Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Kencan pertama


__ADS_3

Hari pernikahan Dimas, kedua mempelai sudah sah menjadi pasangan suami istri terlihat rona bahagia terpancar dari Tania sedangkan Dimas pun mulai menerima kenyataan bahwa dirinya sudah menjadi suami Tania


Dimas akan menepati janji untuk mencintai Tania dan membahagiakannya, memulai hubungan baru dan melupakan peristiwa yang telah terjadi diantara mereka


Para tamu berdatangan begitu meriah pesta pernikahan Dimas dan Tania, kedua keluarga menyambut para tamu yang hadir hingga acara selesai


.......


"Semoga kalian selalu hidup bahagia,mungkin takdir tak menyatukan kita, mungkin takdir hanya menguji keikhlasan dan kesabaranku, saat ini aku sudah bisa menerima kenyataan, memang benar hati ini terluka, sakit yang ku terima tapi aku hanya bisa diam dan mencoba menerima, sakit ini membuat aku dan hatiku semakin kuat" Gumam Aya dalam hati


Aya mengetahui dari Sandi bahwa hari ini Dimas mengikat janji, Sandi hanya memberi tahu tak bermaksud membuat hati Aya terluka


Aya berusaha keras mengabaikan rasa sakit hatinya namun kali ini saat ia mendengar mereka benar-benar bersatu Aya memastikan posisinya saat itu memanglah salah,


Kling.... (Suara pesan masuk)


"Aya kamu udah tidur" Pesan Singkat dari Adrian


"Belum, Kenapa Adrian?"


"Besok minggu Ada waktu luang gak?"


"Banyak..kalau weekend aku cuma di kamar aja"


"Nonton yuk, anggap ini traktiran gaji pertamaku"


"Boleh, sama siapa aja?"


"Kita aja"


"Yang lain gak di ajak"


"Udah, tapi mereka punya acara masing-masing"


"Gitu yaa"


"Gimana Ay mau gak?"


"Boleh deh"


"Oke, nanti aku jemput yaa"


"Siap"


Begitulah percakapan mereka via WhatsApp, Tak ada perasaan spesial untuk Adrian, Aya anggap Adrian teman dekatnya sama hal seperti Aya dengan Putra namun Adrian mengharap lebih dari sekedar teman, sikap Aya yang selama ini membuat Adrian semakin menaruh hati Adrian yakin suatu saat Aya menjadi miliknya ntah kapan waktu yang tepat Adrian akan mengungkapkan perasaannya kepada Aya


Mendapat persetujuan dari Aya membuat Adrian semakin yakin dengan hatinya.

__ADS_1


"Ini sekedar traktir gajian apa kencan pertama ya? Aku anggap ini kencan karena sejauh ini kita belum pernah jalan berdua selain makan siang,tapi gak apa-apa kalau kamu mikirnya beda, Sebenarnya takut kamu gak mau Ay tapi syukurlah kamu setuju aku jadi lega" Gumam Adrian yang masih memandang chat mereka di ponsel


......


Hari Minggu


Setelah mandi Adrian mulai bingung memilih baju apa yang hendak ia pakai karena menurutnya ini kencan dan Adrian pun harus tampil rapih


Adrian memilih kemeja lengan pendek berwarna tua dan celana jeans ia melihat dirinya di cermin dari atas hingga bawah


"Rapih banget ini, gak cocok kayanya ini kan hari libur harusnya Gue pake baju yang lebih santai aja kali yaa" Gumam Adrian


Adrian mengganti bajunya kali ini ia pakai t-shirt berwarna hitam celana cino abu-abu dan sepatu sneakrs membuat tampilan casual namun lebih santai dan rapih, Adrian menyisir rambut yang coklat gelap keemasan memang itu warna rambutnya dari lahir tak lupa minyak wangi ia semprotkan di rasa cukup Adrian pun mengirim pesan kepada Aya memastikan apakah Aya sudah siap atau belum


"Aya udah rapih belum,Aku jemput ke rumah sekarang ya?"


"oke"


Mendapat lampu hijau dari Aya,Adrian pun bergegas kerumah Aya sekitar 15 menit Adrian pun sudah sampai di rumah Aya,


Adrian mengucap salam dan di sambut oleh ibu Aya, Adrian pun menunggu Aya di ruang tamu


"Sorry lama, yuk berangkat" seru Aya yang keluar dari kamar


"Engga kok,Ayo pamit dulu sama ibu" imbuh Adrian


"Iyaa kamu hati-hati" jawab Ibu keduanya menuju ruang tamu


"Bu saya izin dulu mau ajak Aya keluar" seru Adrian


"Iya kalian hati-hati yaa"


"Iya bu" ucap Adrian kemudian keduanya mencium punggung tangan Ibu


Ibu Aya mengantar hingga depan pintu sampai mereka hilang dari pandangan ibu pun kembali masuk melanjutkan aktifitasnya di dapur untuk memasak menu makan siang


Setengah perjalanan Adrian melupakan sesuatu ia baru ingat kalau dirinya tak membawa STNK (Surat tanda nomor kendaraan) Mereka pun memutar arah dan kembali ke rumah Adrian untuk mengambil STNK tersebut


"Aya kamu tunggu bentar ya,apa mau ikut masuk" seru Adrian


"Aku tunggu aja deh"


"Oke bentar ya"


Adrian pun berlari cepat ke dalam rumah


Aya menunggu di depan gerbang ia tak ikut masuk ke dalam rumah karena tujuanya bioskop bukan rumah Adrian yang memang ke sana hanya untuk mengambil barang yang tertinggal, tak lama Adrian muncul dan mereka pun pergi menuju mall

__ADS_1


Karena ia harus kembali kerumah perjalanan mereka pun cukup memakan waktu Adrian memutuskan untuk berhenti di masjid untuk sholat dzuhur dan makan siang di sekitar sana


Aya selesai lebih dulu ia menunggu di parkiran motor


"Maaf lama ya Ay" seru Adrian yang baru saja selesai sholat


"Gak kok"


"Kita makan dulu di deket-deket sini aja gimana?"


"Iya boleh, Aku juga udah laper nih"


Lalu Mereka mencari tempat makan siang dan setelah itu mereka melanjutkan perjalanan


Sampai di mall mata Aya sudah hijau melihat baju-baju yang terpajang di setiap gerai terlebih beberapa gerai sedang mendiskon produknya yang membuat Aya gemas ingin memenuhi hasratnya berbelanja


Aya mengurungkan ke inginanya di rasa waktu yang tak tepat jika ia berbelanja sebelum menonton film


"Kamu mau nonton film apa Ay" Tanya Adrian


"Apa ya? Kalau kamu mau nonton apa?"


"Terserah kamu deh aku ikut aja"


"Itu aja deh yang sebentar lagi mulai biar gak nunggu ya?" Jawab Aya yang asal memilih film karena ia malas menunggu


"Yaudah kalo kamu mau yang itu"


"Tapi kalau kamu mau pilih film yang lain gak apa-apa aku ikut kamu" imbuh Aya yang merasa tak enak hati


"Gak yang itu aja"


"Iya udah deh"


"Aku beli tiket dulu ya... Kamu tunggu di bangkusana aja" Titah Adrian


"Oke"


"Oh iya,mau beli makan atau minum biar sekalian aku beli?"


"Minum aja aku masih kenyang"


"Oke tunggu bentar ya"


Aya duduk dan mulai memikirkan sikap Adrian yang sejak awal begitu perhatian dengannya, Di dekatnya Aya merasa nyaman ia menemukan teman yang begitu perhatian tapi Aya menepis perasaan yang ia takuti melewati batas


Setelah tiket di dapat mereka menunggu beberapa menit sebelum bioskop di buka untuk memutar film berikutnya,mereka masuk dan memilih bangku sesuai tiket yang berada di bangku paling atas

__ADS_1


__ADS_2