Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Tempat kerja


__ADS_3

Ini pagi pertama Aya kembali bekerja setelah istirahat di rumah selama tiga hari, nampak luka lecetnya telah mengering dan hampir pulih , jadwal minggu ini Aya masuk pagi, Aya telat karena setelah shalat subuh ia tidur lagi,


Sarapan sudah siap di meja makan, Aya begitu terburu-buru


"Aya sarapan dulu" seru Ibu


" Telat Bu.. Gak sarapan ya" jawab Aya seraya merapihkan perlengkapan kerja


" Nanti sakit kamu"


"Udah telat ...


Satu sendok nasi goreng mendarat di mulut Aya yang sedang memakai sepatu, Ibu aya memang sering menyuapi anak nya yang sekarang sudah dewasa itu, Aya yang sering bangun tidur kesiangan dan sampai tak sempat sarapan dari mulai sekolah dahulu kebiasaannya itu masih terjadi sampai saat ini ibunya yang senantiasa menyempatkan waktu untuk mencukupi kebutuhan Aya di pagi hari, kasih sayang dan sikap Aya yang manja tak banyak di ketahui orang


"Ahhh Ibuu.... "


" Udah di kunyah cepet abisin... Aaaaaa lagii"


Mau tak mau Aya pun mematuhi perintah ibunya, dan setelah sarapan Aya langsung berpamitan.


Ibunya hanya memandang tajam anak gadisnya itu, tatapannya penuh arti banyak hal yang ingin di sampaikan olehnya ,


" ibu bangga banget sama kamu nak, meskipun kamu anak satu-satunya dan menjadi tulang punggung keluarga tapi kamu tak pernah mengeluh, sedikit banyak yang kamu berikan untuk keluarga ini ibu bersyukur punya kamu yang sangat berbakti dan mencintai orang tua, semoga kelak kamu mendapat pendamping hidup yang bisa membuatmu bahagia, sayang dan cinta keluarga , itu yang ibu selalu doakan untuk hidup kamu nak, .. anakku sayangku Rifaya"


Tak sadar air mata ibu pun jatuh dan membasahi pipi, sesekali ia menyeka dan menarik nafas, Begitu bangga ibu kepada Rifaya


Aya yang menjauh dari pandangan hingga tak terlihat namun ibunya masih menatap dari depan pintu dan suara Ayah yang memanggil dari dapur membuat ibu tersadar dari lamunannya


Sampai di tempat kerja Aya bergegas ke kantor dan menyiapkan semuanya dan siap untuk bekerja di hari pertamanya lagi...


Di dalam ruang proses produksi sudah ada Kinanti dan Putra yang sibuk dengan pekerjaannya masing- masing, Aya dan mereka hanya bertegur sapa karena pekerjaan membuat mereka tak dapat bicara banyak,


Kesibukan berhenti pada jam istirahat, Aya dan sahabatnya itu memutuskan makan di luar, Di warteg langganan mereka


"Aya udah sehat"? tanya Kinanti


"Sehat dong..!!


"Kangen tauuu .." ucap Kinanti yang menyodorkan tangan dan memeluk Aya


" Samaa... " sambut Aya dan memeluk erat


"Aku jugaaaa..." imbuh Putra yang tiba-tiba pengusap bahu mereka


Seketika mereka kaget dan melepas pelukan , Aya yang di kejutkan Putra lalu menarik teliga Putra dengan gemas nya


"ikut-ikutan aja Lo"


" awwhh... sakit ..!!! ucap Putra merengek


" udah.. udahh... baru ketemu udah berantem aja,, makan yuk udah laper ni" imbuh Kinanti


"Ayo ... di tempat biasa aja ya, tanggal tua nih" seru Aya


" betul betul betul" jawab Putra dengan jargon upin ipin


Aya memesan satu porsi gado-gado, makanan yang terdiri dari berbagai macam sayuran seperti kol,tauge,kacang panjang, kangkung dan sebagainya yang di rebus lalu di tiriskan kemudian di siram dengan bumbu kacang sedikit perasan limau dan taburan kerupuk lengkap dengan irisan tahu goreng dan lontong


Menu makan yang pas di santap siang hari


Begitu pun Kinanti dan Putra memesan menu yang sama dengan Aya


"Aya.... Adrian hari ini interview di tempat kerja kita" kata Putra


"Wah pasti seru kalau kita kumpul di satu tempat kerja" potong Kinanti antusias

__ADS_1


"Hmmmm iya tuh," seru Aya


"Tapi beda Divisi"


"Kok kamu tahu??


"Tau donk.. yang kasih info kan aku kak" seru Putra seraya menaik turunkan alis


"Calo dia mah kak" ejek Aya


"Hihihii.. iya bener Ay"


" Parah kalian..yakali sama temen di bisnisin juga"


"Hehehe... emang niat kan"


" Kalian udah selesai belum? Aku mau ke minimarket dulu" ucap Kinanti yang beranjak dari bangku


" Iya kak kita tunggu disini yaa"


"Nanti takut lama kalian gak apa-apa duluan aja "


"Oh gitu . Oke dehh"


" Hati-hati kak" seru Putra


Kinanti pergi membayar makannanya dan menuju ke minimarket yang letaknya di sebrang jalan, Sementara Aya dan Putra masih kongkow di warteg dengan asiknya dan menyudahi obrolan mereka karena waktu istrahat hampir habis


" Putra bayar gih.. udah siang nih belum dzuhur"


" Iya,, Lo makan apa Aja?"


"Gue gado-gado ama es teh manis, ni duitnya 20 ribu... Kembaliin tuh"


" Yeehhh... Kembali 2 ribu"


"Dasar emak-emak duit 2 ribu juga di tagih"


"Enak aja emak-emak...!! Gue gadis !!


" Calon emak-emak dah"


"Isshhhh.. cepet ahh..


Mereka melaksanakan shalat dzuhur dahulu sebelum kembali ke pekerjaan masing-masing Dari ke jauhan terlihat Adrian keluar dari kantor selesai interview dan menuju mushola, Aya dan Putra yang selesai sholat sedang duduk memakai sepatu


"Hey..." Sapa Adrian kepada meraka


Aya hanya membalas dengan senyuman tipis


" Gimana bro??"


" Sukses... Besok Gue udah mulai kerja"


" Mantap.. Good luck yaa!!


" Thanks ya bro.. berkat info dari Lo jadi gak penggangguran Gue"


"Emang rezeki Lo ,, dari kemaren banyak yang interview tapi gak lolos"


"Iya,. Semoga Gue betah di tempat ini"


" Semangat brother"


" Ekhm.. ekhmm... Sorry nih abang bro,, Udah telat nih kita harus masuk" Potong Aya yang telah berdiri merapihkan rambut

__ADS_1


"Oh iya,, Adrian Gue masuk dulu ya" ucap Putra menepuk bahu


" Oke"


" Adrian aku duluan yaa" seru Aya dengan lembut


" I... Iya iya Ay" jawab Putra dengan sedikit gugup


Aya pun beranjak dan pergi meninggalkan Adrian yang mulai mengganti posisinya dengan duduk, Adrian yang sesekali melihat langkah Aya yang semakin menjauh namun hatinya masih berdebar apa yang di rasakannya Ia tak begitu memahaminya


"setiap dekat dan melihatnya Gue jadi gugup dan salah tingkah kaya gini yaa... jantung Gue gak bisa di kondisiin .... haduhh.. gimana muka Gue ya ?? apa kelihatan culun atau gak ya.. Rifaya kenapa buat perasaan Gue gak menentu gini...akhh .." gumam Adrian yang gemas dengan perasaannya sendiri


Adrian lalu beranjak dan melaksanakan solat setelah itu ia langsung pulang kerumah dan memberi kabar baik kepada keluarganya karena mulai besok Adrian sudah mulai bekerja di tempat baru


Dan yang lebih baiknya lagi Adrian satu tempat kerja dengan Aya meski beda Divisi namun Adrian merasa bahagia entah perasaan apa yang sedang menggelayuti hatinya kali ini


sejak mengenal Aya dirinya sudah jatuh hati tapi tak bisa ia ungkap karena dirinya pun masih ragu akan perasaannya itu.


kali ini author mau kasih illustrasi tokoh ya..


biar gak bosen plus cuci mata yess,


siap-siap jangan baper ya readers


Rifaya andini



Hanna izzatujannah



Putra Winanda



Kinanti Ayunda



Dimas Arya Dewana



Tania Hanum



Adrian Alexio



Lysandra Alexia



ini bayangan author yaa..


kalau ada kurang pas mohon maaf yaa.. cuma illustrasi


AUTHOR



Readers pun mulai mual...😂 please jangan pada muntah 😁 maafin author yang agak halu yaa.. 🙏

__ADS_1


__ADS_2