Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Janji part 2


__ADS_3

Adrian yang sudah tak tahan lagi dengan sikap Lucy lantas meninggalkan ruangan begitu saja


"Adrian mau kemana" panggil Lucy


"Mau istirahat" jawab Adrian ketus


"Tapi kerjaan ini belum selesai, nanti kalo bos marah gimana?" Seru Lucy dengan nada ketakutan


"Biarian, itu urusan belakangan kalau mau di pecat juga gak apa-apa" celetuk Adrian yang langkahnya mulai menjauh


Adrian jalan cepat keluar kantor ia tak melihat sosok Aya dimana pun, lalu Adrian melihat ponselnya beberapa pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari Aya, Adrian pun menelpon Aya dengan perasaan bersalah beruntung telpon Adrian di jawab oleh Aya yang membuat risaunya sedikit berkurang


"Hallo... Aya kamu dimana?"


"Aku di warung deket danau"


"Oke tunggu aku kesana"


Secepat kilat Adrian menyusuli Aya dan menemukan Aya sedang duduk bersantai dengan segelas es kelapa muda


"Aya..." Panggil Adrian yang kemudian duduk di samping Aya


"Kamu mau makan apa? Pesan dulu sana" jawab Aya


"Aya maaf tadi kamu nunggu lama ya, aku gak enak sama kamu"


"Lumayan lama aku tadi nunggu di luar kantor lama banget aku kedalam nunggu di lobby masih lama juga aku ke ruangan kamu ternyata kamu masih ada kerjaan kayanya sih lagi sibuk banget sama cewek tadi jadi aku gak mau ganggu, aku duluan aja kesini" jawab Aya yang mendikte semua kejadian tadi


"Maaf, tadi kerjaan aku dan Lucy lagi di buru-buru sama bos, jadi gak bisa di tinggal"


"Iya gak apa-apa santai aja" jawab Aya dengan entengnya namun hati terasa berat menerimanya


"Kamu udah makan?"


"Belum"


"Kamu mau makan apa biar aku pesan sekalian"


"Gak usah deh, aku udah kenyang"


"Kalo gitu aku juga pesan minum aja deh"


Terasa canggung antara mereka yang biasanya asyik mengobrol dan bercanda kali ini tak banyak yang mereka bicarakan hanya seperlunya saja


Adrian merasa tak enak hati kepada Aya mungkin saja Aya kecewa karena telah lama menunggu atau takut Aya salah faham dengan Lucy yang membuat Adrian mengurungkan niatnya untuk berbicara serius dengan Aya

__ADS_1


"Aya aku beneran gak enak sama kamu"


"Santai aja sih"


"Tapi kan aku yang janji semalam sama kamu buat makan siang bareng tapi jadi gini kejadiannya" ucap Adrian menyesal


"Gak masalah kali, kan kita bisa makan lagi besok"


"Iya, sekali lagi maaf yaa kamu gak marah kan?"


"Iya ..iyaaa... gak lah"


"Oh iya tadi itu Lucy temen kantorku dia emang agak agresif orangnya dan itu bener-bener buat aku risih" kata Adrian mencoba menjelaskan meski Aya tak menanyakan hal tersebut


"Kenapa dia suka kali sama kamu?"


"Jangan deh, dia kan udah punya pacar"


"Kalau belum punya? Mau dong pasti" Goda Aya


"Bukan seleraku" Jawab Adrian menggelengkan kepala


"Belagu banget" celetuk Aya


"Hehehehe..dia sama sekali bukan tipe aku, cewek yang punya cowok dan merhatiin cowok lain begitu mana bisa di percaya" imbuh Adrian


"Tapi itu bukan alasan yang tepat untuk mencari kebahagiaan lain"


"hmmm... udah ah jadi ngomongin orang" Potong Aya


Setelah istirahat Kembali mereka bekerja meneruskan tugas masing-masing sampai jam pulang kerja tiba.


Aya tak langsung pulang kerumah ia membuat janji dengan Hanna dan datang ke rumahnya.


Sampai di rumah Hanna, Aya langsung masuk dan memenui Hanna di kamar tampak ia begitu sibuk dengan laptopnya


"Udah datang Lo" seru Hanna


"Nih Gue bawa cemilan sama kopi, seduh gih pusing banget nih kepala Gue" imbuh Aya yang merebahkan badan di ranjang


"Kebiasaan banget Lo pasti ada sesuatu ni" seru Hanna yang mendadak jadi peramal


"Peka banget sih Lo"


Hanna bergegas ke dapur untuk membuatkan minuman yang Aya minta, tak lama Hanna kembali dengan dua cangkir berisikan kopi panas

__ADS_1


Hanna menghentikan aktifitas dengan laptopnya ia memulai obrolan dengan Aya


"Han Gue mau cerita sama Lo "


"Iya tau Gue, jadi ada apa lagi Aya?"


Aya pun mulai menceritakan semua tentang Adrian dari awal bertemu sampai akhir kejadian yang baru saja ia alami, Aya tampak bingung dengan perasaannya sendiri kenapa Aya kesal melihat Adrian dengan wanita lain yang memang sudah di jelaskan oleh Adrian bahwa mereka hanya rekan kerja


Aya cemas perasaannya melewati batas dan menaruh harapan dengan Adrian oleh karena itu Aya segera menceritakan semua kepada sahabat baiknya Hanna karena Hanna lah selama ini menjadi orang yang tepat untuk Aya saat-saat sulit yang dia alami


"Jadi gimana menurut Lo, Apa Gue salah marah sama dia?


"Kalau Lo gak ada perasaan apa-apa ya Lo salah karena Lo bukan siapa-siapa buat dia, tapi kalo emang Lo berharap dan ada perasaan itu wajar sih menurut Gue"


"Gue bingung ...Gue bingung...." Imbuh Aya


"Saran Gue jangan terlalu mudah berharap sama seseorang Gue cuma gak mau Lo kecewa lagi Ay, kejadian yang lalu cukup buat hati Lo hancur dan Gue sebagai teman Lo gak mau itu terulang sebelum semua terlambat, Lo harus buktiin kalo dia gak akan buat Lo kecewa suatu saat nanti"


"Iya Han Lo bener, Thanks ya Han..."


"Gue yakin pasti Lo bakal temuin seseorang yang bisa buat Lo bahagia"


"Gue mendadak jadi sedih nih"


"Terbawa suasana kayanya" imbuh Hanna


"Hahaha... iya.. udah ah" potong Aya dengan tertawa lepas


"Dasar Lo"


Cukup lama Aya di rumah Hanna hingga awan mulai gelap dan Aya memutuskan pulang kerumah, Hatinya sedikit lega setelah menceritakan semua kepada Hanna,


Aya menyimpulkan bahwa ia harus tetap seperti biasa jika memang Adrian benar-benar suka Adrian harus membuktikannya terlebih dulu


Aya juga tak mau begitu saja mempercayai seseorang karena ia sudah merasakan kecewa kali ini tak mau lemah dan berusaha lebih tegas terhadap perasaannya sendiri.


Tiba di rumah dengan muka lesu Aya mengucap salam dari balik pintu lalu di bukakan pintu oleh sang Ibu.


Setelah bersalaman dengan Ibu dan Ayahnya yang sedang duduk di sofa bergegas menuju kamar dan ingin mandi ternyata sudah di siapkan air hangat oleh ibunya yang melihat Aya tampak begitu lelah


Ibu Aya begitu perhatian dengan putrinya itu kasih sayang yang di terima oleh Aya begitu melimpah


Kebahagiaan Aya tampak sempurna dengan berada di antara orang tua yang sangat mengasihinya saat ini


hallo kakak readers makasih selalu ikutin lanjutan ceritanya..

__ADS_1


jangan bosen terus dukung author dengan like dan vote novel ini tak lupa kritik dan sarannya di tunggu di kolam komentar


terima kasih banyak🙏


__ADS_2