
satria pun harus istirahat dihotel untuk sementara selama ayahnya masih marah.
Pagi pagi buta sekali satria bangun karna tiba tiba perutnya sangat perih.
"ahhh shhh!"pekik satria tidurnya tdk nyaman.
mungkin itu efek dari tonjokkan ayahnya sendiri.
satria meraba meja dan menelpon mamanya.
"mama..h mah...satria..sakit mah..ssst..ahh!"ucap satria.
"sayang ..kamu kenapa?sayang ... satria...!"panik mama,saat mendengar anaknya merintih kesakitan.
telpon tiba tiba hening walaupun telpon masih terhubung.
"satria...satria.. sayang ...kamu kenapa?"panik mama dari telpon sebrang.
satria tergletak pingsan dilantai memegangi perutnya yg berdarah.
lukanya terluka iya lukanya terbuka.
mama pun bergegas keluar kamar
"mahh..mau kemana?ini masih pagi?"ucap galih yg baru bangun karna istrinya itu membuat gaduh karna teriakkan nya.
"satria...dia kesakitan!"panik mama.
"dari mana mama tau?itu alasannya!"ucap galih.
"yah!!!jika ayah tdk percaya biar mama yg kesana!!!"ucap mama sangat kesal.
mama pun keluar rumah mencari tau kebeberapa hotel terdekat.
"apa ada tamu atas nama satria Sanjaya?"tanya mama.
"mohon tunggu kami akan memeriksa!"ucap resepsionis.
__ADS_1
"satria...Sanjaya..kamar 307 lantai 6"ucap resepsionis.
"mohon berikan kunci kamar tersebut!"ucap mama.
"maaf saya tdk bisa memberi kan karna itu privasi tamu kami..!"ucap resepsionis.
"saya..mohon...satria putra saya...dia minta tolong dari telpon tadi...!"ucap mama,menangis tdk karuan.
mau tdk mau resepsionis memberikan karna ibu tetaplah seorang ibu.
mama pun naik lift dengan cepat dan menuju kamar yg dimaksud.
mama langsung membuka pintu dan berlari ke arah satria.
"satria...satria...satria.. bangun sayang...bangun..heh..mama sudah datang mama sudah datang.. bangunlah!!!!!"triak mama histeris menggrutu memeluk satria.
Dirumah sakit
satria diobati dokter lukanya tdk parah,namun lukanya terbuka.
satria pingsan karna lelah,dia tdk mengurus dirinya akhir akhir ini.
menelpon suaminya saja dia sampai lupa.
"lukanya tdk papa..!"ucap dokter
"luka?anak saya terluka?"kaget mama,satria tdk mengatakan apa apa.
"ya..pasien terluka,baru..kemarin pasien itu kabur tanpa memberi kabar!"ucap dokter.
"kabur?mohon jelaskan saya tdk tau apa apa!"ucap mama yg merasa khawatir atas hal yg tdk dikatakan putranya.
"pasien seminggu yg lalu dengan luka tusuk diperutnya,baru kemarin pasien sadar,tapi dia melarikan diri!"ucap dokter.
3 Jam kemudian
hari sudah memperlihat kan matahari terbit,mama menunggu satria sadar di IGD.
__ADS_1
"satria...sadarlah...hiks..hihiiii maaf..mama tdk memperhatikanmu...maaf..!"ucap mama, menggenggam tangan putranya yg putihnya seperti pangsit rebus.
"drrrtt...drttt...drttt"suara handphone mama.
tercetak nama ayah
"halo..!"lirih mama.
"ma..ada apa?kenapa menangis?"tanya ayah sambil memakai jas kantornya.
"satria...satria..masuk rumah sakit...hiks..hiks.."ucap mama menangis tersedu-sedu.
drtt...drtt..drt..."suara handphone satria yg juga dibawa mama.
julya menelpon karna hari ini ada acara dikampus dan teman teman BEM malah bertanya satria ke dirinya.
"halo..julya..!"ucap mama menjawab telpon satria.
"Tante..satria dimana?"tanya julya diseberang telpon.
"ada apa nak?"tanya mama.
"ini...Tan..dikampus bakal ada acara..dan kita perlu Presma..jadi ...kita perlu kehadiran satria!"ucap julya.
mama kaget karna tangan satria merebut telpon dari tangan mama.
"aku ...akan datang!"lirih satria.
"baiklah..datanglah orang menanyakanmu!"ucap julya.
Tut...Tut..Tut..."sambungan putus.
"satria...kenapa kamu hadir?jangan...kamu istirahtlah!"ucap mama.
"hmm..aku yg bertanggung jawab dikampus!"ucap satria,satria pun malah bangun.
"hati...hati..mama akan cari pelaku penikaman mu!"ucap mama.
__ADS_1
seketika satria kaget mendengar pertanyaan mamanya yg sudah tau kebenarannya.