
“Kenapa kamu masih baik dengan ku?” tanya Rosa.
“Aku belajar dari Lembayung, dia tidak pernah bersikap buruk mendendam pada orang yang sudah menyakitinya.”
“Ucapan mu itu membuat ku semakin iri dengannya” gumam nya.
“Oh bagus deh.”
“Simpel banget respon kamu Ros, seakan tidak merasa bersalah sedikitpun.”
Menjadi orang yang penyabar itu menguji hati dan iman. Perkataan panas dari Rosa hampir membakar hati Zen. Dia menarik nafas mengeluarkannya berkali-kali Menyadari perempuan yang di depannya tidak bisa di ajak dalam kebaikan maka Zen segera pergi.
“Lihat aja, kamu akan menyesal nggak berpihak dari ku!” gumam Rosa.
Pada jam free les, tidak semua siswa tertib di dalam kelas atau membaca buku di perpustakaan. Waktu kosong yang paling efektif bagi murid malas adalah membuka layar handphone secara sembunyi-sembunyi di pojokan kelas, tidur atau makan di kantin.
“Lembayung kamu lagi baca buku apa?” tanya Zen menghampirinya.
“Ini lagi baca buku tentang tanaman dan obat-obatan herbal.”
“Pasti mau lihat obat mujarab untuk Kinan ya__”
Melihat raut wajah Lemba yang kusut mendengar nama Kinan, dia mengangguk meneruskan membaca. Mengambil buku yang berada di dekatnya, dia membuka buku sambil menopang dagu dengan tangannya menatap Lemba.
“Zen, buku kamu kebalik tuh” ucap Lemba.
“Heheh iya lupa”
“Lemba kamu cantik deh, mau nggak jadi pacar aku?” batinnya kembali memperhatikan.
Prook ! ( Tepukan dari Farhan mengagetkannya.
“Serius amat lihatnya” bisiknya duduk di sebelah Lembayung.
“Far duduknya disini aja, kalau kamu duduk disitu seperti orang ketiga”
“Yauda deh aku balik ke kelas lagi. Dadah Lembayung!” wajah Farhan melotot melihat Zen berubah tersenyum ceria melambaikan tangan ke Lemba.
“Lembayung kamu di panggil pak Limin di kolam renang” ucap Fre.
“Ngapain Fre?”
__ADS_1
“Nggak tau tuh, udah ya aku lanjut balik ke kelas lagi.”
“Aku ikut ya” kata Zen meletakkan bukunya.
“Nggak usah kamu disini aja. Paling Cuma tanya absen, ntar aku balik lagi deh.”
Lemba yang mempercayai ucapan Fre langsung pergi kesana. Tapi ketika dia masuk, tidak ada satupun orang di dalam ruangan kolam renang. Dia melingak linguk mencari keberadaan pak Limin. Diantara lemari besar di dekat kolam ada Rosa yang bersembunyi. Melihat Lemba berdiri di dekat tepi kolam dari arah belakang dia mendorong tubuhnya lalu berbalik segera pergi meninggalkan ruangan. Karena terlalu lama belum kembali, Zen pun menyusulnya.
Byuur___
“Tolong!” teriak Lembayung.
Dia tidak bisa berenang, tangan dan kaki bergerak sulit naik ke atas permukaan. Nafasnya hampir berhenti jika sebuah tangan tidak segera uluran tangan menariknya. Zen panik melihat Lemba tidak sadarkan diri, pertolongan pertama adalah memberikan nafas buatan. Saat Zen sudah mendekati bibir Lemba, Dendra tiba-tiba hadir mendorong hingga menendangnya.
“Apa-apaan kamu Zen! Jangan sentuh Lembayung sedikit pun!” bentak Dendra.
Dia mengangkat Lemba, meminta ijin kepada petugas piket untuk membawanya ke rumah sakit. Dia di baringkan di kursi bagian belakang. Dendra panik melaju kencang kendaraan. Sesekali dia melihat dari kaca mobil.
“Bertahan ya kita segera sampai” gumamnya
Zen yang akan mengikuti di tahan oleh Tomi.
“Jangan dekati dia kalau nggak mau menambah masalah” ucap Tomi.
Dendra mengambil handuk mengusap-usap rambut Lemba Nampak bibirnya manyun membayangkan Zen yang hampir memberikan nafas pada Lemba.
“Ini lebih dari suka melainkan perasaan cinta yang mendalam. Setelah lulus SMA nanti aku akan kuliah lalu bekerja sungguh-sungguh untuk membahagiakan mu selamanya tanpa menggunakan uang orang tua ku sedikit pun” gumam Dendra.
“Nda maaf ya aku ngerepotin mulu!”
“Aku nggak merasa di repotin kok, kamu kok bisa kecebur di kolam? Kan kamu nggak bisa berenang.”
“Aku___”
“Pasti ada orang iseng yang sengaja!”
Lemba tidak di rawat inap, pada hari itu juga dia menerima resep obat yang di tebus oleh Dendra. Sambil menunggu Lemba ganti baju, dia mengirimkan kabar pada anggota clubnya agar menunggunya beberapa menit lagi.
......................
Rasa malu Rosa belum hilang akibat video viral memposting gambar tubuhnya. Dia masih mencari cara untuk mencelakakan Lembayung. Mengabaikan ancaman Dendra, berharap perempuan itu selalu menderita sepanjang hidupnya.
__ADS_1
“Dra, aku mau lihat Kinan”
“Besok aja jenguknya, kamu istirahat di rumah. Badan kamu panas banget.”
“Anterin ya, please!”
“Yasudah, jangan pasang wajah kucing gitu dong”
“Huffhh..!”
Dendra hanya mengantar di depan Rumah Sakit, dia tidak ikut masuk ke dalam karena buru-buru bergabung di arena club. Lemba memberikan helm padanya lalu tersenyum melambaikan tangan.
“Nanti sore aku jemput ya” ucap Dendra.
Berjalan masuk ke ruangan Kinan, dia sedang serius mencorat-coret buku gambarnya. Melihat kedatangan Lembayung, Kinan menutup buku gambar lalu meraih tangannya.
“Kenapa baru datang? Aku nungguin kamu semalam” ucap Kinan.
“Maaf semalam aku banyak tugas, kamu udah minum obat belum?”
“Udah, sini dekat. Ada yang mau aku sampaikan”
Lemba menuruti perkataannya berdiri lebih dekat ke sisi kanan.
“Lebih dekat lagi_”
Pelukan Kinan di balik tubuhnya yang sangat dingin. Dia tidak pernah memberanikan diri seperti ini. Lemba tidak berkutik, wajahnya tersipuh malu tidak berani melihat manik matanya. Rambutnya sangat tipis sehingga Kinan memakai penutup kepala. Dia meletakkan sesuatu ke tangan Lembayung, Daun maple yang telah lama tidak berani di berikan untuknya.
“Lembayung, simpan daun pasangan ini walau aku tidak bersama mu lagi. AKu mohon jangan lupakan aku dan cinta ku pada mu” ucap Kinan padanya.
“Kamu mencintai ku?”
Kinan belum sempat menjawab secara keseluruhan cintanya itu. Detak jantungnya kembali tidak stabil sehingga panggilan alarm para suster dan dokter datang memeriksanya.
“Silahkan tunggu di luar non” ucap salah satu suster.
“Melihat kondisinya yang sudah kritis, pasien harus mendapatkan pendonor jantung untuknya” ucap dokter yang menangani.
“Kalau begitu jantung saya saja dok.”
“Maaf kami tidak bisa menyalahi prosedur. Jantung yang bisa di donor bukan dari jantung orang yang masih hidup melainkan orang yang baru saja meninggal dengan kondisi jantung yang masih baik. Perpindahan si pendonor juga tidak boleh di terima lebih dari enam jam lamanya” ucap sang dokter menerangkan.
__ADS_1
“Dari mana aku bisa mendapatkan pendonor jantung untuk Kinan?” gumamnya.
Lemba menghubungi orang tua Kinan, dia juga menghubungi Dendra. Nomor Dendra tidak aktif, Lemba berpikir pasti dia sedang berada di arena club. Berjanji menjemput Lemba sore hari, dia sedang di dalam arena pertandingan yang di selenggarakan secara besar-besaran.