
hari ini niki di izinkan untuk pulang kampung oleh tania ia di antar oleh aldi sebenarnya adrian ngotot ingin mengantarnya , tetapi pekerjaan kantor sangatlah banyak apalagi dalam jangka waktu dekat adrian akan mengambil cuti menikah, dan terpaksa ia menuruti kata kata papa nya.
sesampainya di kampung halaman nya niki dan aldi di sambut oleh kedua orang tuanya, ia sangat bahagia apalagi melihat bapak nya yang sudah sembuh seperti sedia kala.
sedari tadi aldi memperhatikan niki yang selalu ceria.
" kamu sangat meridukan orang tuamu ya ki" bisik aldi
"hmm"
" dasar kau ini manja sekali " ucap aldi sambil mengacak ngacak poni niki.
" huuhh.. kau ini" gerutu niki sambil membetulkan poni nya
aldi pun tersenyum dengan tingkah calon kakak iparnya.
malam harinya niki berkumpul bersama orang tuanya di ruang tamu, tak lupa aldi pun ikut nimbrung bersama mereka, niki menceritakan tentang kepulangan nya kali dan orang tua nya pun sangat senang, akan tetapi mereka merasa minder mendengar calon besannya orang kaya
" ibu dan bapak tidak usah khwatir,, keluarga kami tidak pernah membedakan status" timpal aldi.
**********
jam sudah menunjukkan pukul 23:00 seseorang enggan untuk menutup matanya. ya, dia lah adrian,, sedari tadi ia terus menerus berpindah kanan kiri mencari posisi ternyaman dalam tidur nya. fikiran nya terus tertuju pada niki yang jauh di sana karena pergi bersama aldi. frustasi membayangkan kalau niki dan aldi tidur bersama dalam satu ranjang.. adrian bun bangun dan teriak kala otaknya di penuhi dengan fikiran aneh tentang niki dan juga adiknya,
mengingat aldi yang juga sama menyimpan perasaan pada niki. tanpa pikir panjang ia pun mengambil ponselnya di atas nakas dan mencari kontak niki yang di beri nama my sweety❤❤. ia mengucapkan salam .
" waalaikum salam" jawab yang di sebrang sana
" kamu sedang apa disana.?" gerutu adrian
" baru saja masuk kamar, aku mau istirahat, kenapa..?"
"kenapa..??? jelas aku mengkhwatirkan mu tau.."
niki menjauhkan ponsel dari telinganya ia mengerutkan dahinya dengan perkataan adrian.
" hey... apa kau mendengarku..?
" iya aku dengar,, sudahlah kau istirahat tuan besok aku akan pulang"..
" apa aldi bersamamu..?" penasaran adrian.
" tuan aldi tidur di sofa,, "
mendengar jawaban niki adrian sedikit lega.
" ya sudah cepat tidur,, cepat pulang ya aku meridukanmu"
" iya,, iya,, tuan muda adrian yang tampan"
__ADS_1
" hmmm,, daah asaalamualaikim"
" waalaikum salam"
mereka pun mengakhiri panggilannya, dan tidur satelah mendengar suara satu sama lain,
keesokan harinya niki dan aldi pamit untuk kembali lagi ke kota. sepanjang perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka sesekali aldi mencuri pandang lewat spoin, niki yang menegetahui nya merasa risi dengan aldi tetapi dia hanya diam saja.
niki dan aldi membuka pintu mobil, mereka berdua mendengar keributan dalam rumah, mereka pun masuk , dan betapa kaget nya adrian melihat kedatangan niki dan aldi pasal kini adrian sedang bersama rere.
rere mengetahui bahwa adrian telah mencabut fasilitas yang ia berikan, rupanya ia tidak terima dengan perlakuan adrian. rere baru sadar disana ada aldi dan niki yang mendengar ocehan rere, rere pun cengegesan dan segera merapatkan tubuhnya ke arah adrian dan menggandeng tangan nya
" eh,,, sejak kapan kalian berada di sini..?"
"sejak kau ngomel ngomel"... timpal aldi yang jengkel melihat kelakuan rere. sedangkan adrian hanya bersikap acuh tak acuh, berbeda dengan niki yang melihat dua sejoli itu dengan tatapan tak ramah.
aldi pun melirik ke arah niki yang menampakan wajah muram, lalu niki pergi tanpa permisi melewati mereka.
"niki......" aldi memanggil niki dan mengejarnya . adrian baru tersadar kenapa niki bersikap seperti itu tak lain karena ia tidak menolak saat rere menggandengnya.
adrian pun melepaskan tangan nya secara paksa.
" pulanglah sana....!" usir adrian pada rere
" pokoknya aku tidak mau pergi sebelum kamu maafin aku..! kalau perlu aku menginap dan tidur bersamamu..."
" sayaang...!!"
" pergi dari hadapan ku sekarang rere.. kalau tidak aku panggilkan mang ujang .!!" gertak adrian.
" tapi sayang . akuuuu...."
adrian memjamkan matanya, ia sudah sangat muak dengan perempuan ini.
" baiklah.. aku akan keluar .."
dengan wajah kesal rere keluar dari rumah adrian. adrian pun duduk di sofa sambil memijat pelipis nya , ia sangat kesal dengan kejadian hari ini, seketika ia tersadar tadi melihat niki yang diam lalu ia berdiri dan berjalan ke belakang menemui niki, ia takut niki salah faham padanya.
adrian mendapati niki yang sedang menyetrika baju di kamar belakang tiba tiba aldi datang dan menarik tangan nya " kita harus bicara kak" ...
" eehhh" aldi menarik tangan adrian menuju taman belakang " lepasin tangan ku" pinta adrian
" kak,,, kakak ini gimana sih kok bisa bisanya rere datang kembali ke rumah.."
" kakak juga tidak tahu,, terus apa niki marah..?"
" perempuan mana yang tidak marah..!"
__ADS_1
" huhhhh... "
malam ini suasana rumah sangat sepi , mahendra beserta istri dan ibunya sedang keluar kota, aldi pergi bersama teman teman nya. hanya ada niki, adrian dan bi ida.
adrian turun untuk makan malam " apa aldi belum pulang bi?"
" tuan aldi tidak makan di rumah " jawab bibi yang sedang menuangkan air untuk adrian.
" o ya bi, niki mana..?"
" ada di taman belakang "
tanpa berbicara lagi adrian pergi ke belakang meninggalkan bibi, bi ida hanya menggelengkan kepalanya. sesampainya di taman adrian melihat niki yang sedang duduk di teras adrian pun duduk di samping niki "
" apa kamu sedang marah..?"
" tidakkk...!"
" akuuuu......"
" sudahlah jangan di bahas, lagian ,, aku harus sadar diri siapa aku sebenarnya.. aku cumaaaa"
" siapa yang menyuruhmu berpikiran aneh..?" gerutu adrian
" aneh,,,?? aneh apanya bukankah itu suatu kenyataan. mencintai seorang tuan muda itu harus siap sakit hati"
adrian tersenyum mendengar kata kata niki
" kenapa kamu tersenyum..?" ketus niki
" jadi,,, kau mencintaiku..??"
"iiiyyaaa.." eeh.. niki menutup mulutnya sambil membelakangi adrian "aduuhhh ini bibir tidak ada rem nya apa" batin niki. adrian pun tersenyum senang mendengarnya, ada akhirnya adrian membuka suaranya bercerita pada niki tentang kedatangan rere dan ia pun sudah tidak ada hubungan apa apa karena rere hanya mencintai harta adrian saja.niki pun menceritakan selama berada di kampung kemarin percakapan mereka di selingi canda tawa yang membuat mereka bertambah akrab dan semakin dekat.
tak terasa malam pun semakin larut, adrian mengantar niki sampai ke kamar rasanya berat untuk berpisah padahal hanya beda kamar saja " sudahlah tuan muda pergi sana ke kamarmu"
" aku tidur bersamamu saja ya.."
" TiDAK MAU...!!!"
" kau mengusirku ya.."
"iya..! memang kenapa??" ketus niki
" jahat sekali gadisku ini.."
" sudah sudah sana pergi ke kamarmu"
" iya iya bawel.. ki... mimpiin aku ya"
__ADS_1
"ganjen sekali dia"......