
" ih,, dasar tuan muda pemaksa,, tapi apa iya dia tadi memintaku untuk jadi istrinya ??? mmm ,,, aku kan jadi mauuu" batin niki. sedari tadi ia tidak bisa tidur nyenyak gara gara memikirkan kata kata adrian. apa semua ini hanya mimpi? aaah lagi lagi niki menampar pipinya sendiri "awww" ternyata ini bukan mimpi. lalu ia membaringkan tubuhnya lagi tak lama pun ia tertidur.
di sisi lain, grand ma sedang berada di kamar adrian.
" ada apa kamu panggil grand ma kemari ..?"
" grand ma,, adrian mau bicara "
" ya sudah, cepat katakan "
adrian pun duduk sambil mengenggam jemari neneknya yang masih terlihat muda itu dan menceritakan tentang ketertarikan nya kepada seorang gadis yang tak lain ialah asissten rumah tangga rumah ini, grand ma pun yang mendengar kesungguhan cucu sulungnya itu sangat terharu apalagi niat adrian ingin menikahi niki bukan karena cinta saja membuat grand ma memutuskan untuk merestui cinta mereka, apalagi dengan usia adrian yang akan memasuki kepala empat. grand ma juga yakin kalau niki adalah gadis yang baik, sholehah dan taat beribadah.
" jadi grand ma setuju adrian menikahi niki..?" tanya adrian antusias
" hmmm,, " grand ma menganggukan kepalanya. adrian lalu memeluk neneknya " makasih grand ma ku sayang"
" sudah sudah,, grand ma ngantuk.."
" iya grand ma.. makasih ya grand ma sudah menyetujui adrian"
**************
aldi dan adrian berangkat bersama menuju kantor..
hening
hening
hening
" sepertinya aku harus mengalah " ucap aldi yang lebih dulu mencairkan suasana.
__ADS_1
" maksudmu..?"
" rupanya kakak ku yang tampan ini telah meminta restu pada grand ma"
" iya lah, jadii,, sebaiknya kau mengalah saja" ucapnya yang masih fokus menyetir mobil.
" baiklah ,, baiklah aku akan mengalah darimu, lagiaan,, aku juga tidak mau kakak ku yang tampan ini menjomblo seumur hidupnya,, hahahhahahah"
" dasar kau " gerutu adrian, pembicaraan mereka yang di selingi canda tawa itu terhenti saat mobil terparkir di halaman gedung menjulang tinggi , yakni perusahaan yang keluarga mahendra rintis sejak dulu, adrian dan aldi pun masuk ke dalam , kedua kakak adik itu berjalan bersamaan, banyak yang mengagumi ketampanan dan kecerdasan kedua anak mahendra ini, apalagi para karyawan wanita yang rasanya tak bosan memandang bos nya, tetapi adrian sedikitpun tidak tertarik dengan mereka kecuali aldi yang terkadang suka merayu dan becanda kepada karyawan wanita. bahkan tak sedikit yang mengaku ngaku pacar aldi 😂😂.
**********
Â
kala itu adrian sedang duduk di kursi kebesaran nya, sejenak ia melamun, di sela sela pekerjaan nya yang padat. ia pun mengeluarkan hand phone dari saku celana nya dan berniat menghubungi niki lewat telpon rumah, telpon pun tersambung tetapi naas yang mengangkat telpon bukan niki, tetapi papa mahendra.
Â
"sayang??"..... ucap yang di sebrang sana dengan nada suara heran
"oopppsss"......
adrian secepat kilat menutup sambungan telpon nya, ia pun kaget ternyata yang menjawab bukan pujaan hati nya melainkan papa nya. "apapaan anak ini" mahendra pun menutup telponya ." siapa yang telpon pa..?" tania menghampiri.
" adrian,, masa papa di panggil sayang .."
sedangkan grand ma dan tania yang sudah mengetahui bahwa adrian menyukai niki hanya tertawa kecil,
" mungkin sudah saatnya adrian menikah, papa ini sudah tua sudah saat nya menimang cucu",,,
tania dan grand ma saling melempar pandang.
__ADS_1
" pa,,, jika calon nya adrian tidak sepadan dengan kita, apa papa setuju.?" tanya tania
" apalah arti sebuah kekayaan , jika kita tidak bahagia, siapaun orangnya, dari mana pun asalnya, papa akan menyetujuinya, asalkan dia punya iman".
tania dan grand ma pun merasa lega dengan jawaban mahendra, karena sepertinya mahendra memberikan lampu hijau, tania dan grand ma menceritakan apa yang terjadi pada adrian dan niki,mahendar sempat kaget dengan cerita istri dan ibu nya itu, tapi dia juga tidak ada hak untuk melarang anaknya , apalagi melihat niki yang baik dan sopan serta cara ia bekerja selama ini membuat mahendra menyetujui hubungan mereka.
untuk pertama kalinya niki di panggil ke ruang kerja mahendra, ia duduk di sofa dengan perasaan gelisah , sedari tadi niki menundukan pandangan nya sesekali meremas jari jari tangan nya demi menghilangkan gugup.
" ma,, aaf tuan,, apa saya membuat kesalahan..?"
" tidak..."
" niki...."
" iya tuan"
"apa orang tuamu di kampung baik baik saja...?
" eh,, kenapa tuan mahendra menanyakan kabar ibu bapak ya" batin niki . niki hanya memjawab dengan anggukan dan senyuman saja. " apa kamu sedang sakit ?" tanya mahendra , karena sedari tadi mahendra memperhatikan niki yang gugup
" saya,,, baik baik saja tuan " jawabnya sambil di iringi senyuman kecil.
" apa kamu mencintai anakku adrian..?"
DEGHHH........ niki yang menunduk pun seketika mendongak mendengar pertanyaan yang di lontarkan mahendra padanya. baru saja ia membuka mulutnya mahendra sudah lebih dulu melontarkan lagi kata kata yang membuat niki terharu plus senang sampai sampai cairan bening lolos dari mata nya, " terimalah cintanya,, meminta lah padanya untuk selalu menjagamu dan menyayangimu, aku akan merestui hubungan kalian".... hanya kalimat itu yang bisa mahendra ucapkan untuk merestui hubungan mereka, niki pun menangis,, tania yang melihat niki berkali kali mengusap air matanya ia menghampiri dan langsung memeluk gadis yang akan menjadi calon mantu nya itu.
" tapi tuan,, nyonya,, niki hanyaa,,, seorang pembantu "
" pembantu itu pekerjaan mu nak, itu sangat mulia karena kamu bekerja demi menghidupi orang tua mu " ucap tania yang melepaskan pelukan nya dan mengelus ngelus rambut niki.
" terima kasih ya allah,,, engkau memberikan orang orang baik untukku,,," doa niki dalam hati.
__ADS_1