Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Terjerat Cinta Tania


__ADS_3

Tania segera menyusul Dimas yang berjalan begitu cepat, dan berpapasan dengan Mamah Dimas. mamah Dimas tak mendapatkan jawaban atas sikap Dimas barusan, untuk itu ia bertanya kepada Tania


"Tania, Dimas kenapa? apa kalian bertengkar?" Tanya nya lembut.


"Nggak kok tante, mungkin Dimas hanya lelah aja," dalih Tania.


"Yasudah kalau begitu, sebaiknya kamu istirahat ya, sudah larut malam. Kamu tidur di kamar tamu ya, di samping kamar Dimas. Tanteh dan om mau langsung istirahat di kamar atas. di kamar tamu ada kamar mandi, handuk serta alat mandi lainnya disana lengkap kamu bisa pakai untuk membersihkan badan" terang mamah Dimas


Tania yang mendengar pernyataan Mamah Dimas kalau kamarnya bersebelahan dengan kamar Dimas bahagia bukan kepalang bahkan serasa ingin lompat kegirangan. Sepertinya waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya. Dia akan membuat Dimas tidak bisa lepas dari jeratannya, dan menjadi miliknya seutuhnya.


"Baik tanteh, terimakasih," jawab Tania dengan senyum jahat di dalam hatinya.


"Oia, kalau kamu mau makan atau minun teh ke dapur saja ya, semua sudah lengkap." Kembali Mamah Dimas berujar.


"Baik tanteh,"


Mamah Dimas langsung pergi ke lantai dua untuk beristirahat menyusul papah Dimas yang sudah terlebih dulu ke kamar karena teramat lelah setelah menyetiri mobil Sedangkan Tania bergegas penuh semangat memasuki kamar dan membersihkan diri. Setelahnya ia berganti pakaian dengan sangat seksi. Keadaan sunyi, lampu pun sudah di matikan. Tania pergi ke dapur untuk membuat teh Manis.


Disisi lain


Perjalanan yang melelahkan ternyata tak membuat Dimas langsung beristirahat, alih-alih ingin segera tidur seperti yang di ungkapnya Saat bertemu mamah tadi, dia justru gusar di kasur, memikirkan Rifaya yang kini telah jauh di sana. Dimas mengecek ponselnya, melihat foto-foto Rifaya yang sedang tersenyum manis. Seolah senyuman itu di tunjukan untuknya seorang. Tapi lagi-lagi ia harus berlapang dada menerima kenyataan bahwa hubungannya dengan Rifaya tak berjalan mulus, bahkan tak sampai seumur jagung hubungan mereka telah kandas


TOK...TOK...TOK !

__ADS_1


Suara ketukan pintu membuat Dimas terperanjat dari kasurnya.


Siapa ya malam-malam begini? Apa itu mamah? Atau Tania? Tania? Apa aku terlalu bersikap kasar terhadapnya? Apa sekarang aku harus mulai memaafkan dan kembali membuka hati untuknya? ahhh Entah lah! Pikir Dimas dalam hati.


Dimas bangun dan membukakan pintu


"Maaf aku ganggu, aku mau antar teh ini buat kamu, karena aku tau kamu pasti belum tidur, dan ternyata dugaan ku benar." Ucap Tania menyerahkan secangkir teh kepada Dimas.


Tania,, aku terlalu kasar kepadanya dia sebenarnya amat peduli dan perhatian terhadapku, gak semestinya dia mendapatkan perlakuan buruk dari ku" Gumam hati Dimas sedikit menyelasi tindakannya yang sudah-sudah


"Terimakasih Tania, aku juga minta maaf, mungkin aku terlalu kasar kepada mu. Sekarang tidur lah, kau pasti lelah setelah perjalan tadi," Titah Dimas kepada Tania, sambil meraih cangkir teh dari tangan Tania.


"Iya Dimas, tapi bolehkan aku berbicara sebentar dengan mu? Setelahnya aku tidak akan mengganggu hidup mu lagi," Pinta Tania sambil memegang lengan Dimas.


Tidak akan mengganggu hidup mu lagi? apa dia akan benar-benar pergi? pergi meninggalkan ku?Baiklah, izinkan permintaannya Dimas, mungkin ini yang terakhir kali dia mengganggu dan menghancurkan hidup mu, bersikap baiklah padanya untuk yang terakhir kali. Gumam Resah hati dan fikirannya tentang Tania


Keduanya duduk berdampingan di sofa panjang depan ranjang Dimas


"Di minum dulu dong Dim teh nya, kalau udah dingin nanti nggak enak," pinta Tania dengan wajah sok Manis.


Dimas yang memang sedang haus dan lelah akhirnya meminum teh buatan Tania dengan berapa tegukan saja dan bahkan hampir menghabiskannya.


"Jadi apa yang mau kamu bicarakan?" Ucap Dimas to do point.

__ADS_1


"Jadi begini Dimas. Aku nggak mau lagi maksa kamu buat kembali sayang sama aku. Aku sadar, aku udah melukai hati kamu dan melakukan kesalahan yang sangat fatal, untuk itu, aku akan berhenti mengejar kamu. Aku mau kamu bahagia dengan pilihan hidup mu,"


Apa-apaan ini? Bahkan tadi dia masih sangat agresif dan mencium ku di mobil, sekarang dia menyerah untuk mendapatkan perhatian ku kembali? Bukan kah harusnya aku senang? Terpelas dari jeratan cintanya yang menyakitkan, tapi... Untuk apa? Rifaya pun sudah tak mungkin aku miliki.


"Kenapa kamu berubah fikiran Tania? Tegas Dimas.


"Bukan begitu Dimas, tapi setelah aku pikir, mungkin aku pantas untuk ini, aku tidak memiliki hak untuk kembali bersama mu. Besok pagi aku akan pulang dan tidak akan mengganggu hidup mu lagi," Ucap Tania dengan Akting yang sangat menjiwai, bahkan untuk melancarkan aksinya ia pun meneteskan air mata buaya.


Dimas terenyuh melihat butiran kristal yang mengalir dari pelupuk mata Tania, biar bagaimana pun, Tania adalah gadis yang pernah di cintai nya. Dimas teringat bagaimana senyum manis Tania yang lugu dan polos saat bersamanya. Yang terjadi tak sepenuhnya salah Tania, Dimas pun ikut andil, karena kesibukannya, dan tidak bisa meluangkan waktunya membuat Tania mencari perhatian laki-laki lain.


Dimas memeluk Tania dan menyandarkan kepala Tania pada dada nya yang bidang. Dia mengingat moment indah saat bersama Tania dahulu. Tania pun melingkarkan tangannya pada pinggul Dimas, ia begitu menikmati moment itu.


Cukup lama mereka berpelukan, sampai akhirnya Dimas merasakan pusing dan sesuatu aneh terjadi pada dirinya. Rasa yang tak tertahankan, seperti orang yang kebelet buang air kecil. Dimas mulai gusar dan resah lalu melepaskan pelukannya pada Tania. Sementara Tania tersenyum jahat, dan kembali menjalankan aktingnya.


"Kamu kenapa Dim?" Tanya Tania pura-pura lugu sambil mengelus lembut bagian pipi dan turun hingga ke leher Dimas.


Sentuhan tangan Tania membuat Dimas semakin tidak kuat menahan hasratnya, Mr.Junior nya tak mampu di kondisikan. Sementara Tania terus saja membelai dan membuat perasaan Dimas semakin tersiksa. Dimas berusaha menjauh dari Tania, tapi rasa itu semakin tak tertahankan dan membuatnya justru harus semakin mendekati Tania.


Dimas mulai tak bisa mengendalikan diri melihat Tania berpakaian tipis nan seksi,kulit putih mulus terawang dari luar baju yang di kenakan kala itu membuat jantungnya berdebar kencang darahnya berdesir kuat dan ada yang begitu tegang berdiri namun bukan tegangan listrik


Tania tersenyum bahagia, rencananya berhasil. Obat perangsang yang di masukan ke dalam minuman Dimas sepertinya mulai bekerja. Tania pun mendekatkan bibirnya pada Dimas, jika sebelumnya Dimas bersikap sangat kasar, kali ini terlihat sangat menikmatinya. Dimas malah menggebu dan bersikap bringas, dia mulai membuka pakaian nya, dan sedikit demi sedikit melucuti pakaian Tania. Tak ada penolakan dari Tania yang justru senang dengan ini, Adegan mereka pun berpindah ke tempat tidur.


Selesai melakukannya dengan Tania Dimas merasa plong dan tertidur pulas karena kelelahan.

__ADS_1


Tania sangat menikmati apa yang sudah terjadi, rencananya berhasil, dia telah membuat Dimas menjadi miliknya seutuhnya, dan sebaliknya, Tania telah menyerahkan kesuciannya pada Dimas seorang yang teramat ia sayangi, meskipun mereka belum terikat janji suci pernikahan. Yang penting Dimas sudah berhasil di miliki, dan tak akan bisa lepas dari jeratannya.


Tania tersenyum puas sambil membelai mesra kepala Dimas yang menempel di dada nya. Besok aku akan membangunkan mu, dan akan meminta pertanggung jawaban mu, setelah itu kita akan menikah.Orangtua mu juga pasti akan setuju jika mengetahui apa yang sudah kita lakukan malam ini. Selamat tidur sayang ku. Bermimpi lah yang Indah. Tania ikut terlelap.


__ADS_2