
Adrian yang tiba di rumah lalu menghampiri mama Niken yang baru saja selesai memasak di dapur
" Mam... " Panggil Adrian lalu duduk di bangku meja makan
" Kamu udah pulang,,Gimana interviewnya?? " Tanya mama Niken
" Aku di terima jadi staf kantor bagian administrasi,Besok aku udah mulai kerja mam"
" Oh yaaa... Syukur kalo gitu"
"Iya mam"
"Putra udah tahu kamu di terima kerja?"
" Udah, tadi ketemu dia sama Aya pas aku mau pulang"
" Jadi sering ketemu Aya doang" goda mama Niken
"Gak juga, kita kan beda divisi mam" jawab Adrian datar
" Paling gak bisa istirahat bareng kan?"
" Hmmmmm"
" Kok gitu jawab nya???
" Aku laper,,, mama masak apa?? Kilah Adrian
" Yaudah makan dulu.. udah siap semua tuh,." Seru mama Niken seraya menaruh macam-macam lauk di meja
"Wahh enak nih" jawab Adrian menelan air liur nya tak sabar menyantap hidangan makan siang hari ini
" Makan yang kenyang " seru mama
"Iya mam"
Adrian menghabiskan makan siang lalu pergi ke kamar dan beristirahat ia memilih untuk tidur siang karena mulai besok sudah tak dapat bermalas-malasan di siang hari,
Sementara Lyli adiknya sejak tadi pagi sudah pergi ke salon dan sampai siang hari pun Lyli masih belum pulang,
Memang adik perempuan Adrian ini sangat memperhatikan penampilannya dari ujung rambut sampai kaki
Hari berlalu dan pagi pun datang
Adrian yang sudah siap untuk berangkat kerja di hari pertama ini melangkah ke luar kamar dan menghapiri keluarganya yang menunggu di meja makan untuk sarapan bersama
Dari kejauhan mama Niken memperhatikan Adrian yang jalan mendekat
"Gantengnya anak mama" ucap mama Niken tersenyum
"Dari lahir kan,, mama baru sadar"
"Cewek mana yang gak klepek-klepek liat kamu" goda Mama Niken
"Iya pasti itu,,Pevita pearce aja gak bakal nolak aku mam" jawab Adrian membalas godaan
"Pevita pearce.....????? Pok ati kalii..." Ejek Lyli
"Ikut ikut aja anak kecil" ucap adrian seraya mengacak rambut depan Lyli
__ADS_1
"Isshhh... Kakaaaa..!!!!!!! Teriak Lyli jengkel
Adrian hanya menertawakan kembarannya itu yang berhasil di buatnya kesal
"Udah..udah... Ayo sarapan dulu" ucap mama Niken yang membagi dua piring nasi goreng
Selesai sarapan Adrian pun pamit dan berangkat sementara mama Niken dan Lyli membagi pekerjaan rumah
Adrian yang merasa sedikit canggung dengan suasana baru dan membutuhkan waktu untuk adaptasi di lingkungan yang sekarang, ia masuk kantor dan menyapa karyawan yang terlebih dulu datang, mereka berkenalan dan memberi arahan kepada Adrian yang menjadi karyawan baru,
Cukup berkenalan Adrian pun di ajak Fajar menempati meja yang di sediakan untuknya, memang posisi Adrian menggantikan Fajar yang akan resign satu minggu lagi,
Sebelum resign Fajar membimbing Adrian untuk menggantikan posisinya supaya lebih matang dalam job desc tersebut
Aya dan Putra sudah masuk ruang proses produksi ia tak melihat sosok Adrian yang kabarnya hari ini mulai bekerja
Sampai waktu istirahat tiba mereka tak kunjung melihat Adrian, Aya dan Putra menunggu di kantin sementara Kinanti baru keluar dari kantor dan membawa kotak nasi bekalnya
"Sorry ya lama" ucap Kinanti
"Yaudah makan yuk,, Laper nihhh" gumam Aya
Mereka membuka bekal masing-masing dan mulai menyantap menu makan siang yang di bawa dari rumah
Putra menghabiskan bekalnya lebih cepat lalu ia izin ke belakang kantin untuk merokok karena putra tahu betul kedua sahabatnya ini sangat benci dengan asap rokok, Putra memutusakan menjauh dari mereka
" Gue ngeroko dimana ini, di belakang kantin banyak emak-emak yang ada Gue kena semprot, biasanya juga pada ngerumpi di kantin ngapain pada disini sih,.." Gerutu Putra
Nampak dari kejauhan Adrian berjalan menuju parkiran seketika Putra teriak dan memanggil Adrian
" Adrian... Tunggu" Panggil Putra dan berlari menghampiri
"Lo mau kemana?"
"Cari makan, Laper Gue"
"Oke Gue ikut"
"Lo belum makan?"
" Udah ayo cepet"
Singkat tanpa alasan Putra menaiki motor yang di kendarai Adrian menuju rumah makan terdekat, sampai disana Adrian memesan makan dan Putra hanya memesan es teh manis saja karena alasan utama ia hanya ingin mencari tempat untuk meroko
Tak lama pesanan Adrian pun datang
"Bro Lo udah makan?"
"Udah tadi sama Aya, Kinanti"
"Gue kira Lo mau makan ikut Gue kesini"
"Engga, Gue cuma mau ngerokok"
"Yaudah Gue makan dulu yaa,, Laper ni "
"Monggo,..."
Adrian menghabiskan makan siang dengan lahapnya dan Adrian sedikit cerita tentang hari pertamanya bekerja,
__ADS_1
Mereka kembali ke tempat kerja dan memutuskan sholat sebelum memulai kembali pekerjaannya
Adrian dan Putra menuju mushola di sana ada Aya dan Kinanti yang raut wajahnya masam setelah melihat kedatangan Putra
" Hooyy pada kenapa itu muka di tekuk" ejek Putra
"Lo tuh yaa... Bilangnya mau ngerokok tapi kaga tau pergi kemana" ucap Aya gemas
" Hahaahaaa.. sorry tadi Gue nemenin Adrian istirahat" kilah Putra
" Alasan...!!
"Emang benar Adrian?" Tanya Kinanti kepada Adrian
"Iya, Putra Tadi temenin aku makan"
" Tapi dia gak bilang,, nih kotak bekal Lo udah Gue cuciin, Lagian di tinggal gitu Aja" gerutu Aya
"Ohh iya,, maaf Aya Gue lupa.. Makasih yaa... Hehehe" jawab Putra yang tersenyum namun merasa bersalah kepada kedua sahabatnya
" Udah sana kalian sholat dulu, aku sama Aya tunggu disini" seru Kinanti
"Iya,." Jawab Putra
Adrian mengangguk dan mengikuti perintah Kinanti, mereka berwudhu dan menunaikan empat rakaat siang ini
Setelah selesai mereka kembali untuk bekerja dan Adrian pun memisahkan diri di depan kantor barunya sementara Aya,Kinanti dan Putra menuju kantor yang berdampingan namun terpisah oleh satu gedung dan lorong mereka beda divisi namun satu perusahaaan
"Adrian nanti kalo Lo udah keluar kantor kabarin ya, ada yang mau Gue omongin, Lo tunggu di situ" seru Putra yang menunjuk ke arah titik kumpul
"Oke.. oke"
Aya dan Kinanti hanya menatap dua pria itu yang berbicara dari jarak jauh, mereka berjalan meneruskan langkah lalu menghilang dari kejauhan, Adrian pun masuk dan kembali bekerja
Ia tak bisa bicara banyak dengan Aya karena waktu istirahat yang singkat,
"Mas .. boleh pinjam printer " ucap Lucy salah satu staff
"Boleh, silahkan" jawab Adrian yang beranjak dari kursi
"Printer aku error ini mau print out data,, bentar ya mas"
"Iya mba"
Amanda Lucyana haris salah satu staff yang cantik jelita kulitnya putih dan halus rambut nya memang di potong sebahu namun tak mengurangi aura feminim darinya, ia gemar memakai rok selutut memperlihatkan kaki nya yang jenjang dengan hills 7cm
Lucy mulai tertarik dengan Adrian dari awal Adrian masuk kantor padahal Lucy sudah mempunyai kekasih tapi jiwa pengembarannya masih belum cukup dengan satu laki-laki saja
" Oke mas, udah selesai makasih yaa,, maaf ganggu kerjaan kamu" ucap Lucy lemah lembut
"Santai aja mba"
"Jangan panggil mba, panggil Lucy" seraya menjulurkan tangan
"Iya, Tadi udah kenalan, maaf saya mau lanjut kerja" jawab Adrian yang langsung duduk mengacuhkan uluran tangan Lucy
"Oh.. okee selamat bekerja"
"Sial dia cuekin Gue, Oke gak apa-apa ini baru awal, Lo boleh acuhin Gue tapi liat aja nanti Lo bakal bertekuk lutut sama Gue,. Gue Lucy semua cowok ngejar-ngejar Gue, Lo akan Gue taklukin" gumam Lucy dalam hati
__ADS_1