
Dimas membersihkan badan mengganti pakaian ia duduk di tepi ranjang dan mengambil ponsel yang terletak di atas nakas lalu Dimas membuka folder galeri foto dan menghapus semua foto Rifaya kali ini Dimas bertekad penuh melupakan semua tentang Aya dan mengubur perasaannya dalam-dalam
Dimas membuka laci terdapat setangkai bunga mawar berwarna hitam dan kering namun masih dalam keadaan rapih terbungkus.
Bunga itu dari Aya dikala Dimas sakit waktu itu Aya memberi setangkai bunga dan Dimas menyimpanya sampai saat ini
Dimas memandang dalam bunga itu mengusap lembut lalu mendekatkanya ke dada mendekap dengan kedua tangannya tepat di jantungnya, setitik air mata yang jatuh menjelaskan perasaannya begitu dalam untuk Aya, Dimas tak bisa berbuat banyak saat ini ia hanya bisa melepas kenangannya waktu pertama bertemu Aya, saat-saat dimana Dimas menggoda dan merayu Aya pada jam kerja, Dimas yang berbulan-bulan membuntuti Aya pulang kerja karena khawatir dengan Aya perjuangannya memilih antar sahabatnya Bayu dan orang yang ia sayang Rifaya, banyak kenangan yang tersimpan tak mudah untuk di lupakan begitu saja
Pahit getir yang Dimas lalui untuk bersama Aya sirna dengan begitu mudah hanya tersisa setangkai mawar hitam yang saat ini ia dekap
Kalau saja aku bisa memilih dan tahu ini semua akan terjadi mungkin aku lebih memilih mati saat kecelakaan itu terjadi, aku tak punya harapan yang lebih lagi dari hidupku selain bersama Rifaya hidup dan bahagia bersamanya, tapi tuhan tak mengizinkan itu, ia memilih Tania yang mendampingi aku sepanjang hidupku aku bisa apa, mungkin ini yang terbaik untukku, untuk hidupku kelak
Dimas membawa bunga itu ke bibir pintu balkon lalu berjalan beberapa langkah kemudian ia memandangnya sekali lagi dikecupnya bunga tersebut lalu Dimas melempar jauh bunga itu yang entah jatuh kemana karena ia meleparnya dengan keras
Kembali Dimas kedalam kamar ia merebahkan badannya di atas kasur dan sekejap terlelap,
Di ketuk pintu kamar Dimas namun tak ada jawaban kemudian masuklah mamah kedalam kamar yang di cat bertema sepak bola terdapat poster pemain dan pernak pernik club kesayangannya berasal dari inggris yang sering di juluki teh reds itu, adalah liverpool fc jordan henderson yang menjadi capten saat ini club yang Dimas gemari sejak kecil
Mamah Dimas yang mendapati anaknya tertidur dengan nyenyaknya hanya mengusap pucuk rambut dan keluar kamar dengan perlahan menutup pintu dengan hati-hati tak ingin mengganggu istirahat putranya tersebut
"Dimas udah tidur pah, baru mamah mau kasih tahu besok dia udah bisa fitting baju" seru Mamah yang duduk di samping Papah Dimas
"Besok aja mah, mungkin Dimas capek"
"Iya mamah gak sabar aja pah"
__ADS_1
"Mamah ini"
"Pah gimana contoh undangannya udah di lihat"
"Udah mah,, papah suka dan setuju pilih yang itu aja"
"Bagus deh pah, nih mamah mau pilih model dan tema acara nanti kalau papah ada usul atau saran bisa kasih tau mamah dari sekarang, soalnya mamah gak mau nanti ada yang kurang pas di hati papah, mamah juga akan minta saran Dimas besok pagi biar dia tahu dan kalo ada yang gak suka dia bisa bilang dari sekarang juga,, bukan begitu pah..,, papahh diam aja sihh" seru mamah yang masih asik menscroll layar ponselnya
Tak ada jawaban dari suaminya itu membuat sang istri memalingkan pandangan ke arah suaminya yang berbaring di tempat tidur, Ternyata suaminya sudah terlelap membuat dirinya sedikit jengkel karena penjelasan yang begitu panjang lebar jadi angin belaka,mamah pun memulai ritual malam dengan serangkaian produk kecantikan sebelum dirinya tidur menyusul suami tercinta
Jauh di sana Aya terlihat gusar di tempat tidurnya ia membolak balikan badan, menutup kepala dengan guling namun tak bisa terpejam lalu pindah posisi dengan memeluk giling kembali, tak di dapati posisi yang bisa membuatnya tertidur, Aya memutuskan bangun dan pergi ke dapur untuk meminum segelas air putih.
Di buka kulkas yang isinya dominan air putih dan sayur mayur karena memang pertengahan bulan membuat stok cemilan pun sudah tak ada, Aya meneguk air dingin dan duduk sejenak di meja makan
"Aya belum tidur" kata Ibu yang keluar dari kamar mandi
"Tidur malam terus, bangunya susah juga"
"Tadi mau tidur terus Aya haus jadi keluar deh ambil minum" dalih Aya
"Iya udah, ibu tidur dulu ya"
Aya hanya mengangguk dan memutuskan kembali ke kamarnya
Tiba di kamar Aya duduk di meja rias, ia memandang wajahnya di cermin pandangannya beralih ke pot kecil berisikan bunga mawar tampak hitam mengering disana, ternyata keduanya masih menyimpan bunga tersebut
__ADS_1
Ini bunga dari Dimas beberapa bulan yang lalu saat dia mencoba melamar, tapi ya sudahlah Gue juga gak mau larut dalam situasi yang akhirnya susah move on, lagi pula Gue udah mulai terbiasa dengan sakit hati
Aya membuang kasar bunga mawar yang menghitam karena sudah kering ke dalam tong sampah di samping meja, ia kembali ke ranjang dan berbaring di raih ponsel yang terletak di pojok kasur di lihat ada 1 pesan masuk
"Aya udah tidur ya"
Begitu text dalam pesan yang belum ada nama di dalam kontak, di scroll ke Atas ternyata banyak pesan masuk yang hanya Aya baca kala itu, benaknya mengatakan pesan ini mungkin dari Adrian, Melihat pesan masuk yang telah lalu isinya tentang keadaan Aya paska terserempet motor waktu itu
Kemudian Aya membalas dengan sedikit rasa penasaran benar atau tidak dugaannya
"Belum tidur, maaf ini siapa?"
Baru saja terkirim pesan itu langsung di balas
"Lupa, tadi makan siang bareng kan"
Aya meraba ingatannya yang tadi siang makan bareng dengannya Aya mengingat Adrian yang menemaninya makan siang karena Putra tak masuk kerja sedangkan Kinanti makan siang dengan kekasihnya Haikal
"Adrian sorry aku belum save nomer kamu jadi aku gak tau"
"iya gak apa-apa"
Tak ada balasan lagi dari Aya membuat Adrian menunggu ia melihat ruang chat WhatsApp dalam ponselnya terakhir di lihat lima menit yang lalu keterangan di bawah profil Aya, Adrian menaruh ponsel dan segera tidur karena ia fikir Aya pun telah tidur terlebih dahulu
Makasih kaka readrs sudah baca sampai sejauh ini, author mau ingetin yang baca terus lupa like selanjutnya di like ya kasih vote dan rate jangan lupa juga komentari tulisan author
__ADS_1
anggap ini reminder atau iklan dari author untuk meminta dukungan kaka reader 🙏
beri kritik dan saran yang membangun dan mendukung supaya author bisa memperbaiki tulisan