Cinta Anak Majikan Dan Pembantu

Cinta Anak Majikan Dan Pembantu
episode 33 ( akhirnya )


__ADS_3

malam ini keluarga mahendra sedang berkumpul di meja makan, mereka sedang makan malam, tidak ada percakapan diantara mereka entah mengapa semuanya terasa canggung bagi niki karena baru pertama kali ia duduk bersama keluarga adrian.


setelah selesai niki membantu bi ida membersihkan meja dan membantu mencuci piring, adrian dan tania sudah melarangnya tetapi niki tetap kekeh dengan pendirian nya ingin membantu bi ida dengan alasan bosan.


di ruang keluarga


keluarga mahendra sedang menonton tv, mama tania dan papa hendra duduk berdua di sofa, aldy duduk di lantai sambil menonton acara favorit nya di televisi, sedangkan adrian sedang memainkan handphone nya duduk di sofa satunya. " adrian, apa istrimu sudah ada tanda tanda hamil, mama dan papa ingin segera menimang cucu lho.." ucap mama.


"haa??,, sejenak adrian menoleh ke arah orang tuanya yang bertanya padanya, " mau hamil gimana,,adrian sama sekali belum menyentuhnya,," ucap adrian yang kembali.


" aapaaa..???!" saking kaget nya mama dan papa berbarengan teriak, " apa kalian sedang bertengkar..?" tanya papa hendra .


"tidak,," jawab adrian singkat.


" terus kenapa, bukan kah kalian saling mencintai?" tanya mama lagi yang sangat penasaran.


" katanya diaaa......." adrian belum sempat melanjutkan kalimatnya karena ia melihat ekspresi mama nya yang kesal pergi ke kamar nya , papa , adrian dan aldy saling bertanya ada apa gerangan dengan sikap mama yang tiba tiba berubah.


di kamar mama


sedari tadi mama tania mondar mandir sambil menyilangkan tangan nya di dada, kelihatan nya ia sedang berpikir keras. " ini tidak bisa di biarkan, hmmm.." .. lalu mama pergi ke kamar adrian dan niki sambil membawa paper bag diam diam mama tania membuka lemari pakaian niki dan menyimpan beberapa daster yang lucu dan pastinya sangat pendek.


sedangkan niki berada di kamar lamanya dulu waktu ia masih bekerja sebagai asisstant di rumah ini.


ia bersama bi ida bercengkrama berdua melepas rindu.


di sela sela obrolan mereka bi ida menanyakan pengalaman malam pertama niki dengan adrian, dan niki pun mejawab ia sama sekali belum melakukan apapun, hanya tidur sambil berpelukan dan sesekali berciuman.


bi ida sangat kaget dengan cerita niki ia tidak menyangka niki sepolos itu dan berani berbohong pada suaminya hanya karena alasan yang aneh ." neng, kamu tidak boleh begitu, membohongi suami itu dosa lho.." ucap bibi menasehati niki.


" niki gak bermaksud membohongi mas adrian bi, cumaaaaa....."


" cuma apa???" tanya bibi.


" cuma,, niki takut bi ,,, kata indah malam pertama itu suami menyiksa istrinya , terus istrinya menjerit jerit euuhhhhh,,,, niki takut,, apalagi niki melihat ada pistol di kamar mas adrian bi, niki gak mau mati muda karena malam pertama " ucap niki yang panjang lebar bercerita sambil memperagakan layaknya orang takut.


bi ida yang mendengar cerita konyol niki pun tertawa, dengan tingkah gadis yang ia angga sudah seperti anak sendiri, dan mereka tidak tahu adrian menguping percakapan mereka sedari tadi, ia pun tertawa kecil mendengar cerita niki. " hmmm,, jadi selama ini dia sudah bohong padaku, baiklah.... kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi . dasar istriku yang nakal sudah berani membohongiku." ucap adrian dalam hatinya. ia pun tersenyum licik dan berlalu meninggalkan kamar niki.


ia bergegas menuju kamarnya dan membuka lemari niki, niatnya ingin menyembunyikan pakaian istrinya, tiba tiba ia di buat kaget, pasalnya lemari pakaia niki berisi baju tidur yang pendek dan seksi semua, adria menyeritkan dahinya ia berpikir siapa yang mengganti semua pakaian niki dengan baju yang pendek pendek itu. lalu ia menutup kembali pintu lemari dan duduk di sofa sambil membaca buku sambil menunggu istrinya.


sudah setengah jam adrian menunggu niki tetapi belum terlihat batang hidungnya, dilihatnya jam dinding sudah menunjukkan pukul 22:30. tak lama orang yang di tunggu tunggu pun datang, niki membuka pintu pelan pelan, adrian yang menyadari kedatangan niki ia cepat cepat membuka kembali bukunya dan pura pura membaca.

__ADS_1


niki menutup kembali pintunya dengan hati hati, kini perasaan nya di selimuti rasa takut akan apa yang di ceritakan bi ida tadi di sisi lain ia juga merasa bersalah karena sudah membohongi suaminya.


ia menghampiri adrian dan duduk di sampingnya.


" dari mana saja kamu,??" ketus adrian


" waduh,, kayaknya dia marah nih.."


" hey,, kenapa bengong, dari mana saja kau nyonya adrian hm..?"


" tuh kan dia marah.."


" nik.........."


" ee,, iya sayang, hehe tadi aku habis dari kamar bawah, mm, kenapa kamu belum tidur, apa kamu sudah mandi??"


niki melontarkan beberapa pertanyaan demi menghindari, tetapi raut wajahnya tidak bisa di bohongi ia sangat gugup dan juga takut. ingin rasanya adrian tertawa melihat ekpresi wajah niki, tetapi ia tahan karena ia tidak mau akting nya di ketahui oleh niki.


" kalau aku belum mandi, emang kamu mau memandikan ku..?" ucap adrian yang di selingi senyum mengejek.


" haaa... tidak,, tidak,, maksudku kalau kamu belum mandi a.. aku akan siapkan air dan juga pakaian." jawab niki yang sudah sangat panik dengan pertanyaan adrian.


" ya sudah, kalau begitu bagaimana kalau kita mandi bersama, lagian,, selama ini kan kita...."


" ja,, jangan sayang a,,, aku masih......"


adrian sudah tidak tahan dengan mimik niki yang merah seperti tomat, ia tertawa


" apa ada yang lucu ya..?"


" tidak..." tertawa lagi.


" terus kenapa kamu tertawa..?"


" tidak apa apa, .." lalu adrian menarik tangan niki hingga gadis itu jatuh dalam pelukan suaminya. "ada apa dengan nya, aneh sekali".. gumam niki dalam hatinya.


" malam ini kamu melakukan kesalahan nyonya.."


"kesalahan,,, kesalahan apa.?" tanya niki yang masih setia bersandar di dada suaminya.


" pikir saja sendiri..! dan aku akan menghukummu atas hal itu."

__ADS_1


" baiklah suka suka kau lah suamiku!"


lalu adrian melepaskan pelukan nya, " ya sudah sana mandilah , aku akan menunggumu .."


" baiklah.."


"hmm"


*************


karena niki lupa membawa baju ganti terpaksa ia memakai handuk keluar dari kamar mandi, ia cepat cepat mengambil baju yang ada di lemari karena takut adrian tiba tiba bangun dan melihat dirinya hanya memakai handuk,


padahal sedari tadi adrian hanya pura pura tidur,


" eh kok baju nya jadi kayak gini semua deh, perasaan kemari mah gak ada , apa jangan jangan mas adrian menukarkan bajuku ya,, ah tapi mana mungkin, dia kan selalu ada di sampingku , terus gimana ini... " gerutu niki sambil menarik narik daster berwarna pink nan seksi.


ia sangat frustasi dengan baju yang ia kenakan, sementara yang di atas kasur tertawa cekikikan.


lalu niki naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya di samping suaminya, kala itu posisi adrian membelakangi yang terjatuh, tetapi secepat kilat adrian menindih tubuh nya.


seketika jantung niki berdetak tak beraturan tatkala adrian berada di atas nya dan memandang niki dalam.


" kenapa..?" tanya adrian lembut


" ke napa apanya.."


" kenapa kau bohong padaku selama ini.."


" eh,, dari mana dia tahu kalau aku bohong padanya"


" a.. aku.. aku.. hanya merasa takut saja.."


" kenapa takut, emangnya aku akan menyakitimu..?"


"ma,,,,,," baru saja niki akan menjawab seketika adrian membungkam mulut niki dengan ciuman lembut.


karena kehabisan nafas akhirnya adrian menghentikan ciuman nya sejenak dan mulai kembali.


di tengah tengah aktivitasnya niki menghentikan adrian dan berkata.


" apa akan sakit..?" lalu adrian tersenyum dan memeluk istrinya " tidak,, tidak akan sakit aku akan melakukan nya dengan sangat hati hati" ucap adrian meyakinkan niki.

__ADS_1


dan malam panjang pun baru saja di mulai.....


__ADS_2