Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Ungkapkan saja Adrian


__ADS_3

Adrian bungkam tak bisa berbicara setelah mendengar ucapan Aya meski itu hanya sebuah gurauan tapi Adrian merasa sedikit bingung akan niatnya itu.


Hingga sampai rumah Aya, Adrian masih belum membuka suara.


"Mau mampir dulu?"


"Aku langsung pulang aja deh"


"Ok , makasih yaa"


"Iya sama-sma"


Aya melepas senyuman untuk Adrian yang duduk di atas motornya, Senyuman itu membuat jantung Adrian berdetak 100 kali lebih cepat. Perlahan Adrian menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.


Aya yang mendapati Adrian tak kunjung menyalakan motornya merasa heran dan mulai bertanya-tanya.


"Ada apa Adrian? Ada yang ketinggalan?" Tanya Aya


"Engga Ada kok"


"Oh gitu"


"Ya udah masuk sana" seru Adrian


"Ok" jawab Aya lalu membalikan badan dan mulai melangkah meninggalkan Adrian


"Ay... Tunggu" ucap Adrian yang kemudian menghampiri Aya


"Kenapa?"


"Aya,, sebelumnya aku mau minta maaf, aku mau jujur sama kamu sejak pertama kali ketemu kamu, aku udah suka sama kamu dan perasaan ini semakin hari semakin besar, aku sayang sama kamu" kata Adrian yang begitu gugup dan sedikit berbata-bata


Aya hanya diam berusaha mencerna perkataan Adrian yang baru saja ia dengar, kebungkaman Aya membuat Adrian semakin gusar dan cemas, kali ini ia merasa nafasnya sangat sesak dan ia pun tak bisa mengontrol detak jantungnya yang seperti ingin loncat keluar


"Kamu mau jadi pacar aku" kata Adrian yang meringkas inti tujuannya


Aya masih saja diam membisu, seakan tak percaya apa yang telah di ucapkan Adrian.


perasaan Adrian semakin tak menentuk karena tak dapat respon apapun dari Aya.


"Oke Ay, kamu gak perlu jawab sekarang, aku tau kamu pasti kaget dan aku terima apapun jawab dari kamu" ucap Adrian yang resah melihat Aya

__ADS_1


Aya hanya menganggukan kepala memberikan isyarat bahwa ia mengerti maksud Adrian


Adrian melihat butiran bening di pelupuk mata Aya membuatnya merasa bersalah atas sikapnya yang mungkin saja Aya tak menyukainya


Adrian meraih kedua tangan Aya dan mengusap lembut dengan ibu jarinya.


Air mata Aya semakin deras jatuh membasahi pipinya bibirnya masih bungkam, perasaan apa yang kini Aya rasakan setelah mendengar perasaan Adrian yang mencintainya hanya membuatnya menangis dan kelihatan begitu terluka


"Aya aku gak tau apa yang kamu rasa, tolong bicara sesuatu buat aku mengerti" ucap Adrian lembut dengan mengusap air mata di pipi Aya


"Kalau perasaanku salah, aku minta maaf, anggap ini tak pernah terjadi kalau itu bisa membuatmu lebih baik" imbuh Adrian yang mulai pasrah dengan perasaannya


Aya melepaskan tangannya dari gemggaman Adrian ia menyeka air matanya dan menarik nafas dalam-dalam kemudian perlahan menghembuskanya, Aya mengatur nafas dan mengontrol emosinya cukup di rasa tenang Aya pun mulai membuka suara


"Maaf kalau sedikit baper, Aku gak bisa tahan air mataku saat kamu bilang sayang sama aku, seketika masa lalu perih itu datang dan membuat aku teringat akan pengkhianatan seseorang yang telah mematahkan hatiku,aku cuma takut itu terulang" ucap Aya dengan lirih


"Tenang Aya, kalau kamu memang belum siap terima cintaku, aku bisa memahami dan aku akan tunggu sampai kamu benar-benar yakin" seru Adrian seraya mengusap lengan Aya


"Aku gak bisa jawab sekarang"


"Gak masalah Ay, Ya udah kalau gitu kamu masuk dan istirahat" imbuh Adrian


"Aku pulang dulu ya, besok sore aku mau ajak kamu jalan boleh?"


Aya kembali mengganggukan kepalanya


"Aku pulang ya" ucap Adrian yang kemudian menaiki motornya


sosoknya menjauh kemudian lenyap dari pandangan, Aya yang perasaannya bimbang entah senang atau pun sedih, yang masih meyakini hatinya untuk jatuh cinta lagi dan berharap bukan dengan orang yang salah.


Aya mengetuk pintu perlahan yang kemudian di bukakan oleh ibunya


Wajahnya pucat membuat ibu yang melihatnya sedikit cemas dan bertanya kepada Aya


"Kamu kenapa Aya? sakit?"


"Gak bu,, cuma kecapean"


"Ibu bikinin teh hangat ya, kamu bersih-bersih badan dulu sana"


"Iya bu"

__ADS_1


Ibu Aya pun pergi ke dapur membuat teh hangat untuk Aya, sementara Aya pergi mencuci muka dan mengganti pakaian, ia duduk di tepi ranjang dan kembali terbayang ucapan Adrian yang masih terniang di telinganya.


"Ay ini teh nya, minum dulu ibu takut kamu masuk angin" kata ibu yang menaruh secangkir teh di atas nakas


"Makasih bu"


"Kamu kenapa?" tanya ibu yang duduk di samping Aya


"Bu, menurut ibu Adrian itu gimana?"


"Adrian, Baik anaknya juga sopan"


"Gitu ya bu"


"Kan kamu yang sering ketemu dia, harusnya kamu juga bisa menilai dia, suruh sering main kalo gitu, biar sering ngobrol sama ibu jadi ibu bisa nilai dia lebih banyak" seru ibu yang mulai mencium hubungan khusus antara mereka


"Gitu ya bu"


"Gitu ya bu.. gitu ya bu...kamu ini Ay..ay.? minum teh nya dulu terus istirahat jangan begadang" ucap Ibu yang kemudian pergi dari kamar Aya


Di ambil cangkir yang berisi teh hangat lalu sedikit demi sedikit Aya meminumnya, membuat Aya lebih segar dan memberikan asupan tenaga yang sempat lemah sejak mendengar ucapan Adrian


Aya beranjak dari ranjang dan mengambil ponsel di dalam tas yang ia taruh di atas meja rias, Aya mengirim pesan kepada Adrian menanyakan sudah kah ia tiba di rumah dan sedikit mentitah Adrian denga menyuruhnya istirahat tepat waktu.


Adrian membalas pesan Aya tanpa membahas tentang jawaban atas perasaannya. Adrian memilih memberi ruang untuk Aya berfikir matang dengan keputusannya. Meski tak bisa di pungkiri Adrian mengharap penuh agar perasaannya terbalaskan.


Jika memang Aya berkata lain dan menolaknya, Adrian pun sudah siap menerima keputusan Aya dan tetap berteman baik seperti dulu.


Aya yang lelah kini mulai mengantuk, ia kembali ke ranjang dan mulai merebahkan badan untuk istirahat.


Begitupun Adrian yang ingin segera bertemu Aya mulai membari jalan untuk terlelap dan berharap bermimpi indah malam ini


Makasih yang masih setia baca novel ini, kira-kira Rifaya bakal terima cinta Adrian gak yaa??? penasaran gak ni?


Maaf ya kakak readers author baru up lagi udah cukup lama, semoga kakak readers gak bosen ikutin cerita dari novel ini.


sekedar mengingatkan yang mungkin lupa sama ceritanya author saranin baca ulang ya atau baca yang kira-kira lupa tokohnya.


author juga minta dukungan kalian semua untuk like atau pun komen di kolam komentar kasih kritik dan saran yang membangun supaya author bisa memperbaiki tulisan


jangan lupa vote dan rate novel author yaa kakak readers

__ADS_1


__ADS_2