Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Suara Ibu


__ADS_3

"Iya bu, Terima kasih sudah mempercayai Adrian"


Ibu dan Adrian cukup lama berbincang suasana yang sedikit haru dengan petuah yang di sampaikan kepada Adrian seakan menjadi wasiat yang harus di jaga.


Tampak muka bahagia terlihat dari wajah sang ibu, dirinya merasa lega karena putri kesayangannya bersama orang yang tepat, karena perasaan seorang ibu tidak pernah salah.


Sosok Adrian pula membuat hati Ibu menjadi luluh karena tabiat yang baik,rajin dan tanggung jawab.


"Ibu panggil Aya dulu ya, dia kok lama yah"ucap Ibu yang kemudian menuju kamar Aya


Adrian menjawab dengan anggukan dan mengeluarkan ponselnya untuk melepas rasa jenuh menunggu pujaan hatinya.


TOK..TOK..TOK...!!!


"Aya... udah selesai belum? Adrian masih nunggu tuh" Kata ibu dari balik pintu


"Iyaaa buuuu"


"Kasian Adrian nunggu lama" Ucap ibu mamastikan Aya untuk bergegas keluar kamar


"Iyaa bentar lagi bu"


Ibu pun kembali ke ruang tamu, Terasa pening kepala beliau kemudian ibu duduk bersandar di sofa, Adrian melihat raut muka ibu yang tak biasa ia mencoba memastikan keadaan calon mertuanya itu.


"Ibu kenapa? Baik-baik aja??" Tanya Adrian cemas


"Cuma Agak pusing sedikit"


"Ibu istirahat aja kalau gitu"


"Bu...ibu kenapa? Ibu sakit? Tanya Aya yang baru saja tiba dan sedikit cemas melihat ibu bersandar memegang keningnya


"Ibu cuma pusing sedikit nanti juga hilang setelah minum obat"


"Aya ambilin obat ya bu, tunggu sebentar"


Dengan cepat Aya mengambil obat untuk ibunya dengan segelas air hangat, ibu lalu meminum dan di antar Aya ke kamar untuk beristirahat.


Aya tampak panik melihat ke dua orang tuanya sedang tak enak badan, Namun Adrian mencoba menenangkan Aya agar tidak berfikir yang macam-macam perihal kondisi kedua orang tuanya tersebut

__ADS_1


"Aya kamu istirahat ya, aku pamit pulang dulu" Kata Adrian yang sedang duduk di sofa bersama Aya


"Iya, Makasih ya Adrian"


"Kalau ada apa-apa atau kamu butuh bantuan cepat hubungi aku"


"iyah"


Adrian pun pamit pulang, Aya kembali ke kamar ibu dan Ayah memastikan mereka baik-baik saja saat ini.


Aya membuka pintu kamar dengan hati-hati dan melihat dari balik pintu, Ayah pun menyadari putrinya sedang berdiri dan mencoba memanggil dengan nada rendah agar tak mengusik istirahat istrinya.


"Aya... kamu belum tidur? sini nak.." ucap Ayah


"Belum yah" jawab Aya yang kemudian menghampiri Ayah


"Istirahat sana, sudah larut, jangan khawatir ayah sudah baikan.


"Ayah yakin udah baik-baik aja?"


"Iya, Ayah sudah sehat, Ayah akan jaga ibu kamu"


"Sudah, jangan cemas yaa,besok pagi ibu juga akan baik-baik saja, ibu hanya kelelahan menjaga Ayah hari ini,sana pergi tidur"


"Baik Ayah"


Melihat kondisi Ayah yang tampak membaik Aya pun sedikit lega,ia pergi ke kamar untuk istirahat,


"Ayah ... Ayah...bangun,,kepala ibu pusing lagi, bisa ambilkan obat?" Kata ibu yang tiba-tiba membangunkan Ayah


"iii...iyaa bu, tunggu ayah ambilkan"


Dengan mata yang setengah terbuka Ayah mencoba segera sadar dari tidurnya dan segera mengambil obat.


Ibu meminum obat dan kembali tidur dan Ayah kembali tidur di samping ibu dengan mengusap-usap kening istrinya tersebut.


Azan pun berkumandang,Ayah bangun untuk menunaikan sholat subuh, ayah mencoba membangunkan ibu tapi beliau tampak tidur begitu lelap mungkin karena pengaruh obat, Ayah pun bergegas dan pergi ke mushola tanpa membangunkannya lagi.


sementara Aya tak akan bangun jika tak di bangunkan oleh ibunya,

__ADS_1


"Ayaaaa.... Aaaayyy....."suara lirih memanggil namanya


"Ayy...... bangun,, Ayaaaaaa... bangun nak, sinii.... lihat ibu...Aya lihat ibu nak..."


suaranya bergetar dan berat sekali terdengar cukup lama ibu memanggil namun tak kunjung bangun.


Hingga kesekian kalinya Aya pun mendengar rintihan ibu dan tersadar,


Aya bangun tidur dengan perasaan panik, ia bangun dan menelusuri suara itu berasal,


Aya melihat ibu yang duduk di lantai dan memegang tembok kuat-kuat.


melihat kondisi ibu membuat Aya semakin panik.


"Ibu kenapa? apa yang terjadi?"


"Aya... ibu pusing,tangan ibu kaku kaki ibu juga,dan ibu sulit untuk berbicara" kata ibu yang terbata-bata menjawab pertanyaan Aya


Aya memapah ibu kesofa dan membaringkannya, ia mengusap tangan dan kaki ibunya.


"Ibu tunggu ya Aya cari bantuan" kata Aya yang begitu panik


Aya berlari ke rumah sebelah, mecari pertolongan dengan membangunkan tetangganya, ia mengetuk pintu keras-keras dan berteriak minta tolong,


Aya pun berlari ke mushola untuk memberi tahu Ayah nya bahwa kondisi sang ibu tak begitu baik.


Rumah Aya pun seketika ramai tetangga sekitaran rumahnya berkumpul,


Aya mencoba tetap menyadarkan ibunya, yang kala itu hanya bisa merintih saja.


Aya kerumah saudaranya yang jaraknya tak bisa di bilang dekat, ia berlari dengan perasaan panik bukan kepalang dan tanpa sadar Aya tak mengenakan alas kaki


Tok..tok..tok...!!! Aya mengetuk pintu keras-keras


Om,,, Tante... "panggil Aya


Mendengar suara orang berteriak, om dan tante Aya pun keluar.


Aya menceritakan kronologi yang saat ini ia alami dengan sigap Om Aya mengeluarkan mobil dan membawa Ibu Aya ke Rumah sakit terdekat

__ADS_1


Di perjalanan melihat kondisi ibunya semakin parah Aya tak bisa berfikir jernih, ia terhantui oleh hal-hal buruk yang akan terjadi


__ADS_2