Cinta Anak Majikan Dan Pembantu

Cinta Anak Majikan Dan Pembantu
episode 45 ( aku rindu senyuman mu )


__ADS_3

 


sejak mendengar kabar kalau kandungan nya tidak bisa di selamatkan niki menjadi sering melamun dan sangat tertutup. bahkan untuk makan pun adrian harus membujuknya.


hari ini niki sudah di perbolehkan pulang, adrian mengemasi barang barang milik istrinya, niki tetap saja diam tak bersuara pandangan nya kosong seakan akan ia hilang gairah hidupnya sesekali ia menangis mengingat kejadian itu.


tidak ada suami yang tidak sedih melihat istrinya terpuruk, sumpah demi apapun adrian ikut menitikan air mata karena kondisi niki saat ini.


 


dalam perjalanan pulang pun niki tetap diam, ia menatap ke arah jendela melihat gedung gedung tinggi menjulang, menghela nafasnya tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya tapi secepat kilat ia menghapusnya.


" apa kamu lapar sayang...?" tanya sang suami sambil menggenggam tangan nya. niki hanya menggelengkan kepalanya.


sesampainya di rumah semua anggota keluarga berkumpul menyambut kedatangan niki, bahkan bi ida sudah memasak cukup banyak hari ini untuk merayakan kepulangan niki. tetapi niki menolak untuk makan dan lebih memilih beristirahat di kamar.


************


setiap hari niki bangun terlambat, ia sangat tidak peduli dengan sekitarnya. melihat suaminya yang duduk di sofa sambil bekerja pun ia tak peduli.


adrian sangat sabar, meskipun istrinya tidak memperdulikannya ia tetap memberikan perhatian pada niki. lain halnya dengan niki yang sering mrnghindar.


papa merekomendasikan untuk tidak berangkat ke kantor dulu dan lebih memperhatikan niki sampai keadaan nya benar benar pulih.


dan pada suatu malam hujan turun sangat lebat ditambah suara petir berhamburan, dalam tidurnya niki bermimpi seorang anak laki laki meninggalkan nya, ia pun menangis tersedu sedu sambil berlari nengejar anak itu, akan tetapi anak tersebut tetap pergi sambil melambaikan tangan nya.


niki pun menghentikan tangisan nya tatkala dua anak perempuan kembar yang lucu dan suaminya menghampirinya. salah satu dari anak perempuan itu berusaha menghapus air mata niki sambil tersenyum. anak itu berkata " jangan takut bunda, kita ada disini bersamamu". dan niki pun menatap adrian, adrian melemparkan senyuman nya sambil tersenyum.


 


bersamaan dengan suara geledek bergemuruh niki terbangun, keringatnya bercucuran ia menoleh ke arah suaminya yang sedang tertidur pulas membelakanginya.


 


ya allah maafkan aku, tidak seharusnya aku terlalu larut dalam kesedihan sampai sampai aku mengabaikan orang orang yang ku cintai.


adrian berbalik dan meraba tempat tidur istrinya, tetapi ia merasakan kosong , akhirnya ia membuka matanya untuk mencari niki. adrian bangun dan di lihatnya niki sedang duduk.


" kenapa kamu bangun sayang, ini kan masih jam 2..?" tanya adrian dengan suara serah khas bangun tidur.


" ti,,, tidak akuuuu......"


adrian menarik niki kedalam pelukan nya " apa kamu lapar..?"


" tidak, mas...."


" hm,,"


" maafkan aku..."


" maaf untuk apa, kamu gak pernah salah, mendingan ayok kita tidur lagi."


niki pun mengangguk menuruti kata suaminya dan berbaring kembali, adrian memeluk istrinya erat. mereka kembali tidur melanjutkan mimpi.


 

__ADS_1


pagi nya niki membuka matanya di lihatnya adrian sudah tidak ada di tempat, niki pun menghela nafasnya lalu bergegas membersihkan diri. setelah itu ia turun ke bawah di sana sudah ada mama tania yang sedang menyantap sarapan nya.


 


" pagi ma..." sapa niki.


" pagi sayang,, bagai mana kabarmu hari ini..?"


" alhamdulillah baik, maaf ya ma niki........."


" nak, mama ngerti kok".


"mas adrian,,,,"


" o ya adrian tadi pagi pagi sekali berangkat karena ada meeting "


" apa dia udah sarapan..?"


"mama rasa belum ".


" kalau begitu niki antar makanan aja kali ya ke kantor mas adrian."


" ide bagus, ya sudah siap siap gih mama anter kamu." ujar mama.


" gak usah ma, biar niki aja sendiri kesana.."


"kamu yakin..???"


" yakin.."


lalu niki masuk ke dalam dan menanyakan kepada resepsionis dimana letak ruangan suaminya, dengan senang hati resepsionis tersebut mengantarkan niki ke ruangan adrian.


kala itu adrian baru saja selesai meeting nya, ia duduk di sofa lalu mengeluarkan poselnya, berniat ingin menelpon niki, baru saja ia membuka hp nya tiba tiba seseorang mengetuk pintu, adrian pun mempersilahkan seseorang masuk.


" maaf pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan anda.."


" apa dia orang penting..?" tanya adrian dengan wajah datarnya.


lalu wanita itu mempersilahkan niki untuk masuk, niki pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih.


" taraaaaa....." ucap niki mengejutkan adrian.


" sayang ,, kenapa kamu kemari..?" tanya adrian lalu ia memeluk niki.


" kenapa pertanyaan nya begitu, gak suka ya aku kemari.." ucap niki sambil mengerucutkan bibirnya.


" bukan begitu, tapi kan kamu masih sakit.."


" aku sudah gak sakit lagi, oh ya sayang kata mama tadi kamu belum sarapan ya, ini aku bawain buat kamu." ucap niki sambil memperlihatkan paper bag berisi makanan.


" waah,, istriku baik sekali, baiklah bagai mana kalau kita makan bersama..?" ajak adrian.


" oke."


lalu mereka makan bersama, kali ini adrian menyuapi niki, ia sangat senang melihat istrinya tersenyum kembali seperti semula. " aku sangat rindu dengan senyuman mu, " ucap adrian sambil memberikan satu suap makanan ke mulut niki.

__ADS_1


niki pun seketika diam, ia mengedarkan pandangan nya ke sembarang arah, entah apa yang harus ia katakan. lalu adrian menyelipkan rambut niki ke telinga dan berkata


" jangan sedih lagi ya, " ucap adrian lembut sambil menatap istrinya dengan penuh kasih sayang. sejenak niki terdiam lalu menghamburkan pelukan nya pada adrian.


" maaf.." hanya itu yang biasa ia katakan saat ini, adrian menaruh makanan nya di meja lalu membalas pelukan niki dengan erat.


" aku mencintaimu.."


" apa kau marah padaku..?" tanya niki yang masih setia dalam dekapan suaminya.


" kenapa harus marah.."


" karena selama ini aku mengabaikanmu" ucap niki.


" aku sangat mengerti posisimu, mulai sekarang jangan sedih lagi ya.."


lalu niki mengeratkan pelukan nya seperti tak ingin lepas, sambil memejamkan matanya ia berkata " terima kasih suamiku, aku sangat mencintaimu juga.."


adrian melepaskan pelukan nya dan menatap niki dalam dalam, ia mendekatkan wajahnya perlahan dan memcium niki baru saja bibir mereka bersentuhan tiba tiba seseorang membuka pintu tanpa permisi, tak lain ia adalah juna. adrian dan niki pun menghentikan aktivitasnya karena terkejut dengan kedatangan seseorang.


" maaf,, maaf,, silahkan lanjutkan.." ucap juna kikuk sedangkan adrian menajamkan matanya ke arah juna, juna pun segera menutup pintunya dan bergumam sendiri siap siap di pecat nih gue sama adrian .


" pak juna kenapa, kok mukanya tegang gitu?" tanya salah seorang karyawan.


" kenapa kalian berada di situ, lagi rumpi ya..?" tanya juna karena para karyawan perempuan sedang berkerumun mereka penasaran melihat raut wajah juna setelah menutup pintu ruangan bos nya.


" pasti pak juna melihat pak adrian dan istrinya sedang bermesaraan di dalam" ucap salah seorang karyawati.


lalu para karyawati itu tertawa terbahak bahak. " bubar,, bubar sana, kalian di gaji hanya untuk kepo sama rumpi ya.." usir juna pada para karyawati itu. lalu mereka bubar


**************


" ayo lanjutkan lagi.." pinta adrian pada istrinya.


" lanjutkan apa..?" tanya niki pura pura tidak tahu.


" yang tadi..."


" tidak mau,,, !"


" kenapa..?" tanya adrian mulai kesal.


" kamu tidak tahu ya ini di kantor, nanti ada yang masuk lagi"


" kalau begitu ikut aku,," ajak adrian yang sudah berdiri dan meraih tangan istrinya. tetapi niki masih duduk di sofa karena ia tidak tahu maksud adrian ingin mengajaknya kemana.


" mau kemana sayang, kita kan belum selesai makan..?"


adrian tidak menghiraukan pertanyaan niki ia menarik tangan niki, niki pun terpaksa mengikutinya ternyata adrian membawa niki ke ruangan tempat ia istirahat, adrian pun melonggarkan dasinya dan menutup pintu lalu menguncinya.


" mau apa kita kesini sayang..?"tanya niki yang sudah heran karena suaminya mengunci pintu .


" aku mau memakan mu" ucap adrian tanpa dosa yang di iringi senyum liciknya.


apaah,,, tadi gak usah ada peluk peluk segala jerit niki dalam hatinya. 😂😂😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2