
konflik masih berlanjut.
niki mencoba menghubungi suaminya lewat telpon tetapi adrian tidak mengangkatnya malah ia mematikan ponselnya
rupanya ia masih sangat marah atas kejadian tadi pagi.
ia tidak bisa berbuat apa apa akhirnya niki keluar dan memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya. ketika itu ia berpapasan dengan adrian yang kebetulan adrian juga mau keluar , niki berniat memulai pembicaraan tetapi adrian melewatinya tanpa melihatnya.
bi ida yang melihat kejadian itu memalingkan wajahnya tatkala niki memergokinya sedang memperhatikan dia dan suaminya. niki berusaha untuk bersabar ia yakin semua ini tidak akan lama.
ia menatap kepergian adrian yang mengendarai mobilnya.
tak lama taksi yang ia pesan datang dan niki masuk kedalam nya. untuk kali ini ia membiarkan adrian menenangkan pikiran nya, bicarapun percuma adrian tidak akan mendengarnya
***********
adrian pergi ke apartmen milik juna, disana ia menceritakan pada juna apa yang ia lihat dan menyimpulkan bahwa niki selingkuh, tetapi juna mencoba menenangkan nya dan menyangkal tuduhan adrian bahwa mana mungkin niki berselingkuh darinya.
berbeda lagi dengan niki yang sedang menangis di pelukan indah sahabatnya ia sangat sedih karena adrian tidak mau medengarkan penjelasan nya. indah pun merasa bingung
" sebaiknya kamu minta maaf sama suamimu ki" ucap indah
" jangankan minta maaf, menatapku saja sepertinya ia tak mau"
" ya sudah. yang sabar ya ..."
****************
malam nya niki pulang ke rumah orang tuanya, ia berharap suaminya ada di rumah , tetapi nihil baik suami atau pun mertuanya tidak ada di rumah, setiap ruangan tampak sepi. niki berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
di sana pun adrian tidak ada. ia menghembuskan nafasnya dan sejenak mematung pokonya ia harus semangat, jangan sedih " apapun yang terjadi, terjadilah..! mencintai anak majikan itu harus siap dalam kondisi dan posisi apapun. semangat niki..!" ucapnya yang menyemangati dirinya sendiri ia pun tidak pantas untuk cengeng.
di saat niki sudah terlelap tidur adrian bari saja pulang dari rumah juna, ia masuk ke dalam rumah tampak semua lampu sudah pada mati. ia berjalan ke dapur untuk mengambil air disana ia berpapasan dengan bi ida. " bi ,, bi ida kenapa belum istirahat,,?"
" belum tuan, "...
" bi, apa niki sudah pulang..?"
__ADS_1
" sudah, sedari tadi ia sudah pulang, mungkin sedang istirahat"
" apa dia sudah makan?" tanya adrian lagi.
" belum"
" oh,, ya sudah aku ke atas dulu ya, bibi juga harus istirahat."
" iya"..
*************
niat adrian ingin masuk ke kamar nya. tetapi ia urungkan karena ia masih sangat kesal, dalam hati kecilnya sangat rindu pada niki tapi entaj kenapa rasa marah di hatinya masih menyelimutinya.
akhirnya ia masuk ke ruang kerja nya dan tidur disana. niat ingin mencari tahu tentang apa yang di katakan ibunya eh malah kepergok sama laki laki yang tak lain ialah ibrahim
***********
paginya niki bangun ia meraba raba tempat tidur ternyata kosong ia menepak jidatnya ia lupa bahwa dia dan suaminya tidak saling bicara, lalu ia bangun dan menyiapkan pakaian untuk suaminya ke kantor. bibi semalam bilang kalau adrian tidur di ruang kerja jadi niki mengantarkan pakaian tersebut ke ruang kerja adrian.
"neng, ..?"
"eh iya bi , adrian,,,,,,,"
" tuan adrian sudah berangkat sedari tadi .." tutur bibi
"oohh,,, ya sudah bi bajunya aku simpan lagi".... niki pergi dengan perasaan hati yang sangat sedih. di kamarnya ia memasukan kembali pakaian milik suaminya, tanpa permisi air mata nya keluar berjatuhan.
adrian pun yang sedang bekerja merasa tidak fokus, ia terus memikirkan istrinya mungkin perlakuan nya sangat keterlaluan. tapi rasa ego masih menyelimutinya ia tetap tidak mau bicara dengan niki.
meski dalam keadaan tak saling menyapa niki tetap menyiapkan makan malam, membuat sarapan, menyiapkan baju tetapi tetap tidak membuat adrian luluh. ia terus berusaha supaya suaminya mau bicara padanya dan hasilnya masih saja adrian bungkam bahkan keberadaan niki pun di anggap tidak ada. dan sudah satu minggu ini mereka tidur terpisah.
suatu hari ketika adrian pulang dari kantor hari itu hujan sangat lebat di pinggir jalan adrian melihat niki yang sedang berteduh di trotoar ia menepikan mobilnya lalu ia membuka pintu mobil, niki yang sudah sangat senang karena di jemput suaminya ia tersenyum ke arah adrian baru saja niki membuka mulutnya menyapa adrian malah adrian menggandeng perempuan lain yang ada di samping niki
__ADS_1
bagai di sambar petir di siang bolong sumpah demi bumi dan seisinya hati niki sangat terluka ketika adrian memasukan seorang perempuan lain ke dalam mobilnya. niki diam terpaku melihat kepergian mobil yang di tumpangi suaminya.
padahal jelas jelas adrian tidak mengenalnya, ia melakukan hal terbodoh kali ini jauh dari jangkauan niki adrian menghentikan mobilnya dan menyuruh perempuan itu untuk keluar dari mobilnya dengan ucapan yang sangat dingin.
perempuan itu menggerutu sangat kesal bisa bisanya tadi adrian bersikap manis sedangkan perempuan itu sudah merasa di atas angin.
pukul 8 malam adrian sedang menyantap makan malam nya, ia tidak konsen karena memikirkan niki yang ia tinggalkan ia sangat menyesal telah mengabaikan istrinya dan hujan pun tidak mau berhenti sedari tadi.
dengan langkah yang tertatih tatih niki berjalan menyusuri jalan betapa hancurnya ia saat ini. sesampainya di rumah bi ida menyambutnya dan segera mengambilkan handuk.
bi ida membawa niki ke kamarnya dan membantunya mengganti pakaian yang basah kuyup dilihatnya mata niki yang sembab dan bibir yang membiru karena menahan dingin.
ia duduk di atas kasur sambil tertunduk niki tak kuasa menahan tangisnya. lalu bi ida memeluknya tanpa berkata sepatah katapun.
" besok aku akan pergi bi,,." ucap niki dengan suara serak.
" pergilah neng, bibi tahu perasaanmu saat ini ".
bi ida yang faham akan sifat adrian.
keesokan harinya sebelum adrian bangun dari tidurnya pagi pagi sekali niki pergi yang di jemput oleh indah, mereka bertolak ke pedesaan. ya semalam bi ida menghubungi tania dan menceritakan semuanya. tania sangat marah mendengar cerita itu bagaimana bisa anaknya yang ia didik dan ia sekolahkan sangat tinggi tetapi mempunyai otak yang cerdas.
atas perintah tania bi ida dan mang ujang membawanya ke villa milik keluarga nya.
saat adrian bangun ia segera keluar berniat ingin menemui istrinya di kamar, tetapi niki tidak ada. mungkin dia sudah pergi. adrian pun berangkat ke kantor.
di perjalanan ia di hadang oleh preman, sang preman memaksa adrian untuk keluar mobilnya akhirnya adrian keluar dengan tangan kosong adrian melawan preman itu. awalnya ia bisa melumpuhkan lawan nya, tetapi naas adrian kalah karena di keroyok.
tiba tiba seorang laki laki melihat kejadian itu dan membantu adrian, para preman pun berhasil di kalahkan di tangan seorang laki laki, ia pun menolong adrian. adrian kaget melihat sosok laki laki itu dan kini dia ingat
"kamu.??????" ucap adrian sambil menunjuk laki laki itu.
__ADS_1