
" kamu kok seneng sama film kayak gini sih sayang, apa seru nya kejar kejaran sambil nyanyi.." protes adrian pada istrinya, niki tidak menghiraukan ucapan suaminya matanya tetap fokus ke layar datar yang menempel di tembok. kesal adrian di cuekin tiba tiba muncul ide dari otaknya.
ia tersenyum nyeleneh tatkala melihat adegan mesra di tv. dan konyolnya ia menirukan adegan itu pada niki yang sedang asyik nonton.
niki membelalakan matanya dan refleks memukul bahu adrian, adrian pun melepaskan nya tanpa merasa bersalah ia tersenyum jahil " apa yang kau lakukan..?" cebik niki sambil cemberut.
" hahhaha,, lagian kenapa kamu mengabaikan suamimu sih.."
" kamu cemburu ya sama tv itu?"
" iya, memangnya kenapa?"
"haaaaaa... gila ya dia.."
" gak usah mengutukiku seperti itu"
" eh kok dia tahu sih apa yang aku katakan dalam hatiku"
" ah sudahlah, oh ya sayang weekend ini kamu mau kemana,,?" tanya niki yang mengalihkan pembicaraan karena ia takut akan hal kecil berujung pertengkaran.
" aku ada janji dengan client papa, kenapa apa kamu bosan di rumah ."
"oo,, tidak. tapi aku akan ke rumah ibu dan bapak ya "
nampak adrian berpikir, " baiklah, tapi jangan macam macam ya"
" iya,, iya .."
********************
adrian menemui mama nya di kamar.
" mama sakit apa mah..?"
" mama cuma sedikit pusing sayang, istrimu mana..?"
__ADS_1
" niki ada di kamar ma, kenapa?
" oh tidak, mama hanya khawatir padanya."
adrian menaikan alisnya, menatap mama tania dengan sejuta pertanyaan. mama pun bercerita tentang kejadian kemarin malam. dengan beraninya ia berkelahi dengan dua laki laki berbadan kekar.
adrian kesal pada istrinya lalu ia berdiri berniat untuk menemui niki di kamarnya. tetapi tania mencegahnya adrian harus mendengarkan kata kata mama nya terlebih dahulu.
" kamu harus mencari tahu tentang istrimu yang tiba tiba jadi perempuan hebat,cari tahu alasannya dan setelah itu bicara perlahan untuk dia berhenti , mama khawatir sekmrrmakin dia seperti itu semakin banyak orang mengincarnya, maka semakin bahaya dia.."
" aku mengerti mah, kalau begitu adrian permisi dulu ya.."
"hmm."
adrian keluar dari kamar mama nya dengan raut wajah gusar dan ia masuk ke kamarnya menemui niki, sejenak mematung di tempat saat melihat wajah polos istrinya yang tertidur "sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku sayang "
adrian duduk di samping niki menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang, lalu mengelus ngelus kepala niki dengan sangat lembut, karena ada pergerakan niki membuka matanya dan menoleh ke arah siapa yang mengelus kepalanya .." eh,, kau belum tidur sayang?" tanya niki mengenggam tangan suaminya.
apa aku jangan dulu bilang sekarang ya. ya lebih baik nanti aja biar ku cari tahu dulu semuanya. batin adrian
" hey sayang kenapa diam, apa ada yang kamu pikirkan ya..?" niki membuyarkan lamunan adrian dengan pertanyaan yang membuat adrian tersadar.
**************
pagi ini sinar matahari menyinari kamar sepasang suami istri yang masih terlelap dalam tidurnya sambil mendekap satu sama lain rasanya mereka enggan untuk membuka matanya.
dering ponsel berbunyi membangunkan tidur niki, ia pun mengambil ponselnya di atas nakas dan dilihatnya ternyata panggilan dari indah.
" hallo ndah assalamualaikum.."
" waalaikum salam. iki cepatlah kita telat ..!" jawab di sebrang sana yang merasa kesal karena menunggu.
" iya,, iya,, aku mandi dulu.."
" hmm"
diam diam adrian mendengar percakapan mereka. niki pun segera masuk ke kamar mandi dan bersiap siap untuk pergi. 15 menit kemudian niki sudah siap, niki sudah cantik dengan jeans warna navy dipadukan dengan tshirt warna putih dan di padukan dengan sepatu kets tidak lupa ia juga memakain jeans jacket . ia menghampiri suaminya yang masih terlelap dan mencium pipi, kening dan bibir adrian sambil berkata " suamiku aku pergi dulu ya sebentar saja aku sudah kasih ciuman selamat pagi".
lalu ia pergi meninggalkan adrian, adrian samar membuka matanya dan tersenyum sambil memgang pipinya
__ADS_1
" manis sekali dia" ucapnya lalu ia pun bangun karena ingin mengintai kegiatan istrinya.
niki turun menapaki anak tangga dan menghampiri meja makan, disana ada mertuanya yang sedang sarapan.
" pagi ma,, pa,," sapa niki yang duduk dan hanya meminum sedikit susu yang sudah di siapkan di atas meja lalu ia beranjak untuk pergi.
" mau kemana nak, ?" tanya mama
" niki ada janji sama indah ma.."
niki pun pamit pada mertuanya dan bergegas pergi. tak lama adrian turun dengan sangat buru buru ia berjalan tanpa menyapa mama dan papa nya. hendra menatap wajah istrinya menandakan ia bertanya ada apa gerangan dengan anak menantunya, tania hanya mengangkat kedua bahunya.
***********
kini adrian sedang mengintai istrinya yang masuk ke sebuah rumah bersama indah, ia memperhatikan dari dalam mobil dalam hatinya bertanya rumah siapakah itu. tetapi ia tetap tenang dan berpikir positif tentang istrinya.
setelah satu jam setengah menunggu akhirnya niki keluar dan di antar oleh seorang laki laki kira kira umurnya sama dengan nya. adrian menajamkan penglihatannya dilihatnya niki dan indah tampak senyum bahagia.
adrian mengepalkan tangan nya pada setir yang ia pegang ingin rasanya ia meminta penjelasan dari istrinya itu. tetapi ia tahan karena ia tak mau gegabah.
niki masuk kedalam taksi sepertinya ia akan pulang dan adrian membuntutinya dari belakang. ternyata emang niki pulang ke rumah.
ia keluar lebih dulu dari taksi dan membayarnya lalu masuk ke dalam rumah , di susul adrian
niki menyeritkan dahinya melihat mobil suaminya memarkirkan mobilnya dan ia keluar dengan raut wajah tak ramah.
lalu adrian menarik tangan kasar istrinya dan membawanya ke atas menuju kamarnya. sesampainya di kamar adrian melepaskan tangan niki karena niki meringis kesakitan. " dari mana saja kamu hah...!" ucap adrian dengan nada yang meninggi dan muka nya memerah karena marah.
" apa maksudmu, aku tidak mengerti datang datang langsung marah bicaralah baik baik.." ucap niki.
" tidak usah berpura pura, aku tahu kemana kamu pergi sepagi ini, kamu menemui laki laki ya kan..? jawaabbb...!!"
belum pernah ia mendapat perlakuan kasar dari suaminya niki menangis ia ingin menjelaskan yang terjadi sebenarnya tetapi adrian tidak mau mendengarkan penjelasan nya.
" ternyata kau sama saja dengan rere...!!!"
tuduh adrian pada istrinya lalu ia keluar meninggalkan niki dan membanting pintu dengan keras. adrian pergi menuju ruang kerja nya dan mengunci pintu.
sedangkan niki menangis sejadinya, rupanya suaminya sudah salah faham apa yang ia lihat tak seperti yang ia bayangkan. niki pun merasa sakit hati karena adrian telah menuduhnya dan menyamakan dirinya dengan rere.
wajar ya ges kalo dalam rumah tangga ada konflik. begitulah yang terjadi antara adrian dan niki.
jangan lupa like nya ya, dan aku minta kritik dan saran nya tentang bab ini maaf kalo banyak yang typo. kasih bintang lima juga yaaa ❤❤
__ADS_1