
pagi ini sang surya menampakkan sinarnya , suara burung berkicauan dan suara angin bertiup sepoy sepoy, seseorang masih berada di dalam selimut dan alarm pun berbunyi tepat pukul 07:00 adrian bangun dari tidurnya menggeliat sambil menguap, terdiam sejenak tersenyum mengingat lagi kejadian semalam " kau sangat menggemaskan niki",, lalu ia bergegas menbersihkan diri
adrian turun dari tangga, sambil mengancingkan kemeja nya ia terlihat sangat tampan dengan pakaian kantor yang ia kenakan saat ini, lalu dia pun duduk di sofa dan menyeruput kopi yang sudah tersedia di atas meja dan ia pun melihat berita hari ini lewat koran .
saat itu niki keluar dari arah dapur dengan memakai dres selutut dan tas selempangnya, adrian yang menyadari ada suara langkah kaki, ia menghentikan aktivitas nya
" mau kemana kamu???"
" kepasar tuan"
adrian secepat kilat menarik tangan niki " kita berangkat bersama"
"ta........"
" tidak ada penolakan"
"huhhhhhh dasar pemaksa" gerutu niki dalam hati.
akhirnya niki terpaksa meng iyakan dan lagi lagi berdua di dalam mobil " ya allah apa aku sakit jantung, akhir akhir ini jantungku selalu seperti ini"
" apa kamu sedang sakit?"
" hah,, oh tidak tuan"
" kenapa diam saja?"
" terus aku harus ngomong apa?" tanya niki balik.
" apa kamu tidak mau bertanya sesuatu padaku,? misalnyaa,, sudah sehat kah atau apa lah"
"haahhh" niki menyeritkan dahi nya
hehhehehehe.....
__ADS_1
" kenapa tertawa?" tanya adrian heran.
" apa tuan sudah sembuh?"
" sudah,,, karena seseorang memberiku obat"
jawab adrian senyam senyum
"eh apa nona rere semalam datang"
" seseorang?"
" iya"
"si..siapa tuan?"
" seseorang yang telah aku rebut ciuman pertamanya tanpa di sengaja"
sedangkan adrian mencuri pandang lewat kaca spion sambil melengkungkan senyuman nya.
setiba nya di depan pasar niki turun dari mobil " eh kenapa dia ikut turun juga ya"
" aku akan menemanimu belanja"
" saya rasa tidak perlu tuan, mendingan tuan berangkat ke kantor saja " tolak niki.
" aku takut kamu di ganggu orang orang yang gak jelas"
" alasan macam apa itu"
" ayo" ajak adrian
lagi lagi niki meng iyakan, benar saja dugaan adrian saat masuk ke dalam pasar banyak laki laki yang tersenyum pada niki terutama pedagang, ya secara karena paras niki yang begitu cantik dan imut imut sampai sampai adrian frustasi secepat kilat adrian menarik tangan niki dan menggenggamnya erat, niki sampai kaget di buatnya
__ADS_1
" tuan???"
" jangan protess, kamu tidak lihat para lelaki melihatmu, aku tidak terima"
" apahhhh" lagi dan lagi niki menghela nafasnya melihat tingkah laku anak majikan nya itu , berontak pun percuma ia tidak mau berdebat tapi tidak di pungkiri niki merasa senang dengan perlakuan manis adrian.
selesai berbelanja di pasar adrian membantu niki menyimpan barang belanjaan nya di bagasi lalu mereka masuk ke dalam mobil bersama sama.
" lain kali aku akan melarang kamu belanja ke pasar sendirian"
" loh, kenapa tuan?" tanya niki heran
"aku tidak mau kamu dilihat oleh banyak orang" gerutu adrian. niki semakin heran
"alasannya ?"
" alasanya karena aku me......"
ucap adrian sambil menoleh ke arah niki tapi terpotong
" karena aku menyukaimu, mencintaimu nikiii gadiskuu.. huh kenapa kamu polos sekali sih" gumam adrian dalam hati
adrian kembali pada posisinya dan menghidupkan mesin
" baiklah karena kamu menggemaskan, aku maafkan"
niki hanya menggaruk garuk tengkuk nya
" terserah apa katamu lah tuan muda"
sesampainya di rumah adrian membantu niki membawa barang belanjaan nya ke dapur, bi ida dan mang ujang saling melempar pandangan melihat sikap adrian yang tak pernah seperti ini. setelah membantu niki, adrian pamit ke kantor..
uda mulai ada sinyal sinyal jatuh cinta neeh niki.
__ADS_1