
tania senyum senyum sendiri dari tadi, sedangkan aldi dan papa mahendra saling beradu pandang dengan tatapan penuh tanya.
"niki,, niki,,, sini nak"........ mama tania
niki segera datang menghampiri tania
" maaf nyonya, tuan apa ada yang salah dengan masakan nya?" tanya niki dengan raut wajah ketakutan
tetapi tidak dengan aldi yang merasa gemas dengan tingkah niki yang seperti itu
" .niki,,,, bisakah kamu membawakan segelas air putih hangat dan semangkok bubur ayam ke ruangan anak saya ...?"
niki heran , kenapa tania menyuruhnya membawakan sarapan ke ruangan anaknya sedangkan anaknya ada di hadapan mereka.
" nikii" tanya tania lembut
"i... iy.. iya nyonya " jawab niki gelagapan tetapi niki masih memandang aldi yang sedari tadi memperhatikan tingkah niki yang begitu menggemaskan. dan tania pun ikut memandang ke arah aldi
" maksud saya anak saya adrian"
"o...oh i.. iya.. nyonya " jawab niki gelagapan juga
mahendra dan aldi tersenyum dengan tingkah niki
lalu dia permisi ke belakang untuk mengambil sarapan.
-------------------
__ADS_1
niki naik keatas tangga dengan perasaan gugup dan entah kenapa jantung niki berdetak lebih kencang tak seperti biasanaya.
niki pun mngetuk pintu tetapi tidak ada jawaban, karena merasa pegal degan tangan nya akhirnya niki memberanikan diri membuka pintu, dan benar saja pintu pun tidak di kunci.
pelan pelan niki masuk menyusuri kamar di lihatnya foto besar terpampang di dinding dengan gagahnya dan tampan
" mungkin ini foto tuan adrian" gumam niki dalam hati
lalu niki meletakkan nampan di atas nakas
dan membuka hordeng serta jendela supaya ada udara yang masuk karena cuaca pagi ini sangat cerah.
niki perlahan membangunkan adrian dengan lembut , entah kenapa tiba tiba jantung niki tambah berdetak lebih kencang
" ya allah,, ada apa ini..? " niki bergumam dalam hati
" tuan,,,,, tuan adrian,, tuan bangun sarapan dulu ya...."
tiba tiba...... " ggrreeeepppppp"...............
adrian memeluk niki , niki sampai kaget karena adrian memeluknya, pelukan adrian sangat erat sehingga niki susah melepaskan nya pipi niki seketika berubah warna menjadi merah merona.
" mmmm... sebentar lagi maaa... adrian lagi gak enak badan, adrian pengen di peluk mama sebentar..." adrian berbicara tetapi tidak membuka matanya, kini posisi wajah adrian ada di dada niki.
niki tak tahu harus apa di tambah pelukan adrian yang erat membuat niki susah bernafas.
"ya allah maaf kan hamba " jerit niki dalam hati
__ADS_1
karena niki tidak tahan dia memberanikan diri
"tu.. tuan ii.. ini bukan nyonya tania.. ta.. tapi saya tuan"
ucap niki terbata. seketika adrian membuka matanya dan kaget siapa yang dia peluk, adria mendorong niki sangat kuat sehingga niki jatuh terpental ke lantai..
niki mengaduh kesakitan karena kelakuan adrian..
"ya ampun.. maaf.. maaf.. lalu adrian turun dari ranjang nya dan menolong niki untuk bangun. di saat adrian jongkok mata mereka beradu pandang jantung mereka berdetak tak karuan
serasa ingin keluar..
" ya ampun kenapa jantungku berdetak se cepat ini " gumam dalam hati adrian sambil tak lepas memandang niki
seketika adrian tersadar dan langsung membantu membangunkan niki.
" oh gak papa tuan biar saya bangun sendiri, saya kuat kok hehhehe..."
" kamu siapa,,? kenapa kamu ada di kamarku ?" tanya adrian heran
" oo... sa... saya pembantu baru di rumah ini tuan.. tadii nyonya tania menyuruh saya mengantarkan sarapan untuk anda. "
"ooooh ... ya sudah kamu boleh keluar sekarang ...! " perintah adrian
"baik tuan ,,, permisi" dan niki pun keluar
adrian menatap kepergian niki.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote nya yaaa...