Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Putra Day


__ADS_3

Setelah pertandingan playstation itu ke tiga teman Aya menjadi semakin akrab dengan Adrian, di sela waktu libur mereka menyempatkan untuk kumpul walaupun hanya sekedar main PS saja.


Beberapa minggu berlalu Adrian menunda untuk mengungkapkan perasaannya kepada Aya.


Ini hari sabtu dan Hari ini pula ulang tahun Putra, istrinya gayatri menyiapkan pesta kecil-kecilan mereka tak banyak mengundang tamu hanya keluarga dan teman terdekat putra saja


Putra yang begitu antusias merayakan ulang tahunnya bersama istri tercinta memberitahu kepada Kinanti dan Aya untuk datang ke rumahnya malam ini.


"Kak, Aya, nanti malam aku undang kalian ke rumah ku ya" Ucap Putra


"Ada acara apa" Tanya Kinanti"


"Aku ulang tahun, dan istriku udah siapin acara sederhana di rumah, kalian dateng ya"


"Lo ulang tahun? Emang sekarang tanggal berapa ya? Gu lupa? " Imbuh Aya


"Mana Lo inget Lo kan pelupa"


"Aku juga lupa, maaf yaa Putra" kata kinanti


"Gak apa-apa yang penting datang ya nanti malam"


"Oke, pasti"


"Adrian di undang juga kan? Tanya Aya


"Iya di undang lah"


"Bagus deh"


"Seneng banget tuh" ejek kinanti


"Apaan si kak, kalo dia di undang kan aku jadi ada tebengan" kilah Aya


"Yakin?"


"Iyaaaa .. udah ah aku mau lanjutin kerjaanku, daaaahhh" seru Aya melambaikan tangan dan pergi


"Ajak Haikal juga ya kak" kata Putra


"Iya"


Kira-kira Putra udah ngabarin Adrian belum ya? Coba Gue chat deh biar nanti dia jemput Gue, masa Gue datang sendirian sihh" gumam Aya


Aya merogoh ponsel di saku celananya ia mulai mengetik pesan untuk Adrian.


***


Adrian di undang ke rumah Putra gak?


Iya di undang tadi pagi dia chat aku


Kamu dateng?


Dateng dong, kamu gak dateng ?


Dateng


Aku jemput gimana? Biar kita barengan kesana?

__ADS_1


Boleh, aku tunggu jam 8 ya


Oke boss


****


Begitu pesan singkat antara Adrian dan Aya yang membuat janji untuk pergi ke rumah Putra bersama.


Ba'da magrib Aya mulai menyiapkan pakaian tak lupa ia membeli bingkisan sepulang kerja tadi untuk hadian ulang tahun sahabatnya itu.


Kinanti datang bersama Haikal, mereka sudah tiba di rumah Putra lepas isya sedangkan Aya masih di rumah dan belum juga siap.


Adrian mengirim pesan bahwa ia akan berangkat menuju rumah Aya untuk menjemputnya, Aya yang tampilannya begitu santai dengan celana jeans dan T-shirt hitam polos di balut dengan hoodie warna senada rambutnya hanya di cepol tinggi ke atas.


Aya menunggu Adrian di teras rumah bersama ibunya, Ibu Aya mulai ingin tahu tentang hubungan mereka karena akhir-akhir ini Adrian sering main ke rumah.


"Ay, ada yang mau ibu tanyain ke kamu"


"Tanya apa bu?"


"Adrian itu muslim atau bukan?"


"Muslim bu, orang tuanya juga muslim"


"Tapi kok wajahnya seperti non muslim ya ay?"


"Mama nya mualaf, mereka turunan tionghoa"


"Begitu, ibu fikir non muslim"


"Emang kenapa kalo non muslim aku juga gak pacaran sama dia kok bu, cuma temen"


Aya hanya diam tak


"Karena itu kan penting Aya" imbuh ibu


"Iya bu,"


Tak lama motor Adrian tiba di depan gerbang Aya dan Adrian izin pamit pergi ke rumah Putra.


Adrian melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang ia tak ingin buru-buru sampai di rumah Putra karena ingin lebih lama bersama Aya.


"Ay aku boleh tanya gak?"


"Apa"


"Tipe cowok kamu kaya gimana?"


"Lahh tumben nanya begituan"


"Cuma mau tau aja"


"Gimana yaa, kalo tipe sih sama kaya tipe cewek kebanyakan tanggung jawab dan setia rajin ibadah kaya gitu soal ganteng mah bonus, tapi itu semua akan kalah ketika kita jatuh cinta, karena cinta gak mengenal tipe atau syarat dan kita gak bisa memilih untuk jatuh cinta dengan siapa pun" ucap Aya begitu dalam


Adrian hanya diam tak ada kata yang keluar dari bibirnya itu.


"Heh... Jangan ngelamun bawa motornya" seru Aya seraya menepuk bahu Adrian


"Gak kok, oh iyaa ada yang mau di beli gak sekalian mampir di minimarket depan tuh"

__ADS_1


"Boleh, aku haus nih"


Mereka pun menepi di minimarket untuk membeli minum dan beberapa camilan ke sukaan Aya,sejenak mereka duduk di bangku bersanda gurau sambil menunggu Adrian menghabiskan segelas kopi.


Kemudian mereka melanjutkan jalan ke rumah Putra yang memang hampir sampai kala itu.


Sampai di rumah Putra yang memang acara keluarga dan teman dekat saja, terlihat Kinanti keluar masuk rumah dengan sibuknya menata makanan sedangkan Haikal dan keluarga Putra sedang memanggang Ayam di halaman depan,


Adrian lantas menyapa dan bersalaman dengan semua orang di ikuti Aya,


"Baru dateng nih pengantin baru" ejek Putra


"Macet jalanan" jawab Adrian


"Rese Lo put" imbuh Aya


"Adrian aku ke kinanti ya"


"Oke"


Aya pergi menghampiri Kinanti dan membantu mereka yang sibuk mempersiapkan hidangan, Ayam panggang sudah siap nasi tumpeng serta berbagai macam lauk pauk berjajar di atas meja.


Tuan rumah mulai membuka acara,Putra yang berulang tahun mempimpin doa dan memanjatkan sepenggal harapan yang ingin di capai di usiannya saat ini yang kemudian di aamiini oleh seluruh keluarga dan kerabatnya.


Acara berlangsung begitu hangat dengan canda tawa dari seluruh keluarga dan teman dekat yang hadir.


Malam mulai larut tak terasa waktu begitu cepat berlalu Adrian dan Aya pamit dangan Putra dan keluarga di ikuti Kinanti, Meski ini malam minggu Adrian tak mau pulang terlalu larut terlebih ia bersama Aya karena khawatir orang tua Aya akan cemas jika mereka pulang telat


Di perjalanan pulang Adrian melajukan motornya begitu pelan, membelah jalan raya yang tampak lenggang.


Adrian memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya yang sudah lama sekali ia pendam, apapun jawaban yang akan di dengar Adrian siap memerimanya.


"Ay ada yang mau aku omongin"


"Mau ngomong apa?"


"Tapi gimana ya, masa di jalan kaya gini?"


"Udah ngomong aja, emang mau ngomong apa sih?


"Gimana yaa?"kata Adrian dengan kikuk menggaruk kepala yang memang tidak gatal


"Udah cepet aku dengerin"imbuh Aya yang mulai gemas


"Aduhh... Aku sebenarnya mau jujur ke kamu.. tapi situasinya kurang pas kalo sekarang"


"Jujur apa?? Hmmmmm jangan-jangan kamu mau nembak aku yaa?" Celetuk Aya sambil tertawa


Adrian yang mendengar ucapan Aya sontak menghentikan laju kendaraannya dengan mengerem dadakan.


"Ya ampun... Adrian kenapa berhenti tiba-tiba sih?" Ucap Aya yang sedikit kaget


"Maa maaf Ay, aku jadi gak fokus"


"Karena ucapan tadi? Aku cuma bercanda kok"


"Ah... Bercanda yaa"


"Ayo jalan lagi" Pinta Aya

__ADS_1


"Oh,,iyaa" jawab Adrian yang mulai kembali melajukan motornya


__ADS_2