Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Perih luar dalam


__ADS_3

"Iya gak apa-apa Aya, sekarang kamu istirahat dulu nanti pulang biar Adrian yang anter " Seru mama Niken


"Iya nak biar Adrian yang anter kamu" imbuh papa Haris


"Ya kan Adrian???"


"..iiyaa mahh"


Mama Niken dan Papa Haris terlihat begitu mesra mereka duduk berdampingan persis di hadapan Aya, Sedangkan Adrian sedari tadi hanya berdiri di belakang Aya, ia terlihat was-was sampai tak tenang begitu tingkahnya,


"Aya ini adik aku namanya Lysandra alexia" ucap Adrian yang memperkenalkan Adik perempuannya


"Makasih ya Dek" imbuh Aya kepada Lyli yang masih merapihkan kotak P3K


"Sama-sama kak"


"Adrian dan Lyli sebenarnya Anak kembar Lyli cuma beda lima menit dari Adrian " kata mama Niken


"Ohhh... " Jawab Aya seraya menganggukan kepala


" Ly ini siku kak Aya juga luka, sampe sobek baju nya" seru Adrian


" Coba Aku lihat kak"


" Ya ampun iya itu, Biar mama ambilin baju Lyli buat ganti baju kamu yang sobek" ucap mama Niken


" Gak usah tante.... Aku pake baju ini aja"


" Udah kamu nurut aja, lagi pula itu lengan panjang nanti tante ambil baju lengan pendek biar kamu lebih leluasa" kata mama Niken yang berlalu menuju kamar Lyli


" Saran Aku lebih baik kak Aya ke klinik dehh, cek kondisi kaka lebih lanjut, disini aku juga gak punya obat pereda nyeri" ucap Lily


" Gak usah lah.. cuma luka lecet ini juga aku merasa jauh lebih baik"


"Kalo kamu mau ke klinik biar aku anter Ay" imbuh Adrian yang kemudian duduk di sofa sebelah Aya


" Iya nak lebih baik periksa" seru Papa Haris


" Gak Apa-apa Om aku udah mendingan"


Di rumah Aya Dimas datang dengan setangkai bunga berniat untuk meminta maaf kepada Aya meski ia tahu dirinya tak pantas dapat pengampunan dari hati yang telah disakiti


Tokk...tokk...tokk....


Permisi....


"Tunggu sebentar .....!!!!


Dibuka pintu kali ini Ayah Rifaya yang keluar, Ayah Aya tak begitu mengenal Dimas karena Dimas hanya beberapa kali kerumah Aya dan itu pun Ayahnya tak sempat berjumpa


"Ada apa dek?"


" Aya ada pak?" Kata Dimas lalu memberi salam dengan mencium tangan


"Aya gak ada ,tadi pagi dia pergi kerumah Hanna temennya,


" Belum pulang pak?"

__ADS_1


"Belum, Biasanya dia lupa waktu kalo udah ketemu Hanna"


" Oh, Yaudah kalo gitu saya pulang pak"


" Ada pesan gak dek?"


"Gak pak, besok saya kesini lagi"


"Iya udah kalo gitu"


"Saya permisi pak


"Mari dek..


Dimas pun memilih menunggu Aya di warung kopi depan pertigaan rumah Aya,


" Aya ini bajunya kamu ganti dulu sana" ucap Niken yang memberi baju atasan warna abu-abu


" Ganti aja kak , aku anter ke kamar aku yuk" imbuh Lyli


" Makasih ya Ly"


" Makasih mulu kak,, hehehe" ucap Lyli yang tersenyum manis


Aya pergi menuju kamar berjalan perlahan di gandeng Lyli menyusuri tiap ruangan yang detailnya khas negeri tirai bambu


" Aku tunggu di luar ya kak, kalo udah selesai panggilin aja" ujar Lily yang keluar dan menutup pintu


Aya mengganti bajunya dengan baju Lyli kebetualan ukuran badan mereka sama jadi tak ada kendala disana


" Ly... Aku udah selesai" panggil Aya di dalam kamar


Mereka kembali ke ruang tamu dengan tampilan Aya yang kini memakai baju Lily, Aya kembali duduk di tengah keluarga yang harmonis itu, canda tawa mengisi ke akraban Orang tua dan anak, hingga ia sadar ini sudah hampir malam dan Aya memutuskan segera izin pulang


"Om, Tante Aya harus pulang ini udah malam"


" Nginep aja Ay, tidur sama Lyli" celetuk mama Niken


"Gak tante nanti Ibu sama Ayah nyariin"


" Mama ada-ada aja....." Ucap Papa Haris seraya menggelangkan kepala


"Ly panggil kaka kamu, suruh cepetan mandinya Aya mau pulang" Pinta mama Niken


"Iya mam


Belum Lyli beranjak dari sofa Adrian sudah muncul dari ruang tengah dengan tampilan yang begitu santai namun tak mengurangi ketampanannya, celana cino sebatas lutut serta kaos polo hitam ia kenakan


"Tuh kak Adrian"


" Kenapa Ly?"


" Kak Aya mau pulang nih"


"Adrian anterin sana kasian Aya butuh istrahat" Sambung mama Niken


" Iya mam, Ayo Aya ....

__ADS_1


" Aku pamit pulang dulu ya Om, tante maaf jadi ngerepotin kalian semua, Makasih juga Lyli " ucap Aya yang berdiri meminta pamit


"Iya kak.."


"Iya hati-hati Ay, bisa jalan nya....??? Di gandeng Adrian nanti Aya jatoh " kata mama Niken cemas


" Maaf Ay.. aku bantu yaa" seru Adrian yang memegang bahu Aya dengan ke dua tangan


"Pelan-pelan bawa motor nya" imbuh Papa Haris


Aya pulang di antar Adrian naik motor dengan kecepatan sedang Aya merasa tak enak hati dengan keluarga Adrian yang begitu perhatian dan peduli kepadanya


Dimas yang menunggu di warung kopi persimpangan rumah Aya melihat mereka berboncengan, Segera Dimas membayar kopi dan membuntutin mereka dari kejauhan,


Hingga sampai gerbang rumah Aya, berlari Dimas menghampiri Aya yang sedang di papah masuk menuju pintu


" Ayaa.... Tunggu" Panggil Dimas


Aya menoleh di ikuti Adrian, Muka aya memerah panas melihat wajah Dimas seketika ia ingat kejadian itu, Aya berbalik dan terus berajalan


"Ayo Adrian jalan, jangan peduliin dia"


Adrian hanya mengangguk patuh yang didalam benaknya bertanya-tanya


"Ayaaa.... " berlari Dimas menghadang mereka


" Lo mau apa lagi? Gue udah gak ada urusan sama Lo" Ucap Aya dengan suara bergetar


"Aya aku mau minta maaf, maafin aku ay ...


"Adrian Ayo jalan" pinta Aya kepada Adrian


"Aya ... " Seketika Dimas menarik lengan Aya


"Awwwhhh


"Bro.. bro... Bentar, bukan Gue mau ikut campur, Liat situasi dong Aya baru dapet musibah jadi Lo jaga sikap" ucap Adrian yang menahankan tangan di Dada Dimas


Dimas mundur dan pergi begitu saja dalam hati ia begitu khawatir melihat keadaan Aya yang terlihat banyak perban di tangan serta kakinya, ingin dirinya menggantikan posisi Adrian namun ia sadar betul itu akan membuat aya semakin membencinya


Adrian membawa Aya masuk serta menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Aya kepada kedua orang tuanya


Orang tua Aya berterima kasih atas pertolongan keluarga Adrian , kemudian Adrian pamit karena Aya harus beristirahat


Aya pergi ke kamar mengganti baju dan mengompres luka memar di bantu ibu tercintanya,


" Hanna, Gue minta tolong besok Lo ke rumah Gue pagi-pagi" pesan singkat Aya kepada hanna


Selang beberapa menit Hanna membalas


" sorry Gue baru bales, Ada apa Aya? harus Pagi emang??? " balas Hanna yang kebingungan kala itu


" Udah nanti Gue jelasin dirumah, Gue butuh bantuan Lo"


"oke "


" Udah jangan maen Hp mulu, tidur!! istirahat...!! "gerutu Ibu

__ADS_1


" Iya Bu


__ADS_2