Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Makan malam


__ADS_3

Mereka kemudian pulang sebelum Adzan magrib berkumandang, Adrian shalat magrib di mushola belakang rumah Aya dengan Ayah mereka tampak akrab berjalan sambil berbincang menuju mushola tersebut.


Aya segera membersihkan badan dan menyelesaikan kewajibannya pula di rumah dengan ibunya, setelah selesai Aya membantu ibunya menyiapkan hidangan makan malam,Adrian dan Ayah sedang berbincang di ruang tamu setelah pulang dari mushola.


Entah apa yang mereka bicarakan, tak canggung-canggung Adrian tertawa pula di sela perbincangannya kala itu.


"Ayah, Ayo makan dulu" Kata ibu Aya


"Adrian ayo kita makan sama-sama" Kata Ayah dengan menepuk bahu Adrian


"Gak usah pak, Adrian juga mau pulang"Jawab Adrian yang merasa tidak enak hati


"Jangan pulang dulu,Makan dulu"Imbuh Ibu


"Iya, Udah ayo makan dulu"Ucap Ayah yang mentitah Adrian


"Ayo...ayo..." seru Ibu yang kemudian berjalan lebih dulu


Aya sedang sibuk menata piring di meja makan, ia juga menyiapkan serta merapihkan meja makan dengan begitu teliti,


"Adrian sini kita makan sama-sama" Ucap Aya yang begitu sumringah


Adrian tersenyum kemudian duduk beserta Ayah dan ibu Aya, Makan malam kali ini begitu berbeda dengan adanya Adrian di sana.


"Makanannya enak, Makasih buat makan malamnya ya pak,bu" Ucap Adrian


"Iya sama-sama Adrian"Jawab Ibu


"Nambah makannya Adrian" kata Ayah


"Cukup pak, udah kenyang ini juga" Kata Adrian


"Jangan malu-malu anggap rumah sendiri" Imbuh Ibu


"Udah bu, Jadi ngerepotin ini juga"


"Gak kok, jangan bilang begitu" Jawab Ibu yang tersenyum

__ADS_1


Rona bahagia tampak dari wajah kedua orang tua Aya, Mereka bahagia rumahnya terasa lebih ramai dengan Adanya Adrian, padahal Adrian hanya ikut makan malam saja,itu pun sudah menjadikan suasana baru di rumah mereka.


Ibu merapihkan sisa jamuan makan malam di bantu Aya, Sementara Adrian sedang berbincang dengan Ayah.


Adrian merasa nyaman dengan keluarga Aya yang memang mereka hanya bertiga sehingga cukup hangat obrolan antara mereka.


Mereka melanjutkan obrolan ke ruang tamu, waktu bergulir begitu cepat, Tak terasa jam menunjukan pukul 21:30 WIB, Adrian pun izin pulang kepada kedua orang tua Aya.


"Pak,Bu.. Saya pulang dulu ya" Seru Adrian


"Oh iyaa kalau gitu silahkan nak" jawab Ayah yang di balas anggukan ibu Aya


Adrian beranjak dari sofa di ikuti Aya, Adrian bersalaman mencium punggung tangan kedua orang tua Aya.


"Aya anter Adrian dulu bu ke depan"


"Iyaa"


Adrian menganggukan kepala tanda dirinya hendak pamit, Aya mengekor hingga teras rumah.


"Makasih ya Aya"


"Oh ya... minggu ini jadwal kamu shift siang ya?" Tanya Adrian


"Iya, Emang kenapa?"


"Gimana kalau kerjanya aku anter jemput?"


"Gak usah, lagian kamu kan gak ada shift siang, Bentrok lahh"


"Gak apa-apa, Jam istirahat aku jemput kamu"


"Repot, Nanti kamu capek"


"Aku jemput kamu kerja, dan sebagai imbalannya kamu temenin aku makan siang" Paksa Adrian dengan berbagai cara


"Jangan dehh,, kamu nanti capek, pulangnya harus anter aku juga" tolak Aya

__ADS_1


"Gak, kan aku pulang sore, kamu malam. jadi aku ada waktu buat istirahat sebelum jemput kamu pulang"


"Gimana yaa, aku jadi gak enak"


"Ini kan aku yang mau, jadi kamu jangan merasa gak enak ya"


"Tapi Adrian....


"Please... yaa boleh yaaa" Kata Adrian yang memohon


"Iya udah terserah kamu deh"


"Oke, Mulai besok jam 12 siang aku jemput kamu selama satu minggu"Ucap Adrian


"Iyaa apa boleh buat" jawab Aya pasrah


"Kalau gitu aku pulang ya" imbuh Adrian yang kemudian jalan menghampiri motornya


"Iya, hati-hati di jalan kalau udah sampe rumah kabarin" Seru Aya


"Lohh kok Gue jadi perhatian banget ya,, jadi khawatiran begini, sejak kapan?? ahhh apa ini, perasaan apa ini??..aaahhhh !!!" gerutu Aya seraya menghela nafas


Tin...tin...


Bunyi klakson motor membuyarkan lamunan Aya, Adrian berlalu hingga bayangnya lenyap di balik kegelapan, Aya kembali masuk dengan wajah yang tak bisa di artikan, Hingga kedua orang tuanya yang masih duduk di ruang tamu pun mulai bertanya.


"Kenapa Aya?"Tanya ibu


"Gimana ya bu, Minggu ini Aya shift siang terus Adrian mau anter jemput aku"Jawab Aya bingung


"Loh emang kenapa,Biarin kalo dia mau anter jemput kamu, mungkin dia khawatir Ay"


"Iya gak apa-apa Ay,, Adrian baik, Ayah juga seneng sama dia"Imbuh Ayah


"Tapi masalahnya ......


"Kenapaa?" Potong ibu

__ADS_1


"Aya bingung ahh... Aya mau ke kamar dulu" Ucap Aya yang kemudian pergi ke kamarnya


Aya mulai cemas dengan perasaannya sendiri, Ia memang suka dengan Adrian namun lagi-lagi ia takut akan kecewa pada akhirnya, Aya berusaha mempercayai ketulusan Adrian, ia memilih memberi kesempatan untuk Adrian membuktikan bahwa Adrian benar-benar tulus kepada Aya.


__ADS_2