
Dimas berjalan cepat menuju kamar benaknya masih bertanya-tanya kenapa bisa terjadi hal demikian, ia meniduri wanita yang belum sah menjadi istrinya terlebih wanita itu Tania, ia merasa tak jauh bejat di banding Bayu karena tak bisa menahan nafsunya itu, ia duduk di tepi kasur dan meremas rambutnya, menyesalan pun kini terlamabat semua sudah terjadi ia harus bertanggung jawab atas perbuatanya
Dimas yang gerah badannya mulai terasa panas lalu pergi ke kamar mandi dan membasahi tubuh kekarnya itu, aliran air dari shower yang jatuh membasahi kepala membuatnya sedikit tenang selesai mandi berganti pakaian dan merapihkan tempat tidur yang sangat berantakan terlihat bercak darah menempel di seprai yang berwarna putih polos
Dimas mengusap kasar wajahnya ia tak bisa mengelak lagi bahwa ini bukti perbuatannya tadi malam
ia menarik nafas dalam-dalam dan memutuskan bicara kepada kedua orang tuanya untuk bertanggung jawab dengan menikahi Tania secepatnya
Dimas keluar kamar dan menghampiri keluarganya yang masih berkumpul di ruang tengah
"Mah,, pahh.. Dimas akan bertanggung jawab dan menikahi Tania secepatnya" ucap Dimas
"Iya memang itu yang harus kamu lakukan, papah kecewa sama kamu Dim" kata papah dengan nada tinggi
" Udah pahh,, ini kecelakaan mamah juga kecewa dengan semua yang telah terjadi,tapi mau gimana lagi,, Dimas akan menikahi Tania akhir bulan ini, mamah gak mau menunda-nunda" Tegas mamah
"Mamah atur semua Dimas ikutin" jawab Dimas pasrah
Tania yang mendengar Dimas akan menikahinya merasa bahagia bukan kepalang tak sia-sia rencananya kali ini,
"Tante mungkin besok pagi aku pulang ke jakarta, aku mau kasih tau kabar baik ini kepada keluargaku" ucap Tania
"Iya,, biar nanti Dimas yang anter kamu, sekarang kamu istirahat di kamar aja kamu tampak begitu lelah" kata Mamah Dimas mengusap punggung Tania
"Aku permisi dulu"
Tania pun pergi ke kamarnya sementara mamah Dimas ke dapur untuk menyiapkan sarapan, Papah Dimas sibuk menelpon rekan bisnisnya dan Damar pun memilih untuk beristirahat dengan membaringkan badan di sofa
sarapan sudah siap di meja makan papah Dimas telah duduk di ruang makan, Mamah membangunkan Damar untuk sarapan namun Damar sudah sarapan di jalan, segera mamah pergi ke kamar Tania dan Dimas tetapi kedua nya lebih memilih istirahat di kamar, mamah pun kembali ke ruang makan hanya dengan papah sarapan pagi ini
"Mah,, Dimas dan Tania mana?"
"Nanti nyusul katanya, Biarin lah pah nanti mamah bawakan ke kamar mereka" seru mamah
Tak lama kemudian Dimas menyusul ke ruang makan dan duduk di samping papah
"Mah, tolong ambilin buat Dimas" ucap Dimas seraya menyodorkan piring
__ADS_1
"Sini .. Tania gak di ajak makan Dim?"
"Aku fikir dia udah di sini"
"Tadi udah mamah ajak, Tapi dia nolak"
"Yaudah selesai makan Dimas bawain sarapan Tania ke kamar" seru Dimas
Selesai sarapan Dimas membawakan sepotong roti di lengkapi selai kacang coklat dan segelas susu hangat, ia mengetuk pintu kamar Tania perlahan
TOK..TOK..TOK...
" Tania ini aku Dimas bawain sarapan,, Aku boleh masuk" seru Dimas di balik pintuk
Tania yang sedang melamun membayangkan hari pernikahannya tersadar ketika mendengar suara pujaan hatinya, rasa tak percaya Dimas membawakan sarapan untuknya, sikapnya berubah menjadi perhatian
"Dimas??? astaga dia jadi perhatian banget sampe bawain sarapan buat gue,, yaa ampun, gak sia-sia banget akting dan usaha gue selama ini,gue harus berlagak tertekan atas tindakannya semalam, biar dia tambah simpati ke gue" gumam Tania dengan segelintir akal bulusnya
"Iya, masuk aja ...
"Aku gak nafsu makan, bawa lagi aja" ucap Tania yang duduk di tepi ranjang dengan mengusap air mata
Dimas yang melihat kondisi Tania saat itu semakin merasa bersalah, Dimas mencoba mendekat dan menenangkan Tania
"Tania,, aku minta maaf atas perbuatan aku semalam, aku lepas kontrol, Aku khilaf dan berbuat hal yang di luar dugaan, Aku pasti tanggung jawab, aku akan nikahin kamu secepatnya, kamu gak perlu khawatir ya" imbuh Dimas yang menggenggam tangan Tania
"Kamu janji ya bakal nikahin aku, setelah semuanya sudah aku berikan untukmu" ucap Tania sendu
"Iya aku janji"
(meskipun perasaan aku masih sepenuhnya untuk rifaya tapi karena kecerobohan ini yang akhirnya aku terjebak di dosa terindah, membuatku harus menanggung akibatnya) gumam Dimas dalam hati
Tania pun tersenyum tipis yang didalam hatinya itu tersenyum lebar bahagia atas kemenangannya mendapatkan Dimas
"Kamu makan dulu ya"
" iya Dim"
__ADS_1
"Aku ke mamah dulu ya ,tadi minta anter ke supermarket" seru Dimas yang beranjak dari kasur dan pergi keluar kamar Tania
Melihat Dimas keluar Tania mengangkat kedua tangan lalu merebahkan badan di kasurnya, menarik nafas dan menghembuskannya perlahan
akhirnya semua rencana berjalan mulus tanpa hambatan,, meskipun malam pertama aku gak seperti malam pengantin pada umumya tapi hati ini puas banget, dan aku gak nyesel udah menyerahkan semuanya buat kamu Dimasku sayang. lagi pula mana ada kucing di kasih ikan diam aja.... ya udah pasti diterkamlah, tapi Dimas aku janji gak bakal sia-siain kamu lagi aku sayang dan tulus ke kamu meskipun caranya sedikit melenceng
Mamah di antar Dimas ke supermarket untuk belanja kebutuhan dapur beberapa hari kedepan, sementara papah sudah pergi menemui rekan bisnisnya
sampailah ditempat yang mereka tuju Dimas mendorong trolly mengekori Mamah yang sibuk memilah belanjaan,fikirannya sedikit liar meraba kejadian semalam hingga tak sadar dirinya sedang di perhatikan
"Heh Dimas..!!. ngelamun aja si kamu"ucap mamah seraya menepuk bahu Dimas
"...ehh maaf mahh,, Udah selesai mah?"
"Udah dari tadi kamu itu gimana sih,.."
"Iya maaf.., ayo mahh bayar dulu"
Setelah menyelesaikan transaksinya lalu Dimas memasukan belanjaan ke dalam mobil sementara mamah sudah duduk di bangku depan, selesai semua Dimas masuk mobil dan mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang di sela-sela perjalanan mamah mulai bertanya kepada Dimas
"Kamu tadi ngelamunin apa? Tania?"
"Ahh... Bukan mah"
"Jujur sama mamah"
"Dimas ragu mah, tapi Dimas gak bisa lari dari perbuatan Dimas sendiri"
"Dim mamah harap sekarang kamu fokus pada Tania,kamu harus bertanggung jawab, pernikahan kalian kali ini jangan sampai gagal,"
"Iya mah, sebenarnya Dimas nyesel tapi semua udah terjadi"
"Jangan buat papah kamu kecewa lagi Dim"
"Iya Dimas janji"
Sudah tak ada alasan untuk kebimbangan Dimas, Hatinya harus teguh pada satu wanita yakni Tania, ia pasrah dengan keadaan saat ini, dan memilih Tania sebagai teman hidupnya yang ia harap bisa menua bersama Rifaya namun harapan tinggal kenangan semua sudah sirna bagai buih yang hilang diantara ombak
__ADS_1