini sudah saya pisahkan tinggal kamu koreksi" kata Pak Wira yang menyodorkan tumpukan kertas
"Iya pak "
Aya pun membawa tumpukan kertas menuju meja kerjanya yang tak jauh dari ruang pak Wira
Saat Aya mulai sibuk mengoreksi hasil laporan tiba-tiba seorang laki-laki duduk di bangku depan meja sontak Aya kaget karena kedatangannya begitu mengejutkan
"Sibuk banget " Ucap Diaz salah satu Office boy yang cukup jail sikapnya
"Datang gak di undang bikin kaget Lo!!!"
"Lo aja yang serius banget kerjanya"
"Iyalah.. emang Lo kerjaanya ngusilin orang"
"Gue juga kerja kali..
ini abis anter air ke Ruangan pak Wira "
"Isshhh udahh ahh... Jangan ganggu, Gue lagi sibuk"
"Aya bentar deh"
"Apaan lagi siih" ucap Aya kali ini menatap tajam Diaz
"Itu....
"Apaan ???"
Tangan Diaz mengarah ke pipi Aya dan membuatnya gagal fokus, namun bukan pipi yang Diaz sentuh melainkan rambut Aya
"Ini ada potongan kertas nyangkut di rambut Lo" seru Diaz yang menunjunkan potongan kertas itu
__ADS_1
"Kok bisa ya?"
"BISA lahh..kan pake A kalau pake U jadi BISU kalau di tambahin L jadi BISUL" seru Diaz bergurau
"Kocak Lo serbet warteg" timpal Aya yang tersenyum lebar
"Lo centongnya..hahahha" celetuk Diaz yang kemudian pergi dengan tertawa lepas
Aya hanya menggelengkan kepala namun benaknya masih membaca ucapan Diaz, ia kembali melanjutkan tugasnya hingga waktu istirahat pun tiba Aya masih berkutat dengan setumpuk laporan
"Rifaya istirahat dulu nanti di lanjutin lagi" seru pak Wira yang menghampiri Aya
"Iya pak tanggung ini"
"Saya duluan kalo gitu ya"
"Silahkan pak"
Pak Wirawan pun keluar kantor begitu pun para staff lain yang hendak istirahat yang berlalu lalang di depan meja Aya tak sedikit yang mengajaknya makan siang bersama namun Aya memilih menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu
Kling...!! (Pesan masuk) dari kinanti
*Aya dimana? Ayo istirahat
Aku di kantor kak, kamu duluan aja aku masih ada kerjaan
Mau aku bantu Ay?
Gak usah kak , bentar lagi kelar
Aku tunggu deh di kantin?
Gak usah kakak makan duluan aja aku juga gak bawa bekal, nanti aku makan di luar
Sampai berakhir jam istirahat Aya masih dengan laporannya kali ini hampir selesai tinggal beberapa laporan yang harus ia tanda tangani
"Aya masih di sini, udah makan belum?" Tanya pak Wira yang telah kembali dari istirahatnya
"Belum pak, tapi ini mau makan kok pak"
"Dari tadi udah saya suruh istirahat juga"
"Iya maaf pak, tapi saya agak telat masuknya gak apa-apa ya???kan istirahatnya belakangan" pinta Aya dengan senyuman
"Iya .. iyaa... Sana makan dulu" seru pak Wira menggelengkan kepalanya
Pak Wira memasuki ruangannya sementara Aya berjalan menuju pintu keluar, ia berjalan sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku Aya melewati depan ruangan Adrian dan berhenti sejenak,terlihat dari jendela Adrian sedang sibuk menatap komputernya
Dengan tingkat ke"peka"an yang tinggi Adrian menoleh ke arah luar dimana tepat ke arah Aya berdiri,Aya tersenyum dan melambaikan tangan begitu pun Adrian yang membalas senyum Aya,
Tak ada kata hanya isyarat yang mereka gunakan Aya kembali berjalan menuju mushola dan melaksanakan sholat dzuhur kemudian makan siang di warteg langganannya
selesai makan siang Aya kembali ke kantor untuk merapihkan berkas yang masih menumpuk di meja kerjanya, Aya berpapasan dengan Diaz yang membawa gelas kosong dari ruang pak Wira
"Dunia sempit banget ya... Lo lagi Lo lagi" celetuk Aya meledek
"Apa sih Aya... nanti kalo gak ketemu Gue kangen lohh" Goda Diaz dengan mengedipkan mata
"Idiih... Gembel Lo"
"Lo kok sendirian? biasanya bertiga terus kaya ban bajaj"
__ADS_1
"Gue di kasih tugas tambahan sama pak Wira udah ah kepo Lo"
"Kepo bukannya minuman yang warnanya item yaa?"
"Apaan lagi dahh, Udah ah udahh.. Gue mau ke dalam" Seru Aya Gemas
"Kopi Ay.. Kopi.....!!
"Tau amat iaz .." imbuh Aya yang berjalan meninggalkan Diaz
Diaz Office Boy yang usianya tak jauh dengan Aya dua tahun lebih tua darinya, Aya memang humble pada semua orang hampir seluruh karyawan mengenalnya dan akrab dengan dirinya
Setelah kerjaannya beres Aya memberi tahu kepada pak Wira bahwa berkas yang dia ajukan sudah selesai sesuai ke inginannya
Aya pun kembali ke ruang proses dan melanjutkan tugasnya bersama teman yang lain,
Hari ini cukup melelahkan dirinya dan membuat ia ingin segera pulang, namun waktu terasa begitu lambat detik demi detik bergerak perlahan
Aya sejenak berganti pada mode lamunan
Gue merasa lebih baik kaya gini gak punya pacar,setelah semua yang Gue alami, emang hati Gue masih sakit, sakit banget ,susah buat lupain pengalaman pahit tapi lama kelamaan Gue akan terbiasa, Cinta cuma bisa nguras emosi, mulai saat ini Gue gak akan pake hati, Gue gak akan lemah, dan lebih selektif memilih, Gue akan pilih siapa cowok yang benar-benar sayang dengan cara Gue, gumam Aya dalam hati
"Heh ngelamun Lo" ucap Putra menepuk bahu Aya
"Eh... Putra ngagetin"
"Aya Minggu depan Acara resepsi pernikahan Gue"
"Becanda Lo"
"Serius...!! Undangannya besok"
"Emang ada yang mau sama Lo" ejek Aya
"Njirrr... Gue ganteng begini, rugi cewek kalo nolak Gue" seru Putra dengan menyilangkan tangan di dada
"Gue serius ni nanya, Lo beneran mau nikah?"
"Iya....! kalo gak percaya besok tunggu undangannya yaa
"Dadakan banget,,, Gue juga gak tau Lo punya pacar apa gak, eh udah ngundang aja" imbuh Aya dengan rasa tak percaya
"kan jadi surprize"
"Kinanti udah tau" tanya Aya
"Belum,, besok aja langsung pake undangan jangan di kasih tau dulu ya Ay" bisik Putra
"Terus Lo percaya kalo Gue gak bakal bocor ke dia"
"Gak sih ..."
"hahaa...
"Ahh.. terserah deh,. Gue pulang duluan ya,, ada urusan buat acara resepsi"
"Tapi kam belum jam pulang kerja"
"Gue udah bilang bos,, ini Gue mau ke kantor sekalian izin cuti"
"Yaudahh .. gih sana"
__ADS_1
berlalu Putra dan Aya pun melanjutkan tugasnya hingga jam pulang kerja tiba