Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Pernikahan Putra


__ADS_3

Keduanya melanjutkan makan siang begitu pun calon pasutri di lain resto melanjutkan makan siang mereka bersama Mamah Dimas yang kemudian datang mememuinya


Selesai makan siang mamah beserta Dimas dan Tania mensurvey gedung yang hendak mereka sewa, semua berjalan lancar persiapan sudah 90% Semua berjalan sesuai rencana hanya tinggal menunggu hari H saja


Dimas dan mamah mengantar Tania pulang karena pagi tadi Tania di antar ojek online ke rumah Dimas


sampai di rumah Tania keluarganya mengajak Dimas dan mamah untuk mampir istirahat sejenak sambil menikmati secangkir teh hangat hingga petang menjelang mereka masih asyik berbincang


......


Hari berganti begitu cepat ini saat dimana Putra dan calon istrinya Gayatri Ayuningtyas mengikat janji suci


Pagi ini menjadi saksi sejarah perjalanan baru untuk Putra dan Gayatri begitu sapaan yang biasa di panggil.


Gayatri Adalah adik kelas Putra semasa SMA mereka menjalin hubungan sejak di bangku sekolah tersebut Adrian mengenal Gayatri pula, tidak dengan Kinanti ia tak begitu mengingat senior-seniornya


Sejak semalam Putra telah menghafal kalimat sakral tersebut namun tak bisa di pungkiri rasa cemas dan khawatir menyelimuti hatinya takut kalau saja ia salah karena gugup atau menyebutkannya dengan terbata-bata kemudian gagal mengucapkannya. Putra terus saja melafalkan kalimat itu sampai ia yakin bahwa semua sudah di luar nalarnya


Tak jauh beda dengan perasaan Gayatri yang harap-harap cemas menantikan ijab qobul yang akan di ucapkan Putra hari ini


Penghulu sudah datang para saksi pernikahan pun telah hadir, keluarga dari kedua belah pihak sudah siap sejak pagi, sedangkan tamu mulai berdatangan untuk menyaksikan pernikahan Putra


Tak bisa di lukiskan perasaan Putra saat ini, semua campur aduk tak bisa di rasakan,


ia mengambil nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan secara perlahan Putra mulai mengatur nafas agar stabil namun jantungnya berdegup kencang seperti ingin loncat dari dalam ia berusaha tetap fokus,


Putra mengikuti arahan dari bapak penghulu yang mencobanya untuk melafalkan kalimat tersebut sebelum ijab qobul yang sebenarnya di mulai


"Saya terima nikah dan kawinnya Gayatri Ayuningtyas binti Handoko atmojoyo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"ucap putra dengan lantang


"Bagus... ini cuma percobaan ya belum sah" imbuh bapak penghulu dengan tersenyum


"ii iyaa pak" seru Putra yang mulai merasakan dingin namun keringat yang keluar


"Saya terima nikah dan kawinnya Gayatri Ayuningtyas binti Handoko atmojoyo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


Dengan satu kali hentakan saat menjabat tangan penghulu yang telah di wakilkan kepadanya dan sekali tarikan nafas Putra mengucapkan ijab qobul dengan lancar


"Gimana sah para saksi?" Tanya penghulu kepada para saksi


"Sah... Sah..." jawab saksi serempak


"Barakallah...... "Ucap para tamu yang menyaksikan

__ADS_1


Aya dan Kinanti merasakan senang campur haru melihat sahabatnya telah menyempurnakan ibadahnya dengan menikah


Terlebih perasaan Putra hatinya yang merasa plong, dadanya yang sesak kini terasa lega ia merasa seperti ingin meledak seperti kembang api menggambarkan kebahagiaannya


Terlihat Adrian beserta keluarga ikut menyaksikan ijab qobul, orang tua mereka memang saling kenal, disana Ada Lyli dengan gaun hitam senada dengan kemeja Adrian mereka terlihat kompak bak pasangan kekasih padahal mereka adalah kakak beradik


Aya menyapa dari kejauhan dengan melambaikan tangan kepada Lyli yang bertukar pandangan kala itu,Aya dan Kinanti beserta teman satu divisi mereka memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai di ikuti keluarga Adrian


Aya menghampiri dan memberi salam kepada keluarga Adrian yang di sambut hangat oleh mereka, tak lama Aya berbincang dengan keluarga Adrian karena Aya datang dengan Kinanti juga teman kantornya membuat ia tak enak hati jika terlalu lama meninggalkan Kinanti dan kawan-kawan


Para tamu mulai menyantap hidangan yang telah di sediakan, Aya dan Kinanti tak bisa berlama-lama karena mereka harus bekerja seperti biasa, Aya berpamitan dengan kedua mempelai dan tak lupa Aya berpamitan dengan keluarga Adrian


"Tante Aya duluan ya, soalnya mau langsung kerja"


"Iya,, Adrian juga mau langsung kerja tuh tapi mana dia ya abis makan terus ngilang"


"Mungkin sama Putra kali tant"


"Iya mungkin"


"Aku pamit ya tant, om" ucap Aya seraya mencium tangan keduanya


"Lyli kaka duluan ya, mau kerja soalnya"


"Hati-hati Ay,, sampai ketemu lagi yaa" seru mama Adrian


Aya yang sudah melangkah kemudian menoleh memberi senyum kepada keluarga itu,


Adrian yang kembali namun tak melihat Aya di sana kemudian menyanyakan keberadaan Aya


"Aya kemana mam?"


"Udah pergi, katanya mau langsung kerja, kamu juga bukannya mau kerja??


"Iya mam"


Setelah berpamitan kepada yang punya hajat keluarga Adrian pun meninggalkan pesta Adrian mengantar Lyli pulang kerumah terlebih dahulu barulah kemudian ia berangkat menuju tempatnya bekerja.


Mereka bekerja seperti biasa dengan kesibukan masing-masing


Adrian sedang sibuk menginput datang Lucy yang mulai mengganggunya


"Sibuk banget Adrian, ada yang bisa aku bantu" ucapnya yang berdiri di samping komputer Adrian

__ADS_1


"Gak ada"


"Adrian weekend ada acara gak?"


"Gak ada"


"Kita nonton yu"


"Gak bisa Lucy"


"Kenapa? katanya gak ada acara?"


"Lagi males ke luar aja, sorry ya aku mau fotocopy" kata Adrian yang pergi begitu saja


Kesekian kalinya Adrian menolak dan mengacuhkan Lucy, Adrian sama sekali tak tertarik dengan Lucy di samping itu Adrian telah mengetahui bahwa Lucy sudah memiliki kekasih dan selentingan gosip bahwa tabiatnya kurang baik ia hanya memoroti laki-laki kaya dengan modal kecantikan


tik..tik.. tap..tik..tap..tap.. sreett


Suara tombol mesik fotocopy Aya mulai kesulitan menjalankannya, ia hampir putus asa padahal ia menjalankannya sesuai dan seperti biasa ia memakai mesin itu tapi kali ini mesin fotocopy tak bersahabat denganya


"ini gimana yaa... kok kertasnya gak keluar si, padahal kertas ini baru Gue taro" gerutu Aya yang melihat sekeliling dan mencari kendala mesin itu


Adrian yang melihat Aya dalam masalah segera menanyakan apa yang terjadi


"Kenapa Aya?" Tanya Adrian yang juga ingin mengcopy


"ini kok gak keluar hasilnya ya"


"Coba sini aku periksa"


Adrian mulai memeriksanya Di buka tempat kertas yang Aya tutup kurang pas dan ternyata di sana ada kertas yang tersangkut sehingga menyumbat kertas untuk keluar


"Udah bisa nih, mana yang mau di fotocopy biar aku aja sini"


"Ini... ini... terus ini juga..... sama yang ini" imbuh Aya yang memberi setumpuk kertas


"Banyak juga, satu lembar seribu ya" Gurau Adrian


"Mahal bang.. mending saya fotocopy di sebelah dah" timpal Aya


Kemudian Adrian membalasnya dengan senyuman, ia melanjutkan memfotocopy sedangkan Aya duduk manis menunggu hasilnya


Sejauh ini hubungan mereka semakin dekat meski kadang Adrian merasa canggung dan salah tingkah tapi Aya selalu bisa mencairkan suasana

__ADS_1


__ADS_2