
Mentari pagi mulai beranjak dari pangkuan awan gelap suara cuitan burung saling bersautan, hembusan kabut angin menyentuh sisi ruangan, Dimas yang merasa dingin lalu memeluk Tania dari belakang untuk menghangatkan tubuhnya yang masih tak berbusana hanya selimut yang mereka kenakan sepertinya kesadaran Dimas belum penuh ia masih terbuai dengan adegan malam tadi
Begitu pun Tania yang merasa senang mendapati Dimas memeluknya begitu erat tak ingin melewatinya begitu saja
Mamah Dimas sudah terbagun sejak pagi dan ingin membangunkan Tania karena ia rasa butuh bantuannya di dapur untuk membuat sarapan
Tok..Tok..Tok...
Tania.. sudah bangun ??? suara mamah Dimas dari balik pintu
"Gak ada jawaban?? apa Tania masih tidur ya?? "gumamnya
ia pun mutuskam untuk masuk karena kebetulan pintu kamar tak terkunci, mamah Dimas melihat kamar Tania yang kosong ia lalu mencari Tania di kamar mandi namun tak di dapatinya
"Tania kemana pagi-pagi udah gak ada di kamar? di dapur juga gak ada tadi? pergi kemana itu anak?!apa dia di ruang tamu?Ahh yasudah aku bangunin Dimas saja" Gerutu mamah Dimas
Mamah Dimas pun meninggalkan kamar Tania dan menuju kamar Dimas yang letaknya berdampingan setibanya di depan pintu mamah Dimas mendengar teriakan papah yang mencari istrinya itu
"Maaah....mamaaahhh.... ?!!!" Panggil Papah Dimas
"Iyaa pahh... Kenapa?? Mamah di bawah ini di depan kamar Dimas"!!" teriak Mamah
Papah Dimas pun menghampiri istrinya dan menanyakan ponsel miliknya,
"Mah liat HP papah??
"Engga... memangnya di taro dimana?"
"Duhh.. papah Lupa semalam langsung tidur"
"Papah teledor ,, Coba cari di mobil, mungkin tertinggal di sana"
" Ohh.. iya,, Papah cek dulu yaa"
__ADS_1
"iyaa sana mamah mau bangunin Dimas"
Kegaduhan Orang tua Dimas membuat Tania terbangun dan suara mamah Dimas dari balik pintu serta ketukan dan panggilan beberapa kali terdengar Tania melepaskan pelukan Dimas sedikit menarik selimut dan duduk merunduk menutupi wajah ia mulai mengeluarkan air mata palsunya lagi dan terisak begitu sedih seperti seorang gadis yang di regut keperawanannya secara paksa
"Tok..Tok..Tok...!!!"
"Dimas.....???"
"Dimm ... bangun dim"
Cklekk.. bunyi gagang pintu yang dibuka
" Astaga.... Apa-apaan kalian" teriak mamah Dimas kaget
Lututnya mulai lemas tak mampu menopang tubuhnya matanya pun penuh air mata mamah Dimas menutup mulutnya yang tak mampu berkata lagi
Tania hanya menangis sementara Dimas yang mendengar teriakan mamahnya terperanjat dari tidurnya, Dimas kebingungan dengan ke adaan pagi ini ia bugil dengan Tania, tak sempat Dimas berucap Mamah Dimas yang shock lalu jatuh pingsan
"Mamaaaahhh......" teriak Dimas
Dimas yang panik lalu membawa mamah ke ruang tengah ia memanggil keras siapa saja yang mendengar,
Damar yang kebetulan baru tiba langsung berlari dan menghampiri beserta papah Dimas yang kelihatan begitu kaget melihat istrinya tak sadarkan diri
" Mah... bagun mahh"
"Dimas... ada apa ini?? kenapa mamah kamu ?? Tanya papah khawatir
" Mahh... bangun mahh,,,, " seru Damar yang mengusap pipi
" Dim, cepet Lo ambil air putih di dapur terus ambil minyak angin atau apa kek ..!! cepetan!!!" pinta Damar
Dimas berlari dan menuangkan segelas air putih dan mencari minyak aroma therapy lalu memberikannya kepada Damar, Dengan perlahan Damar mengoleskan minyak di ujung hidung aroma yang di hirup membuat hangat rongga pernafasannya dan mulai tersadar kemudian Damar menyentuhkan sedikit air ke bibir mamahnya itu teguk demi teguk mamah mulai merasa lebih baik dan bangkit lalu bersandar kepada Damar
__ADS_1
" Mamah kenapa?? apa yang terjadi sampe mamah pingsan?? " Tanya Damar
"Mahh .. papah khawatir mamah baik-baik aja kan?" imbuh papah yang duduk di sampingnya
Kemudian mamah menatap tajam Dimas yang berdiri di hadapannya, kekecewaan memenuhi sorot mata mamah Dimas, sesekali menyeka air mata dan mulai membuka suara
" Dimas... apa yang barusan mamah liat itu nyata kan?? kamu dan Tania apa yang kalian perbuat?"
"Dimaass..." panggil Tania
"Tante.... Dimas harus tanggung jawab atas perbuatannya, Dimas telah merenggut ke sucian aku...Dimas harus tanggung jawab" ucap Tania dengan tangisan lalu berlutut di kaki mamah
Semua orang pun kaget mendengar pengakuan Tania terlebih papah Dimas yang kalap lalu berdiri dan menampar bungsunya itu
plaakkk....!!!
"Bikin malu keluarga kamu... !! teriak papah penuh emosi
" Pah... udah pahh.. kita selesaikan ini dengan kepala dingin" Lerai Damar
Dimas pun pergi ke kamar tanpa bicara satu kata pun
Tania yang masih menangis lalu di papah duduk dengan mamah Dimas, Dengan lapang Dada mamah mulai mendengarkan semua cerita yang di karang Tania,
Tania menjadikan dirinya korban yang tak bersalah sementara Dimaslah tersangka utamanya.
"Semalam Tania bikinin teh buat Dimas dan Tania antar ke kamarnya, kita memang ngobrol bareng di dalam kamar cuma bercerita masa lalu kita, tiba-tiba Dimas memaksa Tania melakukan hubungan intim dengannya padahal Tania udah menolak, Tania hendak keluar kamar tapi di cegah oleh Dimas, Dimas merayu aku dan... aku gak bisa terusin ceritanya tan.. aku juga masih shock benget dengan kejadian itu..." kata Tania tersedu-sedu
Papah Dimas semakin geram dan ingin menghajar anaknya yang kelewat bejat itu, ia mulai jalan menuju kamar Dimas namun di hadang oleh Damar
"Papah mau kemana? Udah tenangin diri jangan sampe terjadi hal yang gak di inginkan"
"Papah mau hajar itu anak bikin malu papah, apa yang terjadi kalau keluarga Tania tau nanti"
__ADS_1
" Udah pah.. tenang dulu... Kita cari solusinya nanti" Titah Damar yang membawa papahnya duduk