Cerita Cinta Rifaya

Cerita Cinta Rifaya
Kencan pertama bag 2


__ADS_3

Lampu mulai redup film akan segera di mulai Adrian terlihat menikmati cerita dari film tersebut di pertengahan film Aya mulai merasa jenuh dengan alur ceritanya dirinya lerlihat bosan dengan film yang bergendre romantis itu


Matanya terasa berat Aya menepis kantuknya dengan minum tapi itu tak berpengaruh banyak matanya masih saja berat dan ia pun tertidur


Sedang khusyuk menonton film tiba-tiba bahu Adrian terasa berat saat ia menoleh ternyata Aya sudah bersandar dan terlelap


"Bukannya nonton dia malah tidur" gumam Adrian


Adrian merubah posisi duduknya agar Aya lebih nyaman bersandar.


Adrian begitu fokus sesekali ia menoleh untuk memastikan Aya tetap di posisi nyaman


Film pun selesai Aya yang masih terlelap lalu Adrian membangunkan Aya secara perlahan


"Ay.. aya.. bangun filmnya udah selesai" ucap Adrian yang menepuk perlahan pipi Aya


"Hmmmm... Iya"


"Aya ayo bangun, mau pulang gak"


"Iya,, maaf ya aku ketiduran" ucap Aya seraya mengusap wajah


"Ayo pulang" ajak Adrian seraya menepuk-nepuk bahunya yang terasa begitu pegal


"iyaa"


Adrian menuntun Aya seperti anak kecil yang di tuntun ibunya, Aya yang kesadarannya belum penuh mengikuti titah Adrian,


"Aya aku ke toilet dulu ya" seru Adrian


"iya aku juga mau ke toilet"


Aya hanya cuci muka untuk menghilangkan kantuknya sedikit ia merapihkan rambut dan menata riasan wajahnya


"Kenapa tadi Gue gak ke toilet Aja ya cuci muka supaya gak ngantuk, kalo gini kan Gue jadi gak enak sama Adrian, udah di traktir nonton eh malah tidur.. aduuhhh gak ke pikiran" Gumam Aya dalam hati yang menatap dirinya di cermin


Adrian memesan segelas milkshake untuk menyegarkan Aya yang terlihat masih mengantuk


"Minum dulu biar seger"


"Makasih, Gimana filmnya bagus?"Tanya Aya seraya menyedot milkshake


"Bagus,, lagian kamu tidur"


"Maaf tadi aku kebawa suasana jadi mata aku berat banget terus aku tiba-tiba ketiduran"dalih Aya yang memang jenuh dengan alur cerita film tersebut


"Iya gak apa-apa nanti kita nonton film action biar mata melek atau horor kali ya"


"Iya boleh tuh,maaf jadi gak nemenin nonton deh"


"aku malah yang nemenin kamu tidur, pegel banget lagi ini bahu harus pake koyo dah" celetuk Adrian


"Duhh.. maaf....maaf... aku jadi gak enak" imbuh Aya yang merasa bersalah

__ADS_1


"Takutnya salah urat nih" seru Adrian yang memang menggoda Aya


"Beneran sakit? kita ke tukang urut aja kalo gitu atau aku beliin koyo?" tanya Aya yang mulai cemas


"Di pijitin kamu enak kayanya...hehehehe" goda Adrian


"Sini..sini.. aku pijit yang mana?" ucap Aya yang kemudian berdiri


Adrian menarik tangan Aya kemudian membalikan tangannya menjadi posisi menadah dengan telapak tangan terbuka lalu Adrian memberi uang selembaran lima puluh ribu yang membuat Aya keheranan


"Kok di kasih duit?"


"Bukan buat kamu,ini buat bayar milkshake" ucap Adrian yang tersenyum lepas


"issshhh ngerjain" gerutu Aya yang lalu membayar milkshake dan kembali duduk


"Ya udah abisin minumnya terus kita pulang, oh iya kita makan dulu ya,kamu mau makan di mana?"


"Nanti aja sambil jalan kita cari di luar sana"


"Makan di sini aja Ay, tuh banyak resto tinggal pilih,tenang aku yang bayar kok"


"Di luar aja deh,Udah sore juga ini"


"Oke kalo gitu"


Mereka menuju parkir motor setelah keluar dari mall hari sudah petang memang waktu sudah menunjukan pukul 17:15 mereka memutuskan untuk shalat Asar dan menunggu waktu magrib di masjid sekitaran mall


Malam pun datang Aya memilih pecel Ayam untuk menu makan malam, sederhana Aya meninta makan di pinggir jalan bukan restoran mahal dengan menu masakan yang bermacam-macam padahal Adrian sudah menawarkan berbagai resto namun Aya menolak dan memilih di angkringan


"Aya kenapa gak makan di mall aja tadi" tanya Adrian


"Enakan juga di sini"


"Kamu gak gengsi makan di pinggir jalan"


"Gengsi??? Gak lah, kamu kaya baru kenal aku aja"


"Ya takutnya gitu"


"Jangan mikir aneh-aneh "


Mereka pun menyantap makanan dengan lahap di selimuti rasa bahagia Adrian mencuri pandangan untuk menatap Aya yang tak di sadarinya


Setelah makan malam selesai Adrian mengantar Aya pulang kerumah tak lupa ucapan terima kasih dari Aya


"Adrian makasih udah traktir aku nonton terus makan juga" ucap Aya tersenyum lebar yang berdiri di gerbang rumahnya


"Sama-sama Ay jangan kapok ya"


"Seneng malah dapet gratisan" Gurau Aya


"Dasar... Kalau gitu aku pulang dulu ya"

__ADS_1


"Gak mau mampir dulu?"


"Lain kali deh"


"Gak mau nunggu dulu?"Tanya Aya


"Nunggu apa?" Jawab Adrian penasaran


"Nunggu di usir" Kata Aya dengan tertawa lepas


"Astaga" ucap Adrian seraya menggelengkan kepala


"Becanda"


"Dasar....."


"Yaudah hati-hati di jalan" imbuh Aya


Adrian menganggukkan kepala dan melepas klakson motor tanda ia pamit, sosoknya mulai menjauh Aya pun masih berdiri mematung dengan tersenyum tipis-tipis,


lamunanya buyar saat ibu Aya memanggil namanya dari depan pintu


"Aya masuk.. ngapain bengong di situ" panggil ibu


"hah... iya bu" ucap Aya yang kemudia berlari menghampiri ibunya


"Gak di suruh mampir dulu temennya Ay"


"Mau langsung pulang katanya" seru Aya seraya mencium tangan ibunya


"Yaudah mandi,makan dulu sana"


"Aya udah makan bu"


"Oh,udah makan"


"Aya ke kamar dulu yaa" ucap Aya yang kemudian menuju kamarnya


Aya duduk di tepi ranjang ia mengabil ponsel dari dalam tas dan mulai mengetik pesan


"Adrian udah sampe rumah? sekali lagi makasih ya"


Tak ada balasan yang memang Adrian tentu belum sampai rumah, Aya membersihkan badan dan menganti baju dengan piama hello kitty ke sukaannya


40 menit berlalu namun pesan masih centang dua tanda pesan terkirim, Aya masih menatap layar ponsel menunggu balasan dari Adrian, baru saja centang berubah warna menjadi biru tanda pesan telah di baca di bawah profil Adrian tertulis "mengetik" sepertinya Adrian sedang menulis sesuatu untuk Aya


"Sama-sama Ay, makasih juga udah mau aku ajak nonton, sekarang kamu istirahat besok kan udah kerja lagi"


"Oke"


"Jangan begadang ya nona manis"


Begitu pesan yang Aya terima membuat hatinya sedikit bergetar

__ADS_1


"ini kah sosok teman yang perhatiannya lebih atau mungkin bukan sekedar teman? apa aku terlalu inten membuat aku semakin berharap? tapi gak mungkin aku hanya teman biasa lagi pula aku tak ada perasaan apapun untuknya" Gumam Aya yang meneliti perasaan terdalamnya


__ADS_2