
Pada hari ini tepat di dalam kekosongan yang telah terlewati selama bertahun-tahun lamanya. Pada daun maple yang berguguran tidak satupun sempat kita tangkap bersama-sama.
Kematian tidak bisa terlepas dari rasa bersedih di tinggal orang terkasih. Husni mengingat lagi dirinya yang pernah merajut asa. Bunga mawar masih tetap dia letakkan tepi lalu lintas tepat sang kekasih mengalami kecelakaan.
Dia menggenggam salah sebatang mawar berduri. Kesedihannya mengingat kekasih yang telah lama pergi meninggalkannya tanpa sadar duri pada batang bunga mawar sudah menusuk kulitnya hingga tetesan darah tidak terasa.
“Permisi, apakah tuan orang Indonesia? Saya tersesat mencari jalan Melaber” seorang wanita muda melambaikan tangan di hadapannya.
Lamunan Husni buyar seketika, dia terperangah melihat wanita yang di depannya sangat mirip dengan masa lalunya. Wanita yang hingga kini masih sangat dia cintai.
“Jalan itu terletak di ujung jalan dekat pertigaan” jawab Husni datar.
“Terimakasih banyak ya mas” jawabnya tersenyum.
Sikap mirip dengan sang kekasih lama. Husni mencoba mengabaikan wanita itu yang masih memperhatikannya berjalan meninggalkannya.
Rumah baru bersifat sementara dia dan kedua orang tuanya kini tinggali. Berpikir akan menetap tanpa kembali lagi ke tanah air, seolah hanya sebuah perkataan semu. Terpisah selama beberapa hari, kekurangan satu anggota keluarga saja rumah terasa sepi.
Pak Des memutuskan mutasi hanya berlaku sampai dua atau tiga tahun saja. Terlebih lagi istrinya setiap hari memasang wajah murung. Setiap beberap jam sekali dia selalu mengecek layar ponsel . Menunggu kabar dari Kinan. Terdakang Husni mendapati tetesan genangan air mata bekas tangisan.
“Husni, coba kamu telpon adik kamu. Tadi ibu sudah menghubunginya tapi tidak aktif.”
“Ya bu, Husni juga tadi baru saja menghubungi Kinan. Sepertinya batrai hp nya lowbet bu.”
......................
“Terimakasih untuk hari ini ya. Hihih” ucap Lembayung
__ADS_1
Tin__
Suara klakson sepeda motor Kinan keluar dari gerbang sekolah.
Tidak biasanya rumah gelap gulita. Dia menekan bel rumah, memegang gagang pintu, dorongan ringan membuka pintu rumah yang tidak terkunci. Bayangan berlari di dalam rumah, Lemba sangat terkejut dia perlahan masuk ke dalam. Merasa tidak aman, dia kembali keluar memandang dengan posisi berjaga. Kinan masih dalam perjalanan tidak mengangkat panggilan telponnya.
Dia memanggil Dendra, ponselnya berada di dalam tas sementara dia sedang bermain futsal bersama ayahnya di lantai atas rumah.
Karena tidak ada yang mengangkat, dia berjalan ke luar pagar. Tapi di depannya telah berdiri dua pria besar menangkap tubuhnya. Gelak tawa, wajah menyeringai mengangkat Lembayung masuk ke dalam rumah.
Di tengah perjalanan, Kinan teringat buku diary milik Lemba yang di titipkan Lemba di dalam tasnya ketika menunjukkan di tanam bunga.
Lagi dan lagi, Kinan menyelamatkan hidupnya. Setengah pakaian Lemba di robek paksa, suara jeritan terdengar keras. Kinan menghajar kedua pria bertubuh besar itu lalu melempar guci tepat di kepala mereka.
Prang___
Syat__
Tusukan pisau di punggungnya. Kinan menghempaskan tubuhnya ke lantai. Teriakan Lemba melihatnya tampak sekarat. Lemba di tarik paksa oleh si pria botak, pandangan Kinan yang mulai tidak jelas berusaha tetap sadar dan bangkit menyerang kembali pria itu.
“Kinan! Hiks!” tangis Lemba ketakutan.
Kinan jatuh pingsan sambil memeluk tubuh Lembayung. Pihak aparat kepolisian hadir menangkap dua pelaku mencoba melakukan perampokan dan pelecehan pada pemilik rumah. Para pekerja juga di ringkus yang ternyata andil di dalam sindikat pencurian berencana tersebut.
Mbok Jum dan Bi tama, orang yang paling dekat dan pekerja yang paling di percaya ternyata berkhianat. Lemba dan Kinan di bawa ke Rumah Sakit. Kekacauan pada malam itu semakin tidak terkendali. Pak Totok sampai saat ini belum kembali. Berpikir supirnya itu membawa lari mobil, Abas menghubungi polisi melaporkan kasus kehilangan kendaraan miliknya.
“Harta masih bisa di cari, kini yang terpenting adalah keselamatan Lembayung dan Kinan” ucap bu Sora menangis di depan ruang UGD.
__ADS_1
Beberapa jam berlalu keduanya di tempatkan di satu ruangan yang sama. Jarak tempat tidur sedikit berjauhan terhalangan dengan goden di tengah-tengahnya. Lembayung sudah sadar menatap ke arah Kinan, hingga saat ini seolah sampai titik darah penghabisan dia selalu berada di dalam situasi tersulit di hidupnya.
“Kinan, kata terimakasih dan maaf saja tidak cukup ku ucapkan pada mu” gumam Lembayung.
Air matanya masih menetes melihat kedua orang tuanya datang dia memejamkan matanya kembali. Bu Sora memeluk anaknya erat. Perlahan Lemba membua mata, dia menangis hingga menjerit sekuat-kuatnya melepaskan rasa sedih dan ketakutannya.
Semua kejadian yang dia hadapi seperti sebuah kesialan yang menimpa hidupnya. Lemba menyalahkan dirinya, membuat nyawa Kinan menjadi terancam. Dia selalu menempatkan Kinan di dalam posisi tersulit di dalam masalahnya.
Mendengar kabar Kinan terkena tikam pisau, Pak Des dan bu Suratmi sangat terkejut. Sora menceritakan semuanya sampai keduanya jadi berpikir bagaimana nasib Kinan ke depannya nanti tinggal bersama para pekerjanya.
“Bu Sora, saya mohon dengan sangat. Tolong bantu saya merawat dan menjaga Kinan. Berapapun biayanya akan kami bayar bu.”
“Kau bicara apa Surat? Kita sudah besahabat sangat lama. Anak mu ya anak ku juga” ucap Sora bernada serak akibat terlalu banyak menangis.
Dubraghh__
Dendra tergelincir jatuh ke lantai.
Dia kembali berdiri mencari dimana ruangan kedua sahabatnya itu. Karena terlalu panik, dia menabrak para pekerja medis hingga sampailah dia pada ruangan yang dia cari.
“Lembayung, Kinan!” Dia terduduk lemas melihat keduanya tampak sekarat.
“Kinan bangun! Kita udah lama nggak berantem! Kinan!” panggil Dendra.
“Nak Dendra, tolong biarkan Kinan beristirahat” ucap Dendra.
Langkah Dendra berjalan ke tempat tidur Lembayung. Dia melihat sahabatnya itu sangat menderita. Sora meminta Dendra menjaga Lembayung dan Kinan sampai Sora dan pak Abas kembali. Dendra menelepon Tomi dan Bombom untuk bekerjasama mengusut menyelidiki semua kejadian itu sampai tuntas. Dia juga menyewa seorang detektif berharap kasus yang tersembunyi bisa di selesaikan dalam satu malam.
__ADS_1
“Bapak, ibu. Jangan terburu-buru. Sekalipun saya detektif yang lihai memecahkan masalah, tapi kasus ini memakan banyak korban” kata detektif bertopi hitam itu.