
continue
setelah itu aldy melepaskan pelukannya perlahan dan menatap niki , akan tetapi niki masih diam dengan seribu pertanyaan dalam benaknya. sementara adrian yang berdiri di belakang niki diam terpaku melihat adegan tersebut.
ingin rasanya memukul aldy tetapi ia sangat butuh penjelasan dengan semua ini
" aku sayang kakak.." ucap aldy,
" sudahlah, jika kamu ada masalah bilanglah terus terang ya.." ucap niki sambil menepuk bahu aldy.
adrian pun menghampiri niki dan aldy lalu berkata " sudah adegan romantisnya, ayok kita pulang.." ucap adrian dengan nada kesal. lalu ia menarik tangan niki untuk masuk ke dalam mobilnya.
begitupun aldy ia langsung melajukan mobilnya dan mengantar indah pulang, dalam perjalanan adrian sama sekali tidak berkata apapun pada niki karena ia sangat kesal
" kamu kenapa sayang..?" tanya niki sambil mencondongkan kepalanya ke arah adrian. sedangkan adrian tidak merespon pertanyaan istrinya karena masih kesal dengan kejadian tadi. niki pun bergumam dalam hatinya mungkin adrian cemburu pada aldy.
***************
setelah mengantar indah pulang aldy segera masuk kedalan kamarnya karena ia sangat kelelahan, di saat ia membuka pintu tiba tiba ia dikejutkan dengan seseorang yang sedang duduk berada di kamarnya ia tak lain adalah adrian kakaknya.
" sedang apa kakak disini...?" tanya aldy yang heran akan kakaknya lalu adrian berdiri dan menghampiri aldy dengan tatapan tidak suka.
" maksudmu apaan tadi memeluk niki..?"
" ya ampun kakak, memangnya kenapa, kakak cemburu..!" ucap aldy dengan santai
" aku kasih tahu ya sekali lagi kau berani memeluk istriku akan kupatahkan tanganmu." tegas adrian lalu ia pergi meninggalkan aldy
" sudah tua kok masih aja cemburuan, dasar ....."
" dasar apa...?" tanya adrian yang mendengar celoteh aldy, aldy pun terkejut ia mengira kalau adrian sudah pergi dari kamarnya.
" ti,,, tidakkk.." ucap aldy gelagapan.
" awas kau ..!" adrian keluar sepertinya ia kini benar benar keluar dari kamar adiknya.
di kamar
adrian memasuki kamarnya dan dilihat niki sedang berselonjor di atas kasur sambil melanjutkan membaca buku favoritnya, adrian menaiki kasur lalu berbaring membelakangi istrinya.
lalu niki menutup bukunya dan bertanya pada suaminya,, tetapi sang suami tidak menghiraukan pertanyaan istrinya.
pasti dia marah gara gara tadi, hufff,, lagian aldy ada angin apa coba tiba tiba memelukku batin niki, lalu ia diam diam melihat suaminya apa dia udah tidur atau kah belum, melihat suaminya tampaknya adrian pura pura tidur, niki pun tersenyum simpul lalu berpura pura tidur juga membelakangi suaminya.
adrian merasa kesal karena niki tidak bertanya padanya, ia pun menengok ke arah istrinya
ishhh kok malah tidur sih, bukannya di rayu kek suami lagi kesal kayak gini tuh gerutu adrian dalam hatinya.
lalu adrian bangun dari tidurnya dan pura pura batuk supaya mendapat perhatian istrinya ,ia pun berhasil niki bangun dan mengambil segelas air di atas nakas dan memberiakan nya pada adrian.
__ADS_1
" kamu demam ya sayang,?" tanya niki sambil mengecek suhu tubuh adrian dengan telapak tangan nya.
" aku tidak apa apa.." jawab adrian cuek.
" ya udah kalau tidak apa apa aku mau kembali istirahat.." ucap niki sambil menarik kembali selimutnya tapi seketika di cegah oleh adrian.
" apa lagi.....?" tanya niki.
" apa sudah ngantuk..?"
" iya jelas aku ngantuk, ini sudah malam, ayo tidurlah besok kamu terlambat masuk ke kantor.." jawab niki sambil menguap.
" tapi aku belum ngantuk.."
" terus maunya gimana..?"
" kenapa kamu diam saja waktu aldy memelukmu..?"
huh,, sudah kuduga pasti adrian bakal ngebahas masalah itu, apa dia masih cemburu
" kenapa tidak di jawab..?"
" mas, aku tidak tahu ada apa dengan aldy yang tiba tiba memelukku, kenapa kamu tidak tanya langsung padanya.."
" seharusnya tadi kamu menghindar saja, kamu tahu kan kalau dulu aldy pernah menyukaimu" ucap adrian kesal
" ya ampun mas, itukan dulu lagian sekarang kan aku sudah menikah denganmu, apalagi suamiku sangat tampan aku sangat jatuh cinta padanya" ujar niki sambil di iringi dengan senyum senyum malu.
adrian sangat senang mendengarnya ia langsung menarik niki kedalam pelukan nya.
" benarkah apa yang kau barusan ucapkan..?"
" aku juga sangat mencintaimu"
" apa masih marah,,?" tanya niki sambil melepaskan pelukan nya.
" siapa yang marah.." sangkal adrian.
" jujur saja, hmmm"
" sudah tidak, aku tidak bisa marah pada istriku yang cantik ini.." ujar adrian.
" lebuuuayyy" ucap niki pelan supaya tidak terdengar adrian.
" tadi kamu bilang apa..?"
eh apa dia tadi denger
" hehhe tidak, aku tidang bilang apa apa," ucap niki bohong.
" kamu kira aku tidak dengar ya " ucap adrian lalu ia menggelitiki pinggang niki sampai beberapa kali niki mengucapkan kata ampun karena geli tapi adrian tidak menggubrisnya.
******************
adrian turun menapaki anak tangga sambil menggandeng niki , dan di ruang makan sudah ada mama dan aldy yang sudah lebih dulu menayantap sarapan.
" pagi adrian, niki..." sapa mama
" pagi ma,,," jawab adrian yang terlebih dahulu menggeser kursi dan mempersilahkan istrinya duduk.
__ADS_1
" pagi kakak ipar.." sapa aldy.
" pagi al.." jawab niki sambil melemparkan senyum nya.
sedangkan adrian mendelik sebal karena aldy menyapa istrinya. dan mama tania yang melihatnya tampak tersenyum kecil.
setelah sarapan niki mengantar suaminya sampai mobil, niki membuka pintu mobil dan mempersilahkan adrian masuk,
" hati hati ya mas,,"
" sayang,,,,,"
" iya ada apa..?"
" mulai sekarang aku melarangmu dandan di dalam rumah, jangan memakai pakaian pendek, kalau perlu kamu diam saja di kamar jangan sampai keluar sampai aku pulang,," ucap adrian.
" hah,,,, maksudnya apa sayang, peraturan apa itu..?"
" pokoknya jangan membantah, ikuti saja apa kata suamimu, "
lalu adrian mencium kening niki dan bibir niki " aku berangkat ya.." ucap adrian
" hmm,, hati hati di jalan.."
adrian pun berlalu, sedangkan niki masih bertanya tanya dengan apa yang di katakan suaminya tadi
peraturan aneh,,, lagian siapa juga yang mau lirik lirik, di rumah kan cuma ada bi ida dan mama saja gerutu niki dalam hatinya, lalu ia pun masuk kedalam rumah.
di ruang tamu ia berpapasan dengan mertuanya yang sudah sangat cantik karena ia akan pergi
" ki,,,,"
" iya ma,, "
" kenapa kamu masih pakai baju tidur, mandi gih mama akan ajak kamu ke suatu tempat.."
" aduh ma maaf banget niki gak bisa, mas adrian melarang niki pergi hari ini.."
ada apa lagi dengan anak itu batin mama.
" ya sudah, kalau begitu mama pergi dulu, baik baik di rumah ya, "
" iya ma..."
di kantor
aldy masuk ke ruangan adrian tanpa mengetuk pintu, seperti biasa ia memberikan dokumen yang harus di tanda tangani pada kakak nya, lalu ia duduk di sofa seenaknya.
adrian yang melihat tingkah adiknya hanya bisa menggelengkan kepalanya,
" apa kakak masih kesal padaku tentang tempo hari..?"
" tidakk.....!"
" hm,, masa,, dari raut wajahnya kau sangat kesal, apa kau ingin tahu apa maksudku..?" tanya aldy sambil memandang kakaknya, sedangkan yang di pandang tidak ingin mendengar cerita sang adik.
" niki sangat special kak, dia sangat pantas untuk di cintai...." ujar aldy yang memulai menceritakan semuanya, adrian pun seketika menoleh ke arah aldy dan ingin mendengar kelanjutan cerita adiknya itu.
__ADS_1