Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Kembali ke Dimas


__ADS_3

Jam pulang kantor pun tiba Adrian menunggu Putra sekitar sepuluh menit Putra dan Aya beserta Kinanti datang dari kejauhan, entah apa yang ingin di bicarakan Putra hingga menyuruh mereka berkumpul kembali


" Oke, karena kalian semua udah pada kumpul dan kita juga udah pulang kerja,,, gimana kalo kita makan-makan dulu merayakan Adrian yang udah di terima kerja" Ucap Putra antusias


"Boleh tuhh" jawab Aya


"Gimana Adrian setuju gak?"


" Oke..oke


" Sorry aku gak bisa ikut kalian, aku udah ada janji sama Haikal" jawab Kinanti


" Pacaran mulu" gerutu Aya


"Maaf yaaa,.. Lain kali aku janji"


"Ahh ..." Ucap Aya kecewa


"Iyaudah selow kak" jawab Putra


" Maaf ya semua, maaf ya Aya jangan ngambek dong..." Bujuk Kinanti


" Iya..iyaaa kak"


" Oke kita makan dimana nihh?? Ada referensi gak Lo pada?" Seru Putra


"Gue ikut ajah dehh"


" Gimana kalo kita makan di kafe mawar, tempatnya enak buat nongkrong juga tuh" seru Adrian yang memberi tempat tujuan


"Oke, berangkat" jawab Putra semangat

__ADS_1


Mereka pun mengendarai motor masing-masing tanpa Kinanti dan pergi menuju kafe mawar tempat yang di ajukan Adrian


Mereka menikmati suasana sore yang penuh kehangatan, hingga tak sadar hari hampir malam dan mereka memutuskan untuk pulang.


Sementara Dimas dan keluarganya sore ini sudah siap untuk pindah rumah dan menetap di bandung, barang-barang telah di kemas rapih rumah sudah mulai kosong, Ini hari terakhir Dimas disini dan tak akan pernah kembali lagi, Ada rasa ingin bertemu Aya sebelum Dimas benar-benar pergi namun Dimas tak ingin melukai hati Aya lebih jauh lagi


"Dim... Ayo naik mobil, papah udah nunggu " Seru mama Dimas


" Iya mah,."


Dengan berat hati Dimas meninggalkan semua kenangannya disini mengakhiri cerita cinta untuk Aya, Dimas duduk di samping papah yang menyupir mereka


Brugghh....!!


"Tania....." Ucap Mama


"Iya tante,. Aku mau anter kalian ke bandung"


"Nanti aku bisa pulang sendiri kok tan,. Aku cuma mau nemenin Dimas" Potong Tania


" Udah mah biarian Tania ikut" imbuh papah


" Makasih ya om"


"Dim..Kamu gak keberatan kan aku ikut?? Tanya Tania


Dimas hanya menatap ke arah jendela mobil dan menghiraukan perkataan Tania, Benak nya masih memikirkan Aya dan sulit untuk melupakan wanita yang benar-benar ia cintai saat ini


Dimas memasang aerphone dan bersandar memejamkan mata tanpa ada sepatah kata pun ia bungkam seribu bahasa


Jarak tempuh jakarta bandung tak begitu memakan waktu hanya beberapa jam, Tania mulai mencairkan suasana dengan membuka suara, Mamah Dimas pun terbawa obrolan yang di pandu Tania sepanjang perjalanan mereka sangat akrab

__ADS_1


Tania memang sudah dekat dengan orang tua Dimas bahkan mamah Dimas lah yang tak ingin mereka putus meski tahu Tania mengkhianati anaknya namun tetap mamah menginginkan Tania sebagai menantu


Tiba di kota kembang Dimas yang terlelap di mobil pun tak sadar sudah sampai di depan rumah barunya


"Dim bangun... Udah sampe nak" seru mamah


"Biar aku aja yang bangunin Dimas tan" ucap Tania


"Iya bangun yaa... Tante mau bawain semua barang"


"Oke "


Papah dan mama Dimas sibuk membawa masuk barang-barang sementara Tania tak ingin kelewat moment dimana hanya Ada Dimas dan ia di dalam mobil


Tania menarik tuas bangku mobil dan menjadikan Dimas ke posisi bersandar lalu ia menjelajahi wajah Dimas dengan jari telunjuk mulai dari dahi turun melewati pipi ke arah dagu lalu memutar ke sisi pipi sebelahnya sampai dahi kemudian turun ke hidung sedikit memutar di area bibir, mengusap lembut dengan ibu jadi dan seketika terasa hangat di sisi bibir Tania mengecup Dimas yang masih terbungkam dan memagutnya tanpa izin dari Dimas yang sekejap lalu tersadar dari tidurnya


Ia segera bangun dan menepis wajah Tania yang berada tepat di hadapannya


" Kamu... Apa apaan sih,..!!"


"Ayolah dim,.. aku kangen sama kamu"


Tanpa jawaban Dimas membuka pintu mobil dan meninggalkan Tania, kali ini Dimas tak mau terjebak dan memilih menghindarinya


" Dimas.... Tunggu...!! Panggil Tania


Dimas mengabaikan Tania dan langsung masuk ke dalam rumah dengan emosi yang memuncak karena tingkah Tania membuat hancur mood nya seketika


"Dim,.. kenapa kamu?" Tanya mamah yang berpapasan Dimas di ruang tamu


" Dimas capek, mau istirahat

__ADS_1


__ADS_2