
Adrian akhirnya mengulur niatnya untuk mengatakan sesuatu kepada Aya ia merasa saat-saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengutarakannya
Dua hari berlalu setelah janji makan siang yang terbilang gagal Adrian dapat kesempatan makan siang dengan Aya kali ini Adrian yang menunggu Aya di depan kantornya
Tak lama menunggu Aya pun datang menghampirinya segera Adrian mengajak Aya ke tempat yang Adrian rasa cukup nyaman untuk berbicara serius
Sampailah mereka di sebuah cafe 24 jam ia menuju lantai dua yang terasa lebih nyaman dan memilih bangku yang terletak disudut dekat jendela
Adrian mulai memesan makan dan minum beserta Aya
"Aya sebenarnya waktu itu ada yang mau aku omongin, cuma waktunya gak tepat" seru Adrian
"Sekarang aja kenapa?"
"Iya,.. tapi gimana ya" jawab Adrian ragu
"Kamu di undang sama Rian gak?Tanya Aya mengalihkan topik
"Rian marketing ya?"
"Iya dia, di undang kamu"
"Di undang, gimana kalo kita datang kesana bareng?"imbuh Adrian
"Wah nyolong start"
"Emang kamu udah janjian sama seseorang?"ucap Adrian
"Belum sih"
"Acaranya malam ini kan? Nanti malam aku jemput ya" kata Adrian penuh antusias
"Kayanya aku gak bisa nolak nih"celetuk Aya
"Nanti janjian sama Putra dan Kinanti" imbuh Adrian yang tak ingin terlihat terlalu memaksa
"Oke dehh"
Kemudian menu makan siang pun datang Aya dan Adrian mulai menyantap makan yang mereka pesan, lagi-lagi Adrian mengurungkan niatnya, Adrian masih ragu dengan perasaan Aya yang belum menunjukan signal bahwa dia mempunyai perasaan yang sama dengan Adrian
Selesai makan keduanya kembali ke tempat kerja dari gerbang sampai di depan kantor mereka berjalan berdampingan beberapa orang melirik namun Aya tak pernah memperdulikannya dan terus berjalan sampai di depan kantor Adrian
"Ay nanti malam aku jemput" imbuh Adrian
__ADS_1
"Oke" jawab aya
Adrian lalu masuk ke dalam kantornya sementara Aya harus berjalan melewati koridor dan beberapa ruang untuk sampai ke gedung sebelah yakni kantor Aya
......
Ba'da isya Adrian sudah terlihat begitu rapih ia pamit dengan mama Niken akan pergi bersama Aya ke acara pesta pernikahan teman kantornya
Mama Niken mencium aroma cinta dari Adrian yang begitu bahagia akhir-akhir ini setelah mengenal Aya
Sejak dulu Adrian tak pernah berbicara masalah pribadainya tak pernah bercerita siapa kekasih atau orang yang saat ini dekat dengannya tapi kali ini Adrian menunjukan bahwa ia sedang dekat denga Aya yang memang mama Niken telah mengenalnya terlebih dulu
(Dirumah Aya)
Tiba-tiba Hanna, beserta dua sahabatnya yang lain yaitu Bagas dan Abi datang ke rumah Aya dengan membawa begitu banyak bungkusan.
Di ketuk pintu rumah Aya lalu di buka oleh Aya yang kebetulan duduk di ruang tamu menunggu Adrian datang
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam.. kalian ngapain? Kok gak bilang mau pada ke rumah? Seru Aya yang sedikit heran dengan kedatangan mereka
"Tau nih mereka berdua, tadi Abi ke rumah Gue terus ngajak ke sini ternyata dia udah janjian sama Bagas pada mau main PS katanya" jawab Hanna
"Ayo lah.. udah lama nih terakhir kan di rumah Hanna itu pun Lo gak dateng" imbuh bagas
Abi dan bagas lalu tersenyum melihat wajah Aya yang terlihat bingung kemudian mereka masuk dan mulai membuka bungkusan yang memang isinya adalah play station dan beberapa camilan lengkap dengan minum dan makan berat pula.
"Sorry ya Ay... Kayanya Lo ada Acara udah rapih banget?"Tanya Hanna seraya duduk di sofa
"Iya Gue mau kondangan ke temen kantor" seru Aya yang kemudian duduk di samping Hanna
"Yaudah kondangan dulu sana jangan lama-lama" seru Abi
Kemudian Ibu Aya keluar karena mendengar suara riuh dari ruang tamu, Mereka semua bersalaman mencium tangan Ibu Aya, Bagas yang memang tetangga dan juga sangat akrab dengan keluarga Aya, Ibu pun kembali ke dalam menemani suaminya nonton TV di ruang keluarga
"Aya TV nya mana?"celetuk Bagas
"Bentar Gue ambil di kamar"
Aya mengambil Tv LCD ukuran 14 inc di kamarnya, mereka memutuskan bermain PS di luar karena takut mengganggu Ayah dan Ibu Aya di dalam
"Ay colokan mana colokan, kita maen di luar aja takut nyokap Lo keberisikan" kata Abi
__ADS_1
"Lo cari di laci lemari itu tuh" seru Aya menunjuk sebuah meja
Adrian pun datang dengan sedikit heran mengapa dirumah Aya banyak orang, Adrian mengucap salam dan bersalaman kepada mereka.
Aya pun pamit dengan Hanna dan yang lain di ikuti Adrian.
Di perjalanan Aya menjelaskan kedatangan mereka yang begitu tiba-tiba kepada Adrian yang di terima setengah hati olehnya karena teman Aya bukan hanya perempuan terlebih ada dua orang laki-laki di sana
Sampai di lokasi Aya dan Adrian jalan berdampingan layaknya sepasang kekasih membuat para tamu yang kebanyakan rekan kerja mereka sedikit menggunjing perihal hubungan mereka
Dress biru muda di bawah lutut dengan heels warna senada memperlihatkan kakinya yang jenjang, malam ini Aya tampak begitu anggun tampilan Adrian tak kalah memukau membuat mata elang para tamu wanita membidik sosok Adrian terus menerus
"Adrian kamu merasa di perhatiin gak sih" bisik Aya
"Engga tuh" jawab Adrian dengan santainya
Adrian dengan bangga menggandeng tangan Aya di depan Lucy yang membuatnya merasa terbakar hatinya. Adrian sengaja menggandeng Aya Agar Lucy faham tak ada ruang di hatinya untuk Lucy yang bersikap terlalu berlebihan kepada Adrian
Aya merasa tak enak hati ia sedikit merenggangkan genggaman Adrian namun Adrian kembali memegangnya begitu erat
Mereka menuju sebuah meja yang disana ada Putra dan Kinanti, Aya menarik tangannya dari genggaman Adrian untuk melambaikannya kepada Kinanti.
"Udah lama kak"
"Iya dari tadi kalian lama banget"
"Kita salah jalan tadi" imbuh Adrian
Adrian menghampiri Putra dan duduk di sampingnya sementara Aya dan Kinanti mulai jiwa narsisnya dengan berselfie ria
Sekitar 15 menit Aya mulai gelisah pikirannya terbagi karena meninggalkan teman-temannya di rumah
Aya mengajak Adrian pulang karena takut terlalu lama di acara tersebut, mereka pun pamit dengan Kinanti dan Putra, Aya dan Adrian menuju pelaminan untuk memberi selamat kepada kedua mempelai
Waktu menunjukan pukul 21:21 Sekitar 20 menit jarak yang mereka tempuh untuk sampai di rumah Aya
"Aya ini pake jaket aku" ucap Adrian yang memberi jaket kepada Aya
"Gak usah Adrian"
Tanpa ragu Adrian menutupi kedua bahu Aya dengan jaketnya
"Sorry ya Ay ini udah malem udara juga udah mulai dingin" imbuh Adrian
__ADS_1
"I..iyaa makasih"