
“Dia menderita penyakit kanker. Sebaiknya segera menjalani perawatan kemoterapi agar kanker tidak cepat menyebar__”
Mendengar perkataan dari dokter, Frau menangis mengusap kepala Kinan. Dia meminta merahasiakan hal ini pada para sahabatnya.
................
“Gimana keadaan kamu Nan, masih pusing?” Tanya Lembayung.
Mbok Jah membawakan dua cangkir teh manis panas. Melihat sosok pekerja Kinan, dia teringat pada pekerjanya yang ternyata mempunyai niat jahat padanya. Kejadian yang tidak pernah dia lupakan seumur hidupnya. Dia menghela nafas, meraih salah satu cangkir menyuapi sendok demi sendok ke Kinan. Sesekali dia menghembus supaya tidak terlalu panas, Kinan tersenyum melihat keseriusan Lemba yang sangat memperdulikannya.
“Kamu buat aku khawatir aja. Kalau lagi sakit ya nggak usah maksain diri pergi ke sekolah” ucap Lemba mengomel.
“Terusin aja ngomelnya, aku akan jadi pendengar yang budiman_”
“Huuhhh__"
Seperti dongeng sebelum tidur, Kinan sudah tertidur pulas hingga kepalanya bersandar di pundak Lembayung.
Pintu ruang tengah masih terbuka lebar. Lemba menyentuh dahi Kinan yang terasa masih panas. Dia menuju ke dapur memasak bubur dan menyiapkan segelas teh hangat.
”Sini biar bibi aja non yang siapin” ucap bi Ijah.
“Nggak apa bi, udah mau selesai kok.”
Lemba meletakkan semangkuk bubur ada segelas teh di atas nampan. Dia juga mengambil obat yang di berikan dokter. Melihat sahabatnya itu sudah bangun, dia membantu posisi duduk lalu menyuapinya. Bubur hangat, wajah yang penuh kekhawatiran dan rasa sakit yang menerjang.
“Udah Lemba, aku sudah sangat kenyang” ucap Kinan mendorong tangannya.
“Nggak boleh. Wajib di habisin!” Lemba memaksa melanjutkan suapan.
Kinan yang hampir mual merasakan bubur buatan Lemba. Rasa asin seperti garam yang di campurkan berbungkus-bungkus. Kinan menelan paksa bubur yang berisi semangkuk penuh itu. Sudah sampai pada pertengahan mangkuk, dia minta Lemba memberikannya minum.
“Dari tadi kok minum terus sih. Ntar jadi kekenyangan air loh!”
“Ya aku sangat kehausan. Heheh.”
“Enak kan bubur buatan aku? Aku pagi-pagi sekali masak buat kamu. Coba aku rasain sedikit ya.”
__ADS_1
Lembayung memasukkan satu sendok penuh ke mulutnya. “Hueekk__”
Dia berlari memuntahkan bubur ke dalam wastafel. Manik mata menyipit, di dalam benak bertanya apakah sakit Kinan membuat lidahnya mati rasa? Mengapa dia terlihat sangat lemas? Aku sangat khawatir.
Lembayung meletakkan obat di tangannya, Kinan menelan perbutir pil lalu meneguk habis air yang agak terlalu panas itu.
“Kamu istirahat aja ya nanti aku sama Dendra pulang sekolah kesini lagi.”
“Lembayung.”
“Ya, ada apa?” Tanya Lembayung menghampirinya kembali.
“Ntar kalau aku nggak bisa di samping mu, kamu harus janji tetap jadi wanita yang kuat!”
“Kamu ngomong apa sih! Nggak lucu!”
......................
Hari ini hujan berkepanjangan membasahi bumi, udara dingin membungkus kulit menyebar rasa penat di dalam kesibukan aktivitas para siswa di sekolah favorit. Rapat guru mengakhiri jam pelajaran. Para siswa baru bisa pulang setelah menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru sesuai dengan mata pelajarannya.
“Dra, kita mampir ke toko buah ya.”
“Non Lembayung, den Kinan nggak bangun-bangun. Badannya panas sekali non!”
“Kinan..!”
Kinan di bawa Dendra dan Lema ke Rumah Sakit. Sepanjang perjalanan, Kinan mengigau menyebut nama Lembayung. Dendra mendengar jelas sahabatnya itu memanggil nama Lembayung. Dia melirik Lemba yang sedang mengusap wajah Kinan dengan wajahnya yang gelisah.
Dendra melaju kencang kendaraan. Di depan Rumah Sakit, Kinan sudah di sambut dengan para perawat yang membawa tempat tidur beroda. Dia di bawa ke UGG, Lemba menghubungi kedua orang tuanya. Nomor Pak Des dan bu Suratmi yang tidak aktif. Dia mencoba menghubungi Husni dengan tangan bergetar ketakutan.
“Kinan, sebenarnya kamu sakit apa?” Lemba membatin.
“Halo kak Husni, Lemba mau memberitahu Kinan masuk Rumah Sakit__”
Lemba mejelaskan semuanya. Husni menjawab bahwa Kinan telah lama menderita penyakit Kanker dan kini penyakit itu seolah sudah menjalar di tubuh semakin membuatnya memburuk.
“Kenapa rahasia sebesar ini kakak sembunyikan dari Lembayung? Hiks.”
__ADS_1
“Maaf Lemba, kakak terpaksa menyembunyikannya Karena ini adalah permintaan Kinan. Penyakit kanker hati stadium empat ini mungkin membuat dia tidak bisa bertahan lagi. Seharusnya dia ikut ke luar negeri sekaligus menjalani kemoterapinya. Tapi dia mengatakan di sisa harinya tidak mau berpisah jauh dari mu__”
Penjelasan Husni membuat dia terjatuh lemas. Dendra membantu nya duduk di kursi. Mendengar perkataan dari Lembayung di sela tangisannya, dia sangat terkejut seakan tidak percaya akan penyakit yang di derita Kinan. Lemba menangis tersedu-sedu,Dendra mengusap pundaknya membiarkan Lemba membanjiri kerah bajunya dengan air mata.
-l
......................
Mata bengkak itu tidak bisa di tutupi. Lemba tidak semangat sekolah memikirkan keadaan Kinan. Di sisi lain, Rosa sudah bersiap menjalankan kejahatan yang dia rencanakan bersama fiza. Di balik tembok sekolah, dia menunggu waktu yang tepat melihat wanita itu sendirian.
“Ra kamu nanti pulang duluan aja, aku bareng Dendra” ucap Lembayung.
“Ya udah nggak apa-apa. Itu mata kamu sembab banget, habis nangis ya? Pasti kena marah ibu kamu kan?”
“Nggak, aku__ oh ya Ra kamu mau coklat nggak? Saying banget nih nggak ada yang makan.”
“Terimakasih. Kenapa nggak aku aja yang di kirimin coklat ya. Heheh..Ngomong-ngomong, Kelas karate kan pulangnya agak sorean. Kamu sama siapa nunggu dia selama itu? Gedung sekolah seram banget loh.”
“Aku udah biasa sendiri kok Ra, Cuma nunggu satu jam doing."
Kringg__
“Hallo, ya Nan. Kamu udah baikan? Ntar sore aku sama Lemba kesana ya.”
“Udah baikan. Dra, kamu jangan tinggalin Lemba sendirian ya di sekolah. Kalau eskul kamu lama, permisi deh atau__ uhuk”
“Tuh jangan cerewet. Istirahat sana, Lemba aman kok!” tutup Dendra.
Dia berganti baju memakai baju karate. Di dalam ruang ganti, dia mendengar pembicaraan orang-orang yang mengatakan semalam ada kasus pelecehan siswa yang di tutup rapat oleh pihak sekolah. Tidak tau pasti siapa pelakunya, kejadian itu masih terus berlanjut bahkan kabar preman yang pernah berniat jahat pada Lemba di kabarkan juga telah lepas dari penjara.
“Maksud kalian preman yang sering mengganggu siswa di jalan arah menuju halte?” Tanya Dendra.
“Ya Dra, masa kamu nggak tau sih!” ucap Farhan.
“Oh ya Ndra apa benar Lembayung juga hampir menjadi korban?” Tanya Oki.
“Huss jangan bahas Lemba di depan Dendra Ki, ntar kamu kena baku hantam nya!”
__ADS_1
“Kau tau kabar itu dari mana Ki?”