Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Di taman kota


__ADS_3

"Aku baru pertama kali ke sini, ternyata bagus ya tempatnya" Ucap Aya


"Lumayan lah buat cari angin" timpal Andrian


Mereka berjalan berdampingan layaknya pasangan kekasih namun mereka belum ada hubungan khusus selain teman saja.


Aya masih menggantungkan jawabannya padahal Adrian begitu berharap dan Adrian pun tak mau memaksakan keputusan Aya, ia akan sabar menunggu sampai saat dimana Aya benar-benar yakin dengan perasaannya sendiri.


"Kita duduk di sana yuk" Titah Adrian


"Boleh"


Adrian memilih bangku panjang di bawah pohon rindang pemandangan menyuguhkan air mancur yang cukup besar dengan kolam berbentuk lingkaran.


"Kira-kira makan apa yang enak yaa?"seru Adrian seraya menoleh kiri-kanan


"Ice cream enak tuh" ucap Aya yang menunjuk booth ice cream


"Kamu mau?Biar aku yang beli, kamu tunggu ya" Kata Adrian yang kemudian berjalan menuju booth Ice cream tersebut


"Kok gue jadi canggung ya sama Adrian, gak kaya biasanya... isshhh... gimana dong...!!!! jadi salting gini aahhhh...." Gerutu Aya seraya meremas tangannya gemas


Tak lama Adrian kembali membawa dua cup ice cream dengan full berbagai macam rasa.


"Ini pesanannya nona" Gurau Adrian


"Makasih"

__ADS_1


"Oh yaa,, Maafin aku soal semalam ya, Mungkin waktunya belum tepat, Kalau kamu merasa gak nyaman dengan perkataanku semalam anggap itu gak pernah terjadi ya" Kata Adrian dengan santai seraya memakan Ice ceram


"Iya.. Gak apa-apa, aku juga minta maaf karena udah baper waktu itu"


"Aku fikir kamu gak gampang nangis, ternyata cengeng juga yaa" Ejek Adrian


"Gak... Itu karena mataku perih kena angin"Kilah Aya


"hahaha.... Alasan aja"


"Isshh... beneran..!!!!"


"Iya deh... iyaaa....tapi,, Bay the way gimana? mau jadi pacar aku?" Seru Adrian


"uhuk..uhuk...


"Bukannya di jawab malah batuk" kembali Adrian menggoda Aya


"Ta...tapi.. kamu bilang lupain aja.. kenapa tiba-tiba nanya lagi?" ucap Aya yang keheranan


"Yaa siapa tau kalo nembaknya sambil bercanda jadi di terima, semalam yang serius kamu malah nangis"


"Tapii.......


"Hahaha ... udah..udahh.. jangan di jawab, Yang mesti kamu tau aku sayang banget sama kamu. itu aja cukup


Seketika perasaan Aya mencair dan lumer seperti ice cream yang saat ini ia pegang.

__ADS_1


ia memang senang mendengar bahwa Adrian menyukainya tapi ketakutannya lebih besar jika harus menjalin hubungan dengannya.


Seperti yang telah lalu akhir cinta Aya selalu kandas dengan pengkhianatan ia begitu khawatir akan terulang kembali.


"Heyy bengong...!!!" Seru Adrian seraya melambaikan tangan di depan wajah Aya


"Eh. .. maaf"


"Kamu mikirin apa sih? di ajak ngomong serius nangis, di ajak ngomong bercanda malah bengong" Ucap Adrian


"Aku boleh jujur gak sama kamu" kata Aya yang kali ini membuka suara dengan nada serius


"Iya ngomong aja Ay"


"Sebenarnya aku bahagia denger kamu bilang itu,seneng tahu kalau kamu sayang sama aku, aku juga gak bisa pungkiri perasaanku tapi aku belum yakin sepenuhnya, aku takut saat aku benar-benar percaya aku di khianati lagi, udah lelah dengan semua,lelah dengan perasaanku sendiri"


"Kamu jangan mikir kaya gitu,Gak semua laki-laki sama"


"Entah lah..."


"Kalau kamu masih gak yakin sama aku, aku siap lamar kamu, gak perlu pacaran kita nikah aja"


"Hah...!! iYaa.... Gak gitu juga Adrian"


"Hehe... Ya udah yang penting aku selalu ada buat kamu" Ucap Adrian seraya menepuk lengan Aya


Aya hanya tersenyum manis, sedikit tersipu malu karena memang selama ini Adrian menjadi orang yang selalu ada untuk Aya.

__ADS_1


__ADS_2