
sejak kejadian itu niki tampak menjaga jarak dengan adrian, terkadang jika niki berpapasan ia hanya menundukan pandangan nya dan membuatkan makan lebih awal supaya tidak bertemu, karena semakin sering bertemu semakin ia takut dengan anak majikan nya itu karena ia sadar ia hanya seorang pembantu rumah tangga. tapi lain halnya dengan adrian yang selalu bersikeras dengan apa yang dia mau yaitu mendapatkan gadis manis yang selama ini bekerja di rumah nya. baginya status sosial tidak masalah.
malam itu adrian sedang berada di ruang kerja nya dia me nelfon bi ida untuk membawa kopi dan adrian berpesan kepada bi ida ia mau niki yang membawakan kopi itu ke ruang kerjanya. niki pun menolak dengan alasan ingin ke kamar mandi tapi bi ida membujuknya jika dia tidak mau maka tuan adrian akan memarahinya dan memberitahukan kepada tuan besar kalau pembantunya tidak bekerja dengan benar, terpaksa niki pun mengiyakan dan pergi membawa secangkir kopi di atas nampan sesampainya di depan pintu niki tampak grogi dan jantung nya pun berdetak tak karuan ia menghela nafas panjang dan membuangnya dan mengetuk pintu, terdengar suara gumaman adrian dari dalam ruangan dan niki pun menyimpan kopi di meja tanpa berbicara .tapi lain halnya dengan adrian yang menatap niki, sepertinya sedikit menjahili niki akan seru pikirnya , lalu niki keluar dengan terburu buru " aku tidak mau kopi,, aku mau teh saja "..
niki pun diam "apaahhh"... dan niki pun memutar badan nya
" baiklah tuan muda, " niki pun bergegas turun dan membuatkan teh, tetapi bukan adrian namanya kalau tidak usil sesampai nya di ruang kerja adrian meminta air mineral , orange juice dan macam macam membuat niki berdecak
" dasar gila, apa dia sedang mengerjaiku " gumam nya dalam hati, niki tampak kesal , dan yang terakhir niki membawa camilan berupa chese cake di atas nampan dan menyimpan nya di atas meja yang tampak penuh dengan berbagai macam minuman. niki hanya diam tidak berkata sedikitpun, sedangkan adrian senyam senyum dari tadi , serasa puas dengan kejahilan nya adrian pun berdiri dan berjalan ke arah niki
" duduk"........
" tidak tuan , saya masih ada pekerjaan".....
" kau suka sekali membantah ya"
__ADS_1
niki pun terpaksa dudud di sofa dan di ikuti adrian duduk di sampingnya, baru saja niki mau menggeserkan tubuh nya tiba tiba adrian memgang tangan niki , niki pun hanya diam membisu .
" aku sangat lapar.."
" makanlah tuan jika anda lapar "...
" kamu tidak memasak buatku malam ini, dan kamu tidak menyambutku akhir akhir ini , kenapa"?? apa kamu sudah tidak peduli dengan majikanmu ini, atau kamu mau aku adukan sama papa dan mama"??
"uuhh sok ancam ancam segala " gumam niki kesal
" kenapa tidak menjawab .."??
adrian pun melengkungkan bibirnya sepertinya ancaman nya sangat ampuh " baiklah saya maafkan ,, tapi ada satu syarat..."
" apa itu ?"
__ADS_1
" suapi aku" ....
"apahhhh,, apalagi ini . saya muhon tuan mudaa jangan aneh aneh begini "
" ayolah, saya sangat lapar.." rengek adrian. dan terpaksa niki pun menyuapi adrian tanpa memandang wajahnya lain lagi dengan adrian yang tak lepas memandang niki. dan tiba tiba adrian mengambil piring berisikan chese cake dari tangan niki, niki pun sempat terkejut " eh dia mau apa"
" buka mulutmu ...! " niki terkejut dengan apa yang dilakukan adrian " apahh,, aku harus berbagi sendok dengan nya ? ohh ya allah dan kenapa jantung ini..." rutuk niki dalam hati
" ayo buka mulutmu.." niki pun terpaksa membuka mulutnya entah apa yang dia rasakan saat itu yang jelas dia malu dan canggung. " suapan ini adalah tanda terima kasih karena kamu sangat sabar tadi" ucap adrian dengan nada lembut sambil tersenyum , niki pun hanya diam tertunduk malu rasnya chese cake yang dia makan serasa tertahan di tenggorokan nya . " ya allah tuan tolong jangan seperti inii.." niki hanya bisa bergumam dalam hati.
" niki....."
" iy... iya tuan..."
" asal kamu tahu, semakin kamu menjauh semakin aku bersemangat untuk mengejarmu"
__ADS_1
" tuan tolong , saya tidak pantas saya ini hanya gadis kampung dan hanya seorang pe......
" aku tidak peduli siapa kamu , dari mana asalmu " adrian memotong pembicaraan niki, niki hanya diam dan pergi meninggalkan adrian yang masih duduk di kursi